
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Peristiwa Penembakan di Tepi Barat
Seorang remaja Palestina berusia 16 tahun, Muheeb Jibril, tewas ditembak oleh seorang pemukim Israel di kota Tuqu’, wilayah Tepi Barat. Insiden ini terjadi setelah upacara pemakaman seorang remaja Palestina lain yang gugur dalam operasi militer Israel sehari sebelumnya.
Wali Kota Tuqu’, Mohammed al-Badan, mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyebutkan bahwa korban bernama Muheeb Jibril. Menurut informasi yang diberikan oleh al-Badan kepada Reuters melalui sambungan telepon, kejadian ini terjadi saat sejumlah pemuda berkumpul di jalan utama setelah pemakaman Ammar Sabah, yang juga berusia 16 tahun. Ammar Sabah sebelumnya tewas pada Senin, 15 Desember 2025, saat pasukan Israel melakukan serangan militer di Tuqu’.
Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina, insiden tersebut terjadi saat pasukan Israel dilempari batu, sehingga mereka menggunakan alat pembubaran massa sebelum akhirnya melepaskan tembakan balasan. Sementara itu, pihak militer Israel menyatakan bahwa insiden tersebut masih dalam peninjauan.
Versi Keamanan Israel
Seorang sumber keamanan Israel menyebutkan bahwa seorang warga sipil Israel melepaskan tembakan ke arah individu bertopeng yang melempari batu dan botol cat ke kendaraan sipil Israel di jalan utama kawasan tersebut. Sumber tersebut menjelaskan bahwa warga sipil Israel yang melepaskan tembakan telah dibawa untuk diinterogasi lebih lanjut oleh kepolisian Israel. Namun, hingga laporan ini diturunkan, pihak kepolisian Israel belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Reuters.
Kekerasan Meningkat Sejak Perang Gaza
Kekerasan di Tepi Barat dilaporkan meningkat tajam sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat lonjakan signifikan serangan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina, dengan jumlah tertinggi yang pernah tercatat terjadi pada Oktober lalu.
Tepi Barat saat ini dihuni sekitar 2,7 juta warga Palestina yang memiliki pemerintahan sendiri terbatas di bawah pendudukan militer Israel. Di wilayah yang sama, ratusan ribu warga Israel juga tinggal di permukiman yang dibangun di sana. Sebagian besar negara di dunia menganggap permukiman Israel di Tepi Barat—wilayah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967—sebagai ilegal. Sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB pun telah menyerukan Israel untuk menghentikan seluruh aktivitas permukiman.
Israel membantah anggapan tersebut dengan merujuk pada klaim hubungan historis dan alkitabiah dengan wilayah itu.
Sikap Amerika Serikat
“Amerika Serikat tetap fokus untuk menjaga keamanan Israel dan stabilitas Gaza serta Tepi Barat,” kata Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Jennifer Locetta, dalam pernyataannya di Dewan Keamanan PBB pada Selasa. “Presiden Trump telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa Amerika Serikat mengharapkan kekerasan di Tepi Barat berakhir, dan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengizinkan aneksasi Tepi Barat,” ujarnya.
Rencana Pembongkaran Kamp Pengungsi
Secara terpisah, militer Israel mengumumkan rencana penghancuran sejumlah bangunan di kamp pengungsi Nur al-Shams di bagian utara Tepi Barat, yang terletak di luar kota Tulkarm. Militer Israel menyebut kamp-kamp tersebut “berfungsi sebagai pusat gravitasi bagi aktivitas teroris”. Namun, media Palestina melaporkan bahwa Wali Kota Tulkarm mengecam rencana tersebut sebagai “kejahatan yang sepenuhnya nyata”.
Pada Maret lalu, militer Israel telah menghancurkan sebagian besar kamp Nur al-Shams untuk membuka jalur lebar bagi kendaraan militer, yang menyebabkan ribuan warga mengungsi, sebagaimana disampaikan sejumlah warga kepada Reuters. Militer Israel juga terus memperketat pembatasan pergerakan dan melakukan razia besar-besaran di sejumlah kota di Tepi Barat dengan alasan memberantas militan yang dicurigai.
Pada November, Human Rights Watch menuduh Israel melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait dugaan pengusiran paksa di Tepi Barat. Tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Israel.
Komentar
Kirim Komentar