
aiotrade
Pemangku Sultan Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam upaya membawa kasus tujuh pemain naturalisasi ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Ia menyatakan siap menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan oleh FAM selama proses hukum berlangsung.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Keputusan ini diambil setelah FIFA menolak banding yang diajukan oleh FAM pada Senin (3/11), dengan tetap memberlakukan sanksi terhadap tujuh pemain tersebut. Sanksi yang diberikan meliputi skorsing selama 12 bulan dan denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp 7,2 miliar) kepada Federasi Sepak Bola Nasional Malaysia.
Dalam pernyataannya, Tunku Ismail menegaskan bahwa ia akan menanggung semua biaya hukum secara pribadi. “Saya tanggung semua, bukan duit rakyat,” ujarnya seperti dikutip dari The Star.
Sebelumnya, Tunku Ismail juga telah menyampaikan kesediaannya untuk membantu FAM jika diminta. Hal ini ia nyatakan saat konferensi pers di Subang Jaya pada 25 Oktober 2025. Pada kesempatan itu, ia mengatakan bahwa dirinya bersedia menanggung biaya hukum jika FAM membutuhkan bantuan.
Setelah keputusan banding dari FIFA keluar, FAM menyatakan bahwa mereka telah meminta pendapat dari penasihat hukum mereka. Federasi tersebut akan bertindak sesuai nasihat yang diberikan sebelum mengajukan perkara ke CAS. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga reputasi FAM serta membela hak-hak tujuh pemain berdarah campuran yang terkena sanksi.
Tunku Ismail juga sempat menjadi sorotan di media sosial setelah mengunggah foto pertemuannya dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pertemuan ini diduga berkaitan dengan sanksi terhadap ketujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
“Kami berada di sini tidak untuk saling menyalahkan, tetapi untuk mencari solusi dan membangun fondasi sepak bola yang kuat bagi bangsa,” tulis Tunku Ismail di akun Instagram pribadinya.
Namun, Gianni Infantino kemudian membantah dugaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedatangannya ke Malaysia adalah untuk membahas pengembangan sepak bola dan menjajaki peluang kerja sama.
“Kami membahas pengembangan sepak bola dan menjajaki peluang kerja sama untuk memastikan olahraga ini terus memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menginspirasi anak-anak,” tulis Gianni Infantino.
Tunku Ismail dan FAM terus berupaya memperjuangkan hak para pemain naturalisasi. Dengan dukungan finansial dari Tunku Ismail, FAM memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh keadilan di CAS.
Beberapa pihak percaya bahwa langkah ini akan menjadi awal dari perubahan signifikan dalam sistem sepak bola Malaysia. Dengan adanya intervensi dari pihak berpengaruh, harapan untuk menyelesaikan masalah ini secara adil semakin besar.
Selain itu, langkah Tunku Ismail juga menunjukkan komitmen kuatnya terhadap olahraga. Ia tidak hanya sekadar menyatakan dukungan, tetapi juga bersedia menanggung biaya hukum secara pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa ia serius ingin membantu FAM dalam memperjuangkan keadilan.
Proses hukum di CAS akan menjadi momen penting bagi FAM dan tujuh pemain tersebut. Dengan dukungan dari Tunku Ismail, FAM memiliki peluang besar untuk memperoleh putusan yang adil.
Kemungkinan besar, hasil dari proses hukum ini akan menjadi contoh bagaimana sebuah federasi dapat memperjuangkan hak-hak pemainnya. Dengan dukungan dari pihak yang berpengaruh, harapan untuk menyelesaikan masalah ini secara adil semakin besar.
Tunku Ismail juga menunjukkan bahwa ia tidak hanya peduli pada sepak bola, tetapi juga pada keadilan. Dengan tindakan nyata seperti ini, ia menunjukkan bahwa ia siap menjadi bagian dari perubahan positif dalam dunia olahraga Malaysia.
Komentar
Kirim Komentar