7 Fakta Menarik Chocolate Cosmos, Tanaman Hias Beraroma Cokelat Asli Meksiko!

7 Fakta Menarik Chocolate Cosmos, Tanaman Hias Beraroma Cokelat Asli Meksiko!

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai 7 Fakta Menarik Chocolate Cosmos, Tanaman Hias Beraroma Cokelat Asli Meksiko!, berikut adalah fakta yang berhasil kami rangkum dari lapangan.

Bunga yang Mengingatkan pada Cokelat

Meksiko adalah sebuah negara yang kaya akan budaya, alam, kuliner, dan sejarah. Selain itu, Meksiko juga dikenal sebagai salah satu penghasil cokelat terbesar di dunia. Tidak hanya itu, tanaman kakao pertama kali ditemukan di sana. Namun, selain cokelat, ternyata Meksiko juga memiliki bunga unik yang aromanya mirip dengan cokelat. Bunga ini dikenal dengan nama chocolate cosmos (Cosmos atrosanguineus). Di balik keindahannya, ada banyak fakta menarik yang mungkin belum kamu ketahui.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tanaman Umbi yang Mirip Bunga Dahlia


Tidak seperti bunga lainnya yang tumbuh dari biji, chocolate cosmos justru tumbuh dari umbi, mirip dengan bunga dahlia. Umbi ini berfungsi sebagai cadangan makanan, sehingga memungkinkan tanaman ini bertahan hidup di musim dingin. Umbi juga menjadi cara utama untuk memperbanyak tanaman.

Chocolate cosmos adalah tanaman herba tahunan yang bisa mencapai tinggi 40–60 cm. Daunnya berwarna hijau dan menyirip, dengan panjang sekitar 7–15 cm. Sementara itu, bunganya memiliki diameter sekitar 3–4,5 cm dan terdiri dari 6–10 kelopak yang melingkari bagian tengah.

Aromanya Seperti Cokelat


Chocolate cosmos memiliki karakteristik yang jarang ditemukan pada bunga lain. Warna bunganya sangat unik, yaitu merah tua hingga marun kecokelatan. Tekstur kelopaknya lembut seperti beludru. Selain warnanya yang menarik, bunga ini juga mengeluarkan aroma khas yang mirip seperti cokelat dan vanila.

Aroma manis ini berasal dari vanilin, senyawa organik alami yang juga ditemukan dalam biji kakao. Aroma tersebut semakin tercium saat cuaca hangat atau terkena sinar matahari langsung.

Toleran terhadap Kekeringan


Chocolate cosmos akan mati di musim dingin dan tumbuh kembali di musim semi. Tanaman ini sangat menyukai sinar matahari dan cukup toleran terhadap kekeringan. Media tanam yang digunakan harus menggunakan tanah yang subur dan memiliki drainase yang baik.

Tanaman harus disiram secara teratur, terutama saat cuaca panas, tetapi pastikan tanah tidak tergenang air agar umbi tidak membusuk. Pemberian pupuk diperlukan untuk mendorong pertumbuhan tanaman. Pemangkasan bunga yang layu dilakukan secara rutin untuk menghasilkan lebih banyak bunga.

Di daerah hangat, umbi chocolate cosmos bisa tetap didiamkan di dalam tanah, dengan diberi lapisan mulsa untuk melindunginya dari suhu rendah. Sementara di daerah dingin, umbi harus digali setelah daunnya menguning dan mati pada akhir musim gugur. Umbi kemudian ditanam kembali pada musim semi berikutnya.

Tanaman Endemik Meksiko


Chocolate cosmos adalah tanaman asli Meksiko yang pertama kali dideskripsikan sebagai Cosmos diversifolia var. atrosanguineus, oleh William Hooker, seorang ahli botani Inggris, pada tahun 1861. Spesies ini kemudian ditempatkan ke dalam genus Bidens oleh Eduard Ortgies, seorang ahli pembibitan Jerman, tetapi dipindahkan kembali ke genus Cosmos oleh Andreas Voss, seorang ahli botani Jerman.

Berdasarkan analisis yang dilakukan pada tahun 2008, spesies ini memang berkerabat dekat dengan Cosmos dibandingkan dengan genus Bidens atau Dahlia. Chocolate cosmos tumbuh secara alami di dataran tinggi negara bagian tengah Meksiko, seperti Guanajuato, Queretaro, dan San Luis Potosi, khususnya di hutan pinus dan oak pada ketinggian sekitar 1.800–2.450 meter. Pada tahun 1885, tanaman ini mulai diperkenalkan melalui katalog oleh perusahaan benih asal Inggris, yaitu Thompson & Morgan, untuk dibudidayakan.

Misteri Kepunahan yang Terpecahkan


Selama bertahun-tahun, chocolate cosmos diyakini telah punah di alam liar karena kehilangan habitat alaminya akibat Perang Dunia II. Namun, satu-satunya populasi yang diketahui adalah klon steril tunggal yang tidak menghasilkan benih subur dan hanya bisa diperbanyak dengan cara khusus, yang disimpan dan dirawat di Kebun Raya Kew, Inggris.

Meskipun dinyatakan punah, beberapa ahli botani terus melakukan penelitian untuk mencari jejak-jejaknya. Pada akhir abad ke-20, upaya mereka pun membuahkan hasil, dengan ditemukannya chocolate cosmos di alam liar. Meskipun populasinya sangat terbatas dan terisolasi, tanaman tersebut mampu menghasilkan benih yang subur dan menunjukkan adanya variasi genetik yang lebih luas.

Tidak Bisa Dimakan


Meskipun aromanya manis seperti cokelat, chocolate cosmos tidak bisa dimakan. Kombinasi unik dari warnanya yang eksotis dan aromanya yang menyenangkan menjadikan tanaman ini pilihan favorit untuk bercocok tanam dan dekorasi.

Chocolate cosmos bisa ditanam di pot dan diletakkan di pekarangan rumah maupun di dalam ruangan, bahkan sering digunakan sebagai bunga potong yang sangat cocok untuk buket bunga yang elegan. Selain itu, tanaman hias ini juga mampu menarik perhatian lebah, kupu-kupu, dan burung kolibri.

Chocolate cosmos juga memiliki makna simbolis yang sering dikaitkan dengan beberapa hal. Warna dan aromanya yang tidak biasa menjadi simbol keunikan dan keistimewaan. Seperti halnya cokelat, bunga ini sering dikaitkan dengan cinta dan kasih sayang, tetapi lebih mendalam dan penuh gairah.

Status Konservasi Terancam Punah


Status konservasi chocolate cosmos telah mengalami perubahan yang menarik seiring berjalannya waktu. Secara historis, tanaman bunga ini dianggap punah di alam liar. Namun, para ahli botani berhasil membuktikan bahwa spesies ini tidak punah, meskipun populasinya rentan karena habitat alaminya yang kecil dan terbatas.

Saat ini, chocolate cosmos masuk dalam kategori "Terancam Punah" dalam skala konservasi resmi di beberapa negara bagian Meksiko. Meskipun populasinya ditemukan kembali, tanaman endemik Meksiko ini masih menghadapi ancaman serius, seperti kehilangan habitat akibat deforestasi dan perubahan iklim. Berbagai upaya konservasi pun telah dilakukan, termasuk melindungi habitat alaminya dan mengembangkan varietas baru untuk budidaya.

Chocolate cosmos lebih dari sekadar bunga biasa. Dengan warnanya yang unik, aroma cokelatnya yang manis, dan kisahnya yang dramatis, menjadikan bunga ini simbol keajaiban alam yang langka dan berharga. Upaya konservasi tidak hanya untuk menjaga kelangsungan hidup bunga chocolate cosmos, tetapi juga memungkinkan para pecinta tanaman hias untuk membudidayakannya, sehingga membantu penyebaran dan pelestarian genetiknya.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai 7 Fakta Menarik Chocolate Cosmos, Tanaman Hias Beraroma Cokelat Asli Meksiko!. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar