ASDP Catat Penurunan 4,5% Penumpang Jawa ke Bali Saat Libur Nataru

ASDP Catat Penurunan 4,5% Penumpang Jawa ke Bali Saat Libur Nataru

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik ASDP Catat Penurunan 4,5% Penumpang Jawa ke Bali Saat Libur Nataru. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.


aiotrade, DENPASAR – Pergerakan wisatawan dari Jawa ke Bali selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 mengalami penurunan sebesar 4,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru tercatat total penumpang dari Bali ke Jawa sebanyak 427.910 orang atau turun 4,7% (YoY), dengan total kendaraan 121.364 unit atau naik 1,8% (YoY). Sementara itu, total penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 413.839 orang atau turun 4,5 persen, dengan kendaraan 110.193 unit atau naik 0,9 persen.

Pada Kamis (1/1/2026) atau H+7 Nataru, tercatat 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk. Data ini mencerminkan kembalinya masyarakat pasca libur Natal dan Tahun Baru, seiring mulai bergeraknya kembali aktivitas ekonomi di awal tahun.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa perusahaan terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi peningkatan arus balik pada akhir pekan. Menurutnya, awal Januari tidak hanya diwarnai arus balik wisatawan, tetapi juga mulai meningkatnya pergerakan angkutan logistik menuju wilayah Jawa.

“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak arus balik Natal dan Tahun Baru,” jelas Heru dikutip dari siaran pers, Jumat (2/1/2026).

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa berdasarkan data kumulatif Posko Angkutan Nataru 2025/2026, tingkat pemanfaatan kuota lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih berada di kisaran 21,80%.

"Kondisi ini menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar, sehingga arus balik dapat berlangsung lebih merata dan terkendali," kata Windy.

Sejalan dengan itu, ASDP mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Natal dan Tahun Baru agar merencanakan perjalanan sejak dini melalui pemanfaatan sistem tiket online Ferizy.

"Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan serta datang sesuai jadwal keberangkatan," ujarnya.

Faktor Penyebab Penurunan Wisatawan

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab penurunan jumlah wisatawan dari Jawa ke Bali selama Nataru 2025 antara lain:
Perubahan pola liburan masyarakat yang cenderung lebih fokus pada destinasi lokal.
Kenaikan biaya transportasi dan penginapan yang memengaruhi keputusan perjalanan.
* Adanya beberapa peristiwa yang memengaruhi minat wisatawan, seperti cuaca buruk atau isu keamanan.

Persiapan ASDP Menghadapi Arus Balik

ASDP telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi arus balik yang diprediksi akan meningkat pada akhir pekan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
Peningkatan jumlah armada kapal untuk mengangkut penumpang dan kendaraan.
Pemantauan intensif terhadap kondisi jalur penyeberangan, terutama di lintasan utama seperti Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni.
* Peningkatan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kelancaran lalu lintas.

Rekomendasi untuk Pengguna Jasa

Untuk memastikan perjalanan lancar, ASDP memberikan beberapa rekomendasi bagi pengguna jasa:
Membeli tiket secara online melalui aplikasi Ferizy sejak H-60 sebelum keberangkatan.
Memastikan keberangkatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
* Membawa dokumen lengkap dan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Dengan langkah-langkah tersebut, ASDP berharap bisa memastikan kelancaran arus penyeberangan baik saat libur maupun di masa normal.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar