
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Persebaya Surabaya Menghadapi Kekalahan di Kandang
Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, akhirnya memberikan penjelasan mengenai keputusan yang diambil dalam pertandingan melawan Persija Jakarta. Ia menjelaskan bahwa rotasi pemain yang dilakukan, termasuk mencadangkan Gali Freitas, merupakan hasil evaluasi dari sesi latihan.
Menurut Perez, setiap pemain mendapatkan perlakuan yang sama dalam menilai performa sebelum pertandingan besar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Keputusan untuk menurunkan atau mencadangkan pemain didasarkan pada kebutuhan taktik dan kesiapan fisik, bukan faktor lain di luar lapangan.
Pertandingan ini menjadi pukulan bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya tampil cukup menjanjikan di beberapa pekan terakhir. Di hadapan ribuan Bonek yang memadati GBT, Green Force gagal menunjukkan ketajaman dan konsistensi permainan yang selama ini mereka banggakan.
Perez menyebut pertandingan melawan Persija seharusnya bisa berjalan seimbang karena kedua tim memiliki peluang untuk menang. Namun, detail kecil dalam permainan justru menjadi pembeda yang membuat Persebaya Surabaya harus menelan hasil pahit di kandang sendiri.
“Kadang hasil pertandingan ditentukan oleh beberapa situasi, bola mati, penalti, atau satu tembakan. Jadi kami tahu apa yang harus diperbaiki,” kata Perez menambahkan.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu mengakui Persebaya Surabaya tampil baik di awal pertandingan, tetapi kehilangan fokus setelah kebobolan dua gol. Situasi tersebut membuat permainan tim menjadi sulit dikendalikan dan arah serangan semakin mudah dibaca lawan.
Bagi Perez, kekalahan ini bukan soal kualitas pemain, melainkan tentang bagaimana tim mengelola momen krusial di tengah tekanan pertandingan. Ia menegaskan pentingnya kedewasaan taktik dan disiplin dalam menjaga konsentrasi sepanjang 90 menit.
“Bagi saya, ini pertandingan antara dua tim yang sama-sama ingin menang. Tapi tentu saja, kemenangan sering ditentukan oleh detail kecil.”
Meski kecewa, Perez meminta para pemain untuk segera melupakan hasil negatif tersebut dan fokus ke pertandingan berikutnya. Ia menegaskan Persebaya Surabaya harus bangkit dan tetap menjaga semangat positif demi memperbaiki posisi di klasemen Super League.
“Sekarang kami harus kembali bersatu,” ucapnya dengan nada tegas.
“Hari ini kami sedih karena tidak bisa memberikan kemenangan kepada suporter, tapi mulai besok kami harus berpikir positif dan bekerja keras untuk pertandingan selanjutnya.”
Keputusan rotasi pemain, termasuk mencadangkan Gali Freitas, memang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter. Banyak yang menilai winger asal Timor Leste itu seharusnya tampil sejak menit awal karena kecepatannya kerap menjadi senjata andalan Persebaya Surabaya di sisi kiri.
Namun, Perez punya pandangan lain berdasarkan evaluasi internal. Ia menilai setiap pemain perlu berada dalam kondisi terbaik untuk tampil, dan keputusan mencadangkan Gali bukan bentuk hukuman, melainkan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan tim.
Gali Freitas sendiri sejauh musim ini tampil dalam tujuh pertandingan dengan torehan satu gol dan satu assist dari total 239 menit bermain. Pemain berusia 20 tahun itu dikenal cepat, eksplosif, dan berani menantang bek lawan dengan dribel khasnya dari sisi kiri lapangan.
Performa Gali menjadi sorotan karena kontribusinya sempat mengangkat permainan Persebaya Surabaya di beberapa laga sebelumnya. Namun, performa di sesi latihan dan kebutuhan taktis membuat Perez memilih untuk memberinya waktu istirahat dalam laga krusial melawan Persija.
Sementara itu, pemain belakang Persebaya Surabaya, Leo Lelis, menilai kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh tim. Ia mengakui pertandingan melawan Persija berlangsung dengan intensitas tinggi dan menuntut konsentrasi penuh sejak awal.
“Kami kurang beruntung hari ini karena tidak bisa membawa tiga poin pulang,” kata Lelis.
Lelis menambahkan, para pemain tidak terlalu memikirkan komentar dari luar lapangan dan hanya fokus menjalankan instruksi pelatih. Ia menegaskan seluruh tim tetap menghormati pandangan suporter, tetapi tanggung jawab utama mereka adalah menjaga performa di lapangan.
“Saya tidak mendengar apa pun dari tribune karena fokus pada permainan. Kami berusaha bermain sesuai gaya kami dan mencari ruang yang tersedia di lapangan,” ujarnya.
Kini, fokus Persebaya Surabaya adalah memperbaiki detail kecil yang kerap menjadi penyebab kehilangan poin. Perez dan tim pelatih berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar Green Force bisa tampil lebih konsisten di laga berikutnya.
Kekalahan dari Persija menjadi alarm bagi Persebaya Surabaya untuk tidak terlena dan segera menemukan kembali ritme permainan terbaiknya. Perez yakin dengan kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan, timnya akan segera bangkit dan kembali memuaskan Bonek.
Komentar
Kirim Komentar