AAJI catat klaim asuransi jiwa Rp 110,4 triliun hingga September 2025

AAJI catat klaim asuransi jiwa Rp 110,4 triliun hingga September 2025

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait AAJI catat klaim asuransi jiwa Rp 110,4 triliun hingga September 2025, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pemenuhan Klaim Asuransi Jiwa di Indonesia

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa total klaim yang dibayarkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa kepada penerima manfaat sebesar Rp 110,44 triliun pada periode Januari hingga September 2025. Angka ini menunjukkan jumlah penerima manfaat sebanyak 6,92 juta orang.

Ketua Bidang Kanal Distribusi AAJI, Albertus Wiroyo, menjelaskan dalam konferensi pers di kantor AAJI pada Senin, 8 Desember 2025, bahwa total pembayaran tersebut mengalami penurunan sebesar 7,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Pada tahun lalu, nilai klaim yang dibayarkan mencapai Rp 119,97 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 6,94 juta orang.

Data dari tahun 2024 juga menunjukkan penurunan sebesar 2 persen jika dibandingkan dengan periode serupa pada tahun 2023. Total klaim pada tahun 2023 mencapai Rp 122,46 triliun dengan penerima manfaat sebanyak 7,69 juta orang. Albertus menyatakan bahwa penurunan total pembayaran klaim disebabkan oleh penurunan nilai klaim di berbagai komponen.

Perubahan dalam Komponen Klaim

Salah satu komponen klaim yang mengalami kenaikan adalah klaim akhir kontrak atau nasabah yang mengakhiri kontrak hingga masa berlaku habis. Pada periode Januari-September 2025, total pembayaran klaim untuk komponen ini mencapai Rp 14,2 triliun, meningkat sebesar 9,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024, yaitu sebesar Rp 12,93 triliun. Hal ini menunjukkan tingkat kepuasan dan kesetiaan nasabah terhadap produk asuransi yang dimiliki.

Di sisi lain, klaim surrender atau polis yang dibatalkan oleh nasabah saat tengah masa kontrak mengalami penurunan sebesar 18,7 persen pada periode Januari-September 2025, dengan total pembayaran klaim sebesar Rp 47,26 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024, yaitu sebesar Rp 58,11 triliun. Penurunan ini dianggap sebagai indikator positif bagi industri asuransi jiwa, karena menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jangka panjang yang lebih optimal jika dipertahankan hingga akhir masa kontrak.

Selain itu, klaim partial withdrawal mengalami kenaikan sebesar 8,6 persen pada periode Januari-September 2025, dengan total pembayaran klaim sebesar Rp 16,34 triliun. Angka ini meningkat dari Rp 15,05 triliun pada periode yang sama pada 2024.

Jenis-Jenis Klaim Lainnya

Pada periode Januari-September 2025, klaim karena meninggal bernilai Rp 8,36 triliun. Angka ini sedikit turun sebesar 0,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024, yaitu sebesar Rp 8,38 triliun.

Sementara itu, klaim kesehatan mencapai nilai Rp 19,35 triliun pada periode tersebut. Angka ini menurun sebesar 7,5 persen dibandingkan total klaim tahun lalu sebesar Rp 20,91 triliun.

Untuk klaim asuransi dengan tipe lain-lain, total pembayaran klaim pada Januari-September 2025 mencapai Rp 4,92 triliun. Angka ini meningkat sebesar 7,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024, yaitu sebesar Rp 4,59 triliun.

Tren dan Proyeksi Masa Depan

Dari data yang diperoleh, terlihat bahwa meskipun total klaim mengalami penurunan, tren kepercayaan masyarakat terhadap asuransi jiwa tetap stabil. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami manfaat jangka panjang dari asuransi jiwa, sehingga cenderung mempertahankan polis hingga akhir masa kontrak.

Tidak hanya itu, peningkatan pada klaim partial withdrawal dan klaim akhir kontrak menunjukkan bahwa nasabah lebih memilih opsi yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, industri asuransi jiwa diharapkan dapat terus berkembang dengan strategi yang lebih tepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar