
Peringatan Serius Presiden SBY tentang Potensi Perang Dunia Ketiga
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan peringatan serius mengenai potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga jika ketegangan geopolitik global tidak segera diredam oleh negara-negara besar. Hal itu disampaikan SBY dalam orasi ilmiah di puncak acara Dies Natalis ke-65 dan Lustrum XIII Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Jawa Timur.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam pidato ilmiahnya yang mengangkat tema "Towards an Advanced and Prosperous Indonesia: Perspectives on Fair and Sustainable Economic Development", SBY menyampaikan pandangannya mengenai tantangan ekonomi global yang saling berkaitan dengan ancaman keamanan dunia. Menurut SBY, kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam fase berbahaya. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia dinilai memiliki kepentingan masing-masing yang dapat memicu konflik global.
“Setiap negara mempunyai kepentingan masing-masing. Dengan nasionalisme yang ekstrem, dengan tindakan yang sepihak terutama negara-negara yang besar, negara-negara yang mempunyai veto power. Terjadi kemunduran kerja sama global baik multilateral ataupun regional,” ujar SBY.
Peringatan Potensi Perang Dunia Ketiga
SBY menilai jika tidak ada langkah nyata untuk menahan diri, dunia berpotensi menghadapi perang berskala besar. Ia menegaskan bahwa potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga sangat mungkin terjadi jika negara-negara besar terus mempertahankan kepentingan nasional mereka tanpa mempertimbangkan stabilitas global.
“This one has to stop. Kalau tidak dihentikan, pertama sangat mungkin terjadi peperangan yang lebih besar. World War III sangat mungkin terjadi, sangat mungkin,” kata SBY.
SBY juga menegaskan pandangannya sebagai seorang mantan jenderal yang memahami geopolitik dan hubungan internasional. “Saya jenderal, saya ngerti geopolitik, saya ngerti hubungan internasional, saya mengerti peace and security. Anytime good happen,” ucapnya.
Meski memberi peringatan keras, SBY tetap optimistis bahwa ancaman perang global bisa dihindari. Ia termasuk dalam kelompok yang meyakini bahwa Perang Dunia Ketiga masih dapat dicegah jika ada kemauan politik dari para pemimpin dunia.
“Tetapi saya termasuk barisan yang Perang Dunia III yang sangat menakutkan tetap bisa dicegah. Can be prevented, can be avoided. If there is a will that is a way. Tergantung para pemimpin dunia sekarang ini,” ujarnya.
Pesan untuk Dunia dan Indonesia
Dalam bagian lain orasinya, SBY mengingatkan pentingnya kesadaran global terhadap penggunaan sumber daya secara bijak. Ia menekankan bahwa ekonomi yang adil dan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika manusia berhenti bersikap serakah dan menggunakan sumber daya sesuai kebutuhan.
Selain menyoroti persoalan geopolitik dan ekonomi, SBY juga menyinggung peralihan perannya dari dunia politik ke bidang seni. Ia menyebut bahwa perubahan itu memberinya kebebasan untuk berbicara lebih terbuka dalam menyampaikan pandangan dan kritik terhadap kondisi dunia saat ini.
Acara Dies Natalis ITS ke-65 ini juga mengusung tema "Creating, Innovating, Impacting" yang menekankan semangat inovasi dan kontribusi bagi masyarakat. Dalam kesempatan itu, ITS menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem data terintegrasi dan peningkatan keamanan kampus guna mendukung kemajuan pendidikan tinggi nasional.
Peringatan SBY soal potensi perang dunia menjadi sorotan tersendiri di tengah ketegangan global yang terus meningkat, termasuk konflik antara negara besar dan persaingan ekonomi dunia yang semakin tajam.
Komentar
Kirim Komentar