Filosofi Weton dalam Kebudayaan Jawa
Dalam kebudayaan Jawa, perjalanan hidup manusia sering dipandang sebagai alur energi yang terhubung antara langit dan bumi. Ada sebuah garis tak kasatmata yang menghubungkan hari kelahiran, watak, dan nasib seseorang. Oleh karena itu, banyak orang tua Jawa zaman dulu percaya bahwa weton adalah petunjuk halus dari takdir.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Salah satu anugerah tertinggi yang diyakini dapat turun kepada manusia adalah Wahyu Andaru—sinar keemasan yang dianggap sebagai lambang restu, pencerahan, dan kemakmuran dari Tuhan. Dalam ulasan kanal YouTube Primbon Cirebon, Wahyu Andaru digambarkan sebagai cahaya kuning kemilau dengan semburat merah di pinggirnya—ramuan sinar emas, tembaga, dan timah yang melambangkan kemuliaan dan kewibawaan.
Mereka yang ketiban Wahyu ini dipercaya akan memperoleh pangkat, kekayaan, kejayaan, serta kehidupan yang terpenuhi lahir batin. Falsafah Jawa menyebutnya sebagai kewahyon, yakni restu langit yang membuat seseorang mudah berhasil dalam segala urusan duniawi.
Berikut adalah tujuh weton yang masuk dalam kategori sangat istimewa—pemilik rezeki besar, jabatan tinggi, dan kemakmuran yang terbuka luas di masa mendatang.
1. Weton Tibo Sri
Weton Tibo Sri adalah weton yang jika neptunya dibagi 5, menghasilkan sisa angka 1. Tanda ini melambangkan keberlimpahan sandang pangan, kehidupan yang tentram, rezeki yang mengalir, serta keberuntungan yang selalu menyertai. Mereka digambarkan sebagai pribadi yang hidupnya penuh kesejahteraan.
Weton yang termasuk Tibo Sri antara lain: * Senin Pon
Selasa Wage
Rabu Wage
Jumat Legi
Rabu Pahing
Kamis Kliwon
Sabtu Pon
Mereka dipercaya membawa aura ketentraman dan kelancaran rezeki yang tidak pernah putus.
2. Weton Tibo Lungguh
Tibo Lungguh adalah kategori weton yang berada di bawah bayangan keberkahan pangkat dan kedudukan. Jika neptu 12 dan 17 dibagi 5 dan menghasilkan sisa angka 2, maka jatuhnya pada kategori ini. Weton Tibo Lungguh dikenal sebagai pemilik jabatan, derajat tinggi, dan kewibawaan besar.
Mereka sering dipercaya menjadi pemimpin, dihormati, dan mampu berjaya di mana pun berada. Weton yang termasuk Tibo Lungguh antara lain: * Selasa Wage
Senin Kliwon
Kamis Wage
Selasa Pahing
Minggu Pon
Rabu Legi
Kamis Pahing
* Sabtu Kliwon
Mereka inilah yang digambarkan sebagai pribadi dengan masa depan cerah penuh keagungan.
3. Weton Tibo Dunyo
Tibo Dunyo adalah tanda bahwa seseorang ditakdirkan memperoleh kelimpahan besar dalam urusan duniawi. Rezekinya kuat, usahanya mudah menuai keberhasilan, dan hidupnya sering dipenuhi keberuntungan dalam materi maupun keluarga.
Jika neptu 13 atau 18 dibagi 5 dan menghasilkan sisa angka 3, maka ia masuk kategori Tibo Dunyo. Weton yang termasuk di dalamnya meliputi: * Minggu Kliwon
Senin Pahing
Kamis Legi
Jumat Pon
Sabtu Wage
* Sabtu Pahing
Mereka dikenal sebagai pemilik rezeki besar dan sering kali berhasil dalam berbagai bidang kehidupan.
4. Pemilik Potensi Wahyu Andaru
Dalam primbon Jawa, Wahyu Andaru adalah cahaya pencerahan tertinggi. Mereka yang ketiban sinar ini diyakini akan memperoleh kaya raya, jabatan tinggi, serta keberhasilan besar dalam hidup.
Wahyu ini bukan sekadar nasib bawaan, tetapi juga dapat diraih melalui laku spiritual, keikhlasan hati, dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan. Energi Wahyu Andaru sering turun kepada weton-weton yang sebelumnya telah memiliki kekuatan spiritual atau karakter luhur. Dengan sinergi watak, laku batin, dan restu alam, mereka berpotensi mencapai kejayaan yang sulit ditandingi.
Deretan tujuh weton ini diyakini sebagai golongan yang sangat istimewa—mereka yang berada di bawah naungan kelimpahan rezeki, kewibawaan, serta sinar keberuntungan dari Wahyu Andaru.
Melalui hitungan neptu dan filosofi Jawa, weton-weton ini digambarkan sebagai pemilik jalan hidup yang terang, penuh keberkahan, dan dikelilingi kesuksesan besar. Bagi para pemilik weton tersebut, ramalan ini menjadi pengingat bahwa anugerah hanya akan tumbuh subur jika dijaga dengan laku yang baik—keikhlasan, kesabaran, serta usaha berkelanjutan.
Dengan mengolah potensi diri dan menjaga keluhuran hati, jalan menuju kejayaan di masa mendatang akan semakin terbuka lebar. 
Komentar
Kirim Komentar