Bahaya panas di pabrik mengancam kesehatan ginjal pekerja Indonesia

Bahaya panas di pabrik mengancam kesehatan ginjal pekerja Indonesia

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Bahaya panas di pabrik mengancam kesehatan ginjal pekerja Indonesia, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


Pekerja di berbagai sektor industri, seperti manufaktur, logam, dan konstruksi, sering kali menghadapi kondisi yang sangat panas selama bekerja. Meski sebelumnya hanya dianggap sebagai gangguan kenyamanan, nyatanya suhu tinggi bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Salah satu risikonya adalah kerusakan ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI), yang terbukti menimpa ribuan pekerja di Indonesia.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Suhu Panas dan Dehidrasi: Penyebab Kerusakan Ginjal

Suhu ekstrem memaksa tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan suhu. Hal ini menyebabkan keringat keluar dalam jumlah besar, sehingga cairan tubuh berkurang sekitar 1–2 liter per jam. Jika tidak dilakukan rehidrasi yang cukup, kondisi ini dapat memicu dehidrasi.

Dehidrasi sendiri merupakan faktor utama yang memicu kerusakan ginjal. Saat tubuh kekurangan cairan, aliran darah ke ginjal berkurang, sehingga organ tersebut kekurangan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, ginjal bisa mengalami cedera akut.

Beberapa penelitian internasional telah menemukan bahwa paparan panas di tempat kerja dapat menyebabkan heat-stress nephropathy, yaitu kerusakan ginjal yang disebabkan oleh kombinasi antara panas, dehidrasi, dan beban kerja berat.

Menurut laporan kesehatan kerja yang dikutip dari Occupational and Environmental Medicine, pekerja yang terpapar suhu tinggi setiap hari memiliki penurunan fungsi ginjal lebih cepat dibandingkan pekerja di lingkungan sejuk.

Jam Kerja Panjang dan Akses Minum Terbatas

Selain suhu tinggi, banyak pekerja industri di Indonesia juga menghadapi jam kerja yang panjang, beban fisik tinggi, serta jeda istirahat yang terbatas. Kondisi ini membuat mereka kesulitan untuk melakukan rehidrasi secara optimal.

Di beberapa pabrik, akses air minum tidak tersedia dekat dengan area kerja. Banyak pekerja mengaku harus berjalan jauh atau menunggu pergantian shift agar bisa minum. Hal ini menyebabkan mereka menahan rasa haus lebih lama, yang berisiko meningkatkan penurunan fungsi ginjal dalam jangka panjang.

Menahan haus bukanlah solusi yang tepat. Dalam kondisi panas, tubuh membutuhkan cairan yang cukup untuk menjaga keseimbangan dan mencegah dehidrasi.

Fenomena Global, Tapi Indonesia Belum Siap

Kerusakan ginjal akibat panas bukan hanya terjadi di Indonesia. Di beberapa negara tropis lain, seperti Amerika Tengah dan Sri Lanka, kasus cedera ginjal pada pekerja ladang tebu juga menjadi perhatian dunia. Ribuan pekerja mengalami penurunan fungsi ginjal meskipun tidak memiliki faktor risiko seperti diabetes atau hipertensi.

Kondisi yang terjadi di berbagai negara ini sangat mirip, yaitu adanya paparan panas ekstrem, beban kerja tinggi, dan dehidrasi. Namun, di Indonesia, fenomena ini masih belum banyak diteliti dan dianggap sebagai isu prioritas.

Pencegahan yang Efektif

Untuk menghindari kerusakan ginjal pada pekerja, beberapa langkah penting dapat dilakukan:

  • Pengukuran Panas Menggunakan WBGT
    Gunakan indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) untuk menilai risiko penyakit akibat panas secara akurat. Indeks ini mempertimbangkan suhu udara, kelembapan, radiasi matahari, dan kecepatan angin.

  • Akses Rehidrasi yang Mudah
    Pastikan titik air minum berada dekat dengan area kerja, sehingga pekerja bisa minum setidaknya setiap 20–30 menit.

  • Jadwal Istirahat Terstruktur
    Gunakan jadwal istirahat yang diukur berdasarkan tingkat panas, bukan hanya jumlah jam kerja.

  • Edukasi tentang Heat Stress dan AKI
    Pekerja perlu diberi pemahaman tentang tanda-tanda awal kerusakan ginjal, seperti sakit kepala, mual, kelelahan ekstrem, serta urin yang pekat.

  • Pemeriksaan Kesehatan Berkala
    Tes fungsi ginjal (seperti kreatinin serum dan urinalisis) sebaiknya menjadi bagian dari pemeriksaan rutin bagi para pekerja di lingkungan dengan suhu panas.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar