Perayaan Kaul Kekal Biarawan MSC di Unit Merauke
Di tengah suasana yang penuh kegembiraan dan semangat, sebuah perayaan kaul kekal berlangsung di Unit Merauke yang terletak di kompleks Biara Hati Kudus Skolastikat MSC Pineleng, Desa Pineleng Dua, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Acara ini digelar pada Sabtu (25/10/2025), dengan suara musik dan lagu seperti Tabola Bale serta Stecu Stecu menggema dari pengeras suara yang dipasang di area tersebut.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Unit Merauke, yang biasanya hanya dapat diakses oleh para biarawan Misionaris Hati Kudus Yesus, menjadi ramai oleh para pengunjung. Mereka datang untuk menyaksikan momen istimewa dua frater yang baru saja mengikrarkan kaul kekal. Para orangtua, kerabat, teman, dan umat hadir untuk ikut bersyukur atas perjalanan iman mereka.
Frater Mario Mikael Mengko MSC, salah satu dari dua frater yang mengikrarkan kaul kekal, tampak sibuk melayani permintaan berfoto dari para umat. Ada yang ingin berfoto sendirian, ada juga yang beramai-ramai. Sesekali ia membuat simbol hati di dada atau depan wajahnya, atau saling mendekatkan jari dengan temannya untuk membentuk simbol hati.

Saat acara makan bersama di dekat refter setelah Perayaan Ekaristi, Frater Mengko juga harus melayani permintaan berfoto. Ia mengatakan bahwa dulu, saat kecil, ia ingin menjadi pilot. Namun, ketertarikannya untuk menjadi imam muncul pada kelas 4 SD. Meskipun sempat hilang, akhirnya kembali tumbuh.
Ia merasa senang dan bersyukur dapat menapaki jalan mewujudkan panggilannya sebagai imam. Saya mohon doa dari keluarga dan umat agar panggilan ini bisa saya jalani, ujarnya.
Frater Mengko adalah salah satu dari sembilan frater biarawan MSC yang mengikrarkan kaul kekal dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Keuskupan Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC. Mereka menyatakan tiga kaul atau janji suci untuk hidup dalam ketaatan sebagai biarawan (kaul ketaatan), tidak menikah (kaul kemurnian), dan tidak terikat harta benda (kaul kemiskinan).
Delapan frater lainnya antara lain: - Frater Basilio Bryan de Mang Nukak MSC - Fransiskus Mario Charlos MSC - Eusebius Vercelli Soo Kowe MSC dari Keuskupan Manado - Raymond Rahail MSC dan Joseph Kanar Tethool MSC dari Keuskupan Amboina - Ekanisius Dedianto MSC dari Keuskupan Sintang - Jeffrey Claudius MSC dari Keuskupan Agung Jakarta - Yohanis Pembaptis Kabimu MSC dari Keuskupan Agung Merauke

Dalam acara tersebut, mereka menyampaikan ucapan: Saya mengikrarkan kaul-kaul ini di hadapanmu Pater Samuel Maranresy MSC yang mewakili pater pemimpin umum dan di hadapan konfrater saya yang hadir di sini. Tolonglah saya untuk tetap setia melalui rahmat Roh Kudus dengan bantuan Bunda Hati Kudus serta Santo Yosep pelindung kami.
Momen istimewa ini mengangkat tema Karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga yang merupakan ungkapan Petrus kepada Yesus dalam Injil Lukas. Uskup Rolly Untu dalam homili mengingatkan bahwa para misionaris MSC, seperti juga dirinya, berada bersama umat untuk menjawab panggilan sehati dan sejiwa dengan Kristus.
Torang semua berada dalam perahu yang sama. Kongregasi MSC juga ada dalam perahu ini. Maka kita sama-sama harus jaga perahu ini menghadapi tantangan dunia, kata Uskup Rolly.

Ia menekankan pentingnya kesetiaan dalam memikul panggilan tersebut, karena panggilan itu berasal dari Yesus sendiri yang memberi jaminan. Ingatlah janji Kristus, barang siapa meninggalkan rumahnya, orangtuanya, harta bendanya, ia akan menerima kembali seratus kali lipat dan hidup kekal, tekannya.
Provinsial MSC Indonesia RP Samuel Maranresy juga mengingatkan tanggung jawab atas komitmen menghidupi tiga kaul tersebut. Menurutnya, setiap orang merupakan bagian dari sesuatu yang lebih besar atau makro kosmos. Perbuatan pribadi tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tapi juga pada komunitasnya. Ia berharap mereka setia.
Kalau tidak, bukan hanya kamu yang malu, orangtuamu juga malu, keluargamu, kampungmu, tarekat MSC dan Gereja yang malu, tekannya.

Fransiskus Mario Charlos MSC, salah satu dari frater yang mengikrarkan kaul kekal, mengaku bahwa penyadaran panggilannya merupakan proses yang berlangsung terus menerus. Ia menghadapi tantangan khususnya terkait kaul kemurnian dan kemiskinan. Meski begitu, dengan dukungan doa, ia yakin dapat menghadapi tantangan tersebut.
Fr Yohanes Pembaptis Kabimu dalam refleksinya mewakili rekan-rekannya, mengatakan bahwa tidak ada yang luput dari kerapuhan. Namun, dari kerapuhan itu, Allah mengasihi mereka secara personal dan konkret. Kesadaran ini membuat kami yakin penyertaan Tuhan dalam hidup panggilan kami, ujarnya.
Pemuda asal Mappi, Merauke, ini menyebut perjalanan panggilan dirinya dan teman-temannya adalah pengorbanan yang mereka sembahkan kepada Yesus yang memanggil. Ada yang patah hati, kehilangan keluarga, kehilangan saudara seperjuangan, ujarnya.
Harapan agar mereka menghidupi panggilan sebagai biarawan hingga menjadi imam tidak melulu keinginan para frater. Christhalia Denlino, seorang perempuan Orang Muda Katolik (OMK) dari Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, Manado, berharap semua frater menjalani panggilannya dengan kegembiraan.
Semoga mereka tetap kuat menjalani panggilan dan setia dalam pelayanan, katanya.
Komentar
Kirim Komentar