
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), sebuah perusahaan yang berada di bawah naungan konglomerat Indonesia Prajogo Pangestu, akan membagikan dividen interim sebesar Rp 167,67 miliar atau setara dengan Rp 1,34 per saham. Anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini baru saja melakukan pencatatan sahamnya pada Juli 2025 lalu.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/12), disebutkan bahwa perseroan memutuskan untuk membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025. Dana tersebut berasal dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode hingga 30 Juni 2025.
CDIA berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 2,37 triliun melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada Juli 2025. Dalam prospektus perusahaan, dana tersebut telah dialokasikan untuk pengembangan logistik sebesar Rp 871,75 miliar dan pengembangan pelabuhan serta penyimpanan senilai Rp 1,5 triliun.
Berikut adalah jadwal pembagian dividen interim CDIA:
- Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 8 Januari 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 9 Januari 2026
- Recording Date (Tanggal Daftar Pemegang Saham): 12 Januari 2026
- Cum Dividen Pasar Tunai: 12 Januari 2026
- Ex Dividen Pasar Tunai: 13 Januari 2026
- Tanggal Pembayaran Dividen: 29 Januari 2026
Kinerja Keuangan CDIA Kuartal III 2025
Pada kuartal ketiga tahun 2025, CDIA mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 77,60 juta atau setara dengan Rp 1,29 triliun (berdasarkan asumsi kurs Rp 16.635 per US$). Laba bersih ini meningkat hingga 266,16% dibandingkan periode sama tahun lalu (year-on-year/yoy), yang mencetak US$ 21,19 juta atau Rp 352,56 miliar.
Kenaikan laba ini didorong oleh pendapatan yang meningkat sebesar 41,97% (yoy) menjadi US$ 104,82 juta atau Rp 1,74 triliun. Kenaikan pendapatan terjadi di hampir seluruh lini bisnis CDIA.
- Penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya: US$ 68,23 juta, naik 13,85% (yoy).
- Penjualan bahan bakar: US$ 24,67 juta, meningkat 1.234,12% (yoy).
- Sewa tangki dan dermaga: US$ 4,19 juta, tumbuh 18,46% (yoy).
Namun, penjualan bahan bakar mengalami penurunan sebesar 9,25% (yoy) menjadi US$ 7,72 juta pada kuartal ketiga tahun ini.
Direktur Chandra Daya Investasi, Jonathan Kandinata, menyatakan bahwa kinerja positif perusahaan diperkuat oleh beberapa faktor, antara lain pinjaman dari BTN sebesar Rp 2 triliun, kerja sama dengan Bank Danamon, tambahan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, serta dana hasil IPO pada Juli 2025.
"Seluruh inisiatif ini secara kolektif memperkuat ketahanan finansial CDI Group dan memposisikan grup untuk melanjutkan pertumbuhan jangka panjang di seluruh pilar bisnisnya," ujar Jonathan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/10).
Hingga akhir kuartal III 2025, CDIA memiliki aset senilai US$ 1,6 miliar. Angka ini naik 48,07% dibandingkan posisi akhir Desember 2024 yang sebesar US$ 1,08 miliar.
Komentar
Kirim Komentar