
Persebaya Surabaya Menghadapi Laga Berat dengan Dukungan Suporter
Risto Mitrevski, bek asing Persebaya Surabaya, menyampaikan pesan khusus kepada Bonek jelang laga krusial menghadapi Borneo FC. Ia berharap dukungan penuh suporter bisa memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (20/12/2025) mendatang.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Risto Mitrevski yang akan kembali merumput setelah absen panjang akibat cedera, menegaskan bahwa kehadiran suporter menjadi faktor penting dalam sepak bola modern. “Bagi seorang pemain sepak bola, fans adalah hal terpenting dalam permainan. Mendapat banyak dukungan dari mereka pasti sangat menyenangkan,” ujarnya.
Ia berharap atmosfer GBT yang penuh dapat menjadi dorongan tambahan bagi Persebaya untuk bangkit. Dukungan total Bonek dinilai krusial bagi Persebaya yang tengah berupaya mengakhiri tren kurang maksimal. Dalam empat laga terakhir, Bajul Ijo hanya mampu meraih hasil imbang.
“Terus beri dukungan pada Persebaya meskipun mengalami kekalahan, seri atau bahkan menang,” ujar pemain asal Makedonia Utara tersebut. “Fans perlu mendukung kami agar kami terus melaju,” tambah Risto Mitrevski.
Laga Berat, Borneo FC Juga Ingin Bangkit
Laga pekan ke-15 Super League ini diprediksi berlangsung sengit. Selain berstatus pemuncak klasemen, Borneo FC juga datang dengan motivasi bangkit setelah dua kekalahan beruntun yang menghentikan catatan impresif 11 kemenangan berturut-turut.
Meski demikian, Risto Mitrevski tetap optimistis dengan kekuatan timnya. Persebaya dipastikan tampil tanpa Bruno Moreira dan Francisco Rivera yang harus absen karena sanksi. Namun, Risto Mitrevski menegaskan hal tersebut tidak mengurangi keyakinannya. Ia berjanji akan tampil maksimal dan tidak mengecewakan dukungan Bonek.
Siap Kembali Usai Cedera Panjang
Risto Mitrevski merupakan bek tengah asing pilihan utama Persebaya sejak awal musim 2025/2026. Sayangnya, ia harus menepi setelah mengalami cedera usai melakoni lima laga awal dan absen dalam delapan pertandingan terakhir. Kini, kondisinya telah pulih sepenuhnya. “Kondisi saya sangat baik sekarang. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan poin,” pungkas Risto Mitrevski.
Persebaya Surabaya memasuki pekan krusial dengan satu pekerjaan besar yang belum terselesaikan: mencari pelatih kepala baru. Setelah berpisah dengan Eduardo Perez pada 22 November lalu, posisi pelatih utama masih kosong hingga pertengahan Desember. Situasi ini membuat Bonek mulai mempertanyakan arah klub, terutama karena tim sedang membutuhkan stabilitas.
Di media sosial, desakan suporter semakin keras, menuntut manajemen segera mengumumkan pelatih baru. Beberapa suporter bahkan menyebut nama-nama pelatih yang mereka harapkan bisa datang ke Surabaya.
Kandidat Pelatih Baru Mulai Bermunculan
Di tengah ketidakpastian, sejumlah nama pelatih mulai dikaitkan dengan Persebaya Surabaya. Nama Benjamin Mora menjadi salah satu yang paling sering disebut oleh suporter. Pelatih asal Malaysia itu dikenal memiliki rekam jejak kuat bersama Johor Darul Ta’zim (JDT). Beberapa Bonek menilai Mora cocok dengan karakter permainan Persebaya yang agresif dan cepat.
Selain Mora, ada pula rumor mengenai pelatih asal Eropa Timur yang disebut-sebut sedang dalam tahap komunikasi. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen. Bonek terus menuntut transparansi, terutama karena tim sedang berada dalam periode penting.
Kondisi Persebaya dan Borneo FC Jelang Pertandingan
Di tengah isu pelatih baru, Persebaya Surabaya tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi Borneo FC. Kabar baik datang dari pulihnya dua pemain penting, Risto Mitrevski dan Koko Ari Araya. “Kondisi pemain cedera sudah berangsur-angsur membaik,” kata Uston. Keduanya berpeluang tampil setelah absen cukup lama karena cedera.
Namun Persebaya tetap kehilangan dua pilar, Bruno Moreira dan Francisco Rivera, yang absen karena sanksi. Situasi ini membuat Persebaya harus memaksimalkan pemain yang tersedia. “Kami masih ada 24-25 pemain, ya semuanya harus siap,” ujar Uston.
Persebaya ingin memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk mengakhiri tren imbang. Atmosfer Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain. Rachmat Irianto menegaskan bahwa tim harus tampil habis-habisan.
Sementara itu, Borneo FC datang ke Surabaya dengan kondisi yang tidak sepenuhnya ideal. Pesut Etam baru saja menelan dua kekalahan beruntun setelah sebelumnya mencatat 11 kemenangan beruntun. Kekalahan dari Bali United dan Persib Bandung membuat posisi mereka di puncak klasemen mulai terancam.
Salah satu pemain kunci, Fajar Fathurrahman, menegaskan bahwa tim tidak boleh larut dalam kekecewaan. “Setiap tahun pasti ada situasi seperti ini. Tapi Borneo tetaplah Borneo,” ujarnya. Ia menilai bahwa kekalahan harus dijadikan bahan evaluasi.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama berada dalam tekanan, laga ini diprediksi berlangsung ketat. Persebaya membutuhkan kemenangan untuk meredam kritik suporter dan mengembalikan kepercayaan diri tim.
Komentar
Kirim Komentar