Apa Itu Gangguan Kepribadian Menghindar? Gejala & Solusinya

Apa Itu Gangguan Kepribadian Menghindar? Gejala & Solusinya

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Apa Itu Gangguan Kepribadian Menghindar? Gejala & Solusinya, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Mengenal Avoidant Personality Disorder (AvPD) pada Anak dan Remaja

Jika Mama merasa anak Mama sering merasa sangat takut bersosialisasi dan dikritik hingga menghambat kehidupan sehari-harinya, bisa jadi itu lebih dari sekadar rasa malu. Ini mungkin tanda dari Avoidant Personality Disorder (AvPD) atau Gangguan Kepribadian Menghindar, sebuah kondisi yang membuat anak ingin dekat dengan orang lain, namun takut akan penolakan yang justru membuat mereka memilih untuk menyendiri.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Yuk, kenali lebih dalam gejala, ciri-ciri, dan cara mengatasinya dalam artikel ini.

1. Apa Itu Avoidant Personality Disorder?

Avoidant Personality Disorder (AvPD) adalah kondisi kesehatan mental yang masuk dalam gangguan kepribadian. Bahasa mudahnya, penderita AvPD memiliki perasaan tidak mampu dan rendah diri yang sangat kuat, sehingga mereka menghindari situasi sosial karena takut sekali ditolak atau dipermalukan.

Mama bisa membayangkan seperti sebuah benteng yang melindungi diri dari rasa sakit, tapi justru mengurung sendiri orang di dalamnya. Mereka yang mengalami AvPD sebenarnya ingin banget punya hubungan yang dekat dan akrab dengan orang lain. Namun, keinginan ini dikalahkan oleh rasa takut yang luar biasa besar, yang membuat mereka memilih untuk "aman" dengan menyendiri, meskipun sebenarnya kesepian.

2. Gejala dan Ciri-Ciri Avoidant Personality Disorder

Seseorang dengan AvPD biasanya menunjukkan beberapa pola perilaku yang konsisten dan berdampak pada berbagai aspek kehidupannya, mulai dari pertemanan, pekerjaan, hingga hubungan pribadi. Berikut beberapa ciri yang biasanya dimiliki orang dengan AvPD:

  • Menghindari aktivitas kerja atau sosial yang melibatkan banyak interaksi dengan orang.
  • Tidak mau banyak berinteraksi kecuali yakin akan disukai.
  • Sangat takut dipermalukan atau dikritik, sehingga membatasi pertemanan.
  • Menganggap diri sendiri tidak mampu, tidak menarik, atau lebih rendah dari orang lain.
  • Tidak mau mengambil risiko atau mencoba hal baru karena takut membuat malu.

Dari ciri umum di atas, tanda ini juga bisa dialami remaja yang bisa dilihat dari bagaimana mereka menolak untuk ikut kelompok belajar, tidak mau menjawab telepon dari nomor yang tidak dikenal, atau merasa sangat cemas saat harus presentasi di kelas.

Perilaku ini sering disalahartikan sebagai sikap pemalas atau malah tak kooperatif, padahal akarnya adalah rasa takut yang mendalam terhadap penilaian orang lain.

3. Cara Mengatasi Avoidant Personality Disorder

AvPD nyatanya bisa dikelola dengan penanganan yang tepat. Dengan mengenali ciri di atas, Mama atau anak remaja Mama bisa menjalani perawatan yang biasa berfokus pada membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial.

Berikut beberapa cara yang umum dilakukan:

  • Psikoterapi: Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dinilai sangat efektif untuk mengidentifikasi pola pikir negatif dan menggantinya dengan yang lebih sehat.
  • Terapi Kelompok: Dalam lingkungan yang aman dan terkendali, ini melatih penderitanya untuk berinteraksi dengan orang lain.
  • Dukungan Sosial: Dukungan dari keluarga dan teman terdekat untuk menerima tanpa menghakimi sangat penting dalam proses pemulihan.
  • Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat antidepresan untuk membantu meredakan gejala kecemasan atau depresi yang menyertai.

Memahami apa itu Avoidant Personality Disorder adalah kunci untuk mengurangi stigma dan mendukung proses pemulihan, terutama di masa remaja yang penuh dengan tekanan sosial.

Jika merasa anak Mama memiliki tanda-tanda di atas, ingatlah bahwa mereka tidak sendiri dan minta padanya untuk tidak sungkan mencari bantuan. Mulailah dengan berbicara pada orangtua, guru BK, atau bila perlu konselor untuk mendapatkan dukungan menuju psikolog atau psikiater. Dengan penanganan yang tepat, anak pun bisa belajar mengelola rasa takut dan membangun hubungan yang lebih percaya diri di masa depan.

Artikel Terkait

  • Gejala Narcissistic Personality Disorder (NPD) pada Remaja
  • Apa Itu Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD?
  • Gangguan Makan atau Eating Disorder pada Anak

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar