
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bendera Putih: Simbol Menyerah yang Memiliki Banyak Makna
Bendera putih sering dianggap sebagai tanda menyerah, sebuah simbol yang dikenal oleh masyarakat dunia. Namun, makna dari kata "menyerah" bisa berbeda-beda tergantung konteksnya. Dalam situasi perang, misalnya, salah satu pihak mengibarkan bendera putih untuk menunjukkan bahwa mereka tidak lagi ingin bertempur dan ingin mencari perdamaian.
Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video yang menampilkan warga Aceh yang ramai-ramai mengibarkan bendera putih. Pengibaran bendera tersebut terjadi setelah masyarakat menjadi korban banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Diperkirakan, tindakan ini dilakukan sebagai bentuk permohonan bantuan dari pihak lain pasca-bencana.
James Ferrigan, seorang konsultan vexillologi (ahli bendera) dan perwira Asosiasi Vexillologi Amerika Utara, menjelaskan bahwa bendera putih bisa berarti keinginan untuk berunding atau berdamai. Ia juga menyebutkan bahwa bendera putih bisa menjadi tanda jeda sementara dalam konflik, bukan sekadar penyerahan diri.
Asal Usul Bendera Putih sebagai Simbol Menyerah
Asal usul penggunaan bendera putih sebagai simbol menyerah masih menjadi misteri. Namun, penggunaannya sudah mulai dikenal sejak zaman Romawi kuno. Sejarawan Romawi, Livy, menulis bahwa selama Perang Punisia Kedua (218–201 SM), orang-orang Kartago menggunakan "pita wol putih dan ranting zaitun" untuk menunjukkan keinginan mereka untuk berdamai.
Sementara itu, Tacitus, sejarawan Romawi lainnya, menceritakan kejadian serupa pada masa perang saudara Romawi tahun 69 M. Dari catatan ini, terlihat bahwa orang-orang kuno telah menggunakan kain putih bersama simbol-simbol penting lainnya untuk meminta berakhirnya pertempuran.
Ed Watts, seorang profesor sejarah di Universitas California, San Diego, menjelaskan bahwa masyarakat Mediterania pada masa itu menggunakan kain putih untuk menyembah para dewa. Penggunaan kain dan wol berwarna putih dimaksudkan agar mereka dianggap menyerah dan mendapatkan belas kasihan dari lawan.
Selain itu, simbol ini juga digunakan untuk meminta perlindungan dari para dewa. Ribuan tahun kemudian, ada yang menyebutkan bahwa bendera putih kembali ditemukan dalam penggunaan Dinasti Han Tiongkok (202 SM–220 M). Mereka menggunakan bendera tersebut sebagai simbol berkabung dan penyerahan diri.
Penggunaan Bendera Putih dalam Masa Modern
Di masa modern, bendera putih mulai dikenal secara global sebagai simbol menyerah. Selain itu, bendera putih juga digunakan sebagai tanda gencatan senjata dan negosiasi di medan perang.
Kamus Bahasa Inggris Oxford dan Merriam Webster mencatat penggunaan istilah "bendera putih" paling awal yang diketahui pada tahun 1578. Pada masa itu, pelaut Inggris George Best menulis tentang upayanya menemukan Jalur Barat Laut di atas kapal Discoverie. Ia menulis tentang pertemuannya dengan orang-orang Inuit yang melakukan kontak damai dengan awak kapal dengan menampilkan "bendera putih yang terbuat dari kantung kemih yang dijahit bersama dengan usus dan urat binatang".
Dengan demikian, bendera putih memiliki makna yang dalam dan kompleks, tergantung pada konteks dan situasi di mana ia digunakan. Dari sejarah hingga situasi darurat, bendera putih tetap menjadi simbol yang kuat dan penuh makna.
Komentar
Kirim Komentar