
PUKAT Academy: Menjadi Pemimpin yang Berjiwa Pelayanan di Era Digital
Di tengah dominasi algoritma dan percepatan teknologi, Komunitas Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Indonesia meluncurkan PUKAT Academy, sebuah program pembinaan kepemimpinan nasional. Tujuan utamanya adalah untuk mengatasi dilema antara keuntungan dan kebenaran, dengan fokus pada pembentukan pemimpin bisnis dan profesional Katolik yang tidak hanya mampu mencapai pertumbuhan eksponensial dalam kinerja, tetapi juga memiliki kedalaman spiritualitas dan berjiwa pelayanan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Program ini diselenggarakan di Semarang pada 14–17 November 2025, menjadi tindak lanjut nyata dari ajaran sosial Gereja dan dokumen Vatikan mengenai Vocation of the Business Leader. Dalam era modern, kepemimpinan dihadapkan pada tantangan fundamental: bagaimana tetap menjadi manusia dan memimpin berdasarkan panggilan, bukan sekadar dorongan kompetisi.
PUKAT Academy hadir menjawab kegelisahan ini, menawarkan perspektif bahwa pertumbuhan sejati harus "lebih bermakna" dan "lebih luas dalam kasih dan tanggung jawab." Program ini menekankan pentingnya menyeimbangkan dua kutub esensial dalam kepemimpinan:
- Visi Bisnis yang melesat seimbang dengan Visi Iman yang menuntun.
- Kecepatan Transformasi Digital seimbang dengan Kedalaman Transformasi Batin.
- Ambisi untuk Berpengaruh seimbang dengan Kerendahan Hati untuk Melayani.
Mengapa PUKAT Academy Diperlukan?
Dunia usaha saat ini semakin kompleks dan penuh tantangan moral, sering kali menempatkan profesional pada dilema antara mengejar keuntungan dan memegang teguh nilai-nilai kebenaran dan iman. PUKAT Academy hadir untuk menjembatani jurang tersebut. Ini adalah upaya untuk menghidupkan kembali panggilan (vocation) para profesional Katolik, agar mereka memandang bisnis dan karier bukan semata sebagai sarana mencari nafkah, melainkan sebagai misi pelayanan bagi kesejahteraan bersama (common good).
Kurikulum akademi ini secara khusus mengambil inspirasi dari refleksi Gereja Katolik atas dunia ekonomi modern. Referensi utama yang digunakan termasuk dokumen "Vocation of the Business Leader" dari Vatikan, serta ajaran sosial dari para Paus, mulai dari Caritas in Veritate (Paus Benediktus XVI) hingga Laudato Si’ dan Fratelli Tutti (Paus Fransiskus).
Program ini bertujuan membentuk pemimpin yang setia menjadi penatalayan atas ciptaan Tuhan, yang pertumbuhannya memancarkan integritas dan kebijaksanaan. PUKAT Academy tidak hanya memberikan wawasan tentang pengelolaan bisnis, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesuksesan material dan keberadaan spiritual.
Visi dan Misi PUKAT Academy
Visi PUKAT Academy adalah menciptakan generasi pemimpin yang mampu menghadapi tantangan global sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip iman dan kebenaran. Misi utamanya adalah membangun komunitas profesional Katolik yang memiliki visi jangka panjang dan mampu mengambil keputusan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Melalui berbagai sesi pelatihan, diskusi kelompok, dan studi kasus, peserta akan diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka, sekaligus memperkuat hubungan dengan Tuhan dan sesama. Program ini dirancang untuk membantu peserta merenungkan peran mereka dalam dunia kerja, serta bagaimana mereka dapat menggunakan keahlian dan sumber daya mereka untuk melayani masyarakat.
Kesimpulan
PUKAT Academy merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di era digital. Dengan pendekatan yang seimbang antara keahlian bisnis dan spiritualitas, program ini menawarkan solusi yang relevan bagi para profesional Katolik. Melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, PUKAT Academy berharap dapat membentuk pemimpin-pemimpin yang tidak hanya sukses dalam karier, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Komentar
Kirim Komentar