Sektor Perbankan Pemegang Dividen Terbesar Tahun 2025
Dalam rangkaian konferensi pers penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, mengungkapkan data mengenai sektor-sektor yang paling besar dalam memberikan dividen selama tahun 2025. Salah satu sektor yang mendominasi adalah perbankan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Samsul menjelaskan bahwa sektor finansial atau perbankan menjadi kontributor terbesar dalam distribusi dividen sepanjang tahun ini. Angka yang disebutkan adalah sebesar Rp80,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan kinerja positif dari sektor perbankan yang mampu memberikan keuntungan signifikan kepada para pemegang saham.
Sektor Lain dengan Distribusi Dividen Besar
Setelah sektor perbankan, sektor energi menjadi yang kedua dengan jumlah dividen yang dibagikan mencapai Rp27,95 triliun. Selanjutnya, sektor pelayanan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi mendistribusikan dividen sebesar Rp20,18 triliun, dan sektor industrial multi-sektor holding sebesar Rp10,48 triliun.
Selain itu, sektor infrastructure wireless telecommunication service juga turut serta dalam daftar sektor yang membagikan dividen. Angkanya mencapai sekitar Rp10 triliun. Dengan demikian, sektor-sektor ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik selama tahun 2025.

Aktivitas Tindakan Korporasi yang Tinggi
Tidak hanya dalam hal distribusi dividen, KSEI juga mencatat tingginya aktivitas tindakan korporasi sepanjang tahun 2025. Frekuensi tindakan korporasi meningkat dari 6.976 aksi pada 2024 menjadi 7.610 aksi pada tahun ini.
Nilai distribusi tindakan korporasi selama 2025 mencapai Rp491 triliun, lebih tinggi dibandingkan angka tahun sebelumnya yang sebesar Rp469 triliun. Penyebab utamanya adalah pembayaran bunga obligasi yang mencapai 4.115 aksi, diikuti oleh pembagian dividen sebanyak 480 aksi, pelunasan pokok sebanyak 617 aksi, pembagian bagi hasil sebanyak 1.532 aksi, serta aksi lainnya sebanyak 866 aksi.

Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 20 Juta
Data KSEI menunjukkan bahwa jumlah investor pasar modal telah mencapai 20,2 juta. Angka ini menunjukkan pertumbuhan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 2.703.578 investor.
Pertumbuhan investor sepanjang 2025 masih didominasi oleh laki-laki sebesar 66,35 persen. Berdasarkan profesi, pegawai menjadi kontributor terbesar dengan porsi 66,20 persen, disusul oleh investor dengan latar belakang pendidikan lulusan SMA/sederajat sebesar 15,15 persen.
Kelompok usia muda juga memegang peranan penting dalam ekspansi basis investor. Tercatat 52,59 persen investor baru berusia di bawah 30 tahun, mencerminkan tingginya partisipasi generasi muda dalam pasar modal. Dari sisi penghasilan, mayoritas investor berada pada rentang Rp10 juta hingga Rp100 juta per bulan, dengan porsi mencapai 57,29 persen.

Komentar
Kirim Komentar