BI Pertahankan Suku Bunga 4,75 Persen untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

BI Pertahankan Suku Bunga 4,75 Persen untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai BI Pertahankan Suku Bunga 4,75 Persen untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


PALANGKA RAYA, aiotrade.CO
– Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi inflasi yang terjaga serta stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

“Keputusan ini merupakan bagian dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).

Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen, guna menjaga keseimbangan likuiditas di sistem keuangan.

Dia menjelaskan, kebijakan suku bunga tersebut diiringi dengan penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing, baik pada transaksi spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

“Langkah ini juga didukung dengan pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar keuangan,” katanya.

Bank Indonesia turut memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter melalui optimalisasi instrumen operasi moneter, termasuk penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pengelolaan suku bunga instrumen moneter.

Menurut Yuliansah, dari sisi kebijakan makroprudensial, BI melanjutkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas.

“Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit dan mendorong pembiayaan sektor riil,” ujarnya.

Di bidang sistem pembayaran, Bank Indonesia juga terus mendorong akselerasi digitalisasi melalui perluasan implementasi QRIS, termasuk QRIS Tap di sektor transportasi dan ritel.

Yuliansah menegaskan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memperkuat ketahanan ekonomi Kalimantan Tengah.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai BI Pertahankan Suku Bunga 4,75 Persen untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar