Buah Ketakwaan: Jalan Menuju Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Buah Ketakwaan: Jalan Menuju Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Buah Ketakwaan: Jalan Menuju Kemuliaan Dunia dan Akhirat, berikut adalah fakta yang berhasil kami rangkum dari lapangan.
Buah Ketakwaan: Jalan Menuju Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Kajian Subuh di Masjid Attaqwa: Membahas Buah Taqwā dalam Kitāb Taisīrul Akhlāq

Kajian subuh yang diadakan di Masjid Attaqwa pagi ini menutup pembahasan bab Taqwā (ketakwaan) dalam Kitāb Taisīrul Akhlāq. Sesi ini dipimpin oleh Ustaz Prof Sholihan Ham dan secara khusus mengupas tentang "buah" atau balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang bertakwa, baik di dunia maupun di akhirat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Acara dibuka dengan Basmalah dan Ḥamdalah sebagai bentuk syukur atas rahmat Allāh Subḥānahu wa Ta'ālā, serta pembacaan Al-Fātiḥah yang ditujukan kepada pengarang kitab sebagai pengharapan agar ilmu yang didapat menjadi berkah.

Tiga Pemicu Ketakwaan

Sebelum memasuki inti bahasan, Ustaz Prof Sholihan Ham mengingatkan kembali tiga hal mendasar yang dapat mendorong seseorang menjadi bertakwa, yang telah dibahas pada sesi sebelumnya:

  • Sadar akan Status Hamba: Memahami bahwa diri adalah hamba yang hina di hadapan Allāh yang Maha Kuat dan Perkasa. Kesadaran ini akan menghalangi seseorang dari perbuatan maksiat (ma'ṣiat).
  • Mengingat Kebaikan Allāh: Mengingat limpahan karunia dan kebaikan Allāh akan mencegah dari pengingkaran dan mendorong kepada rasa syukur (syukr).
  • Mengingat Kematian: Mengingat mati akan mendorong hamba untuk bersegera melakukan amal saleh ('amal ṣāleḥ) sebagai bekal, sehingga ia patuh menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allāh.

Buah Taqwā: Kebahagiaan di Dua Alam

Inti kajian, yang merupakan bagian terakhir dari bab Taqwā, menjelaskan bahwa orang yang bertakwa—yang melaksanakan perintah, menjauhi larangan, mengosongkan diri dari perilaku tercela, dan menghiasi diri dengan perilaku utama—dijanjikan oleh Allāh Subḥānahu wa Ta'ālā balasan berupa kebahagiaan di dua tempat kediaman.

Hal ini ditegaskan dalam firman Allāh: lahumul busyra fil ḥayātiddunyā wa fil-ākhirah (Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia dan di akhirat).

I. Kemuliaan di Dunia (Dunyā)

Menurut kajian Kitāb Taisīrul Akhlāq, orang bertakwa akan mendapatkan sejumlah kehormatan dan kemuliaan di kehidupan dunia, di antaranya:

  • Kedudukan dan Derajat Tinggi: Mereka akan memperoleh kedudukan yang tinggi (marātib 'āliyah) dan derajat yang mulia (darajāt 'āliyah). Dalam Al-Qur'an disebutkan, “Innā akramakum 'indallāhi atqākum” (Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allāh adalah orang yang paling bertakwa).
  • Reputasi dan Nama Baik (Wajmaluz-Żikri): Orang bertakwa akan dikenang dan disebut-sebut namanya dengan kebaikan. Nama baik ini bahkan menjadi inspirasi bagi orang lain, sering diceritakan dalam acara peringatan seperti ḥaul.
  • Kasih Sayang Manusia (Wa taḥṣulul Mawaddati minan-Nās): Mereka pasti akan disayangi dan dikasihi oleh sesama manusia.
  • Diutamakan dalam Kebaikan: Setiap orang yang berakal sehat (kullu 'āqil) akan memandang bahwa orang bertakwa (ṣāḥib at-Taqwā) lebih utama dan lebih pantas untuk diberi kebajikan (Al-Birr) dan perbuatan baik terbaik (Al-Iḥsān). Al-Iḥsān didefinisikan sebagai perbuatan terbaik, di atas sekadar keadilan ('adl), contohnya adalah memaafkan ketika mampu membalas.
  • Disertai Allāh: Kemuliaan terbesar adalah firman Allāh dalam Surah An-Naḥl, “Innallāha ma'allażīnattaqaw wallażīna hum muḥsinūn” (Sesungguhnya Allāh beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan).

II. Keselamatan di Akhirat (Ākhirah)

Balasan di akhirat bagi orang bertakwa mencakup dua hal utama:

  • Keselamatan dari Neraka (Fanajātum minan-Nār): Orang bertakwa akan dihindarkan dan diselamatkan dari siksaan api neraka.
  • Keberuntungan dengan Surga (Wal-Fawzi bil-Jannah): Mereka akan dimasukkan ke dalam surga.

Kajian mengutip Surah Az-Zumar yang menyebutkan bahwa orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka akan digiring ke surga secara berombongan (zumaran). Setibanya di sana, para penjaga surga akan menyambut mereka dengan ucapan: “Salāmun 'alaikum ṭibtum fadkhulūhā khālidīn.” (Keselamatan untukmu, kesejahteraan untukmu, berbahagialah kalian, dan Masuklah ke dalam surga itu selama-lamanya)

Orang-orang ahli surga akan membalas dengan “Alḥamdulillāhi allażī ṣadaqanā wa'dahū” (Segala puji bagi Allāh yang telah memenuhi janji-Nya), dan mereka akan diizinkan menempati surga di mana pun mereka kehendaki.

Penutup Kajian

Kajian ditutup dengan doa agar seluruh jemaah dijadikan oleh Allāh sebagai orang-orang yang bertakwa dan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, sebagaimana janji Allāh: “Lā tabdīla likalimātillāh” (Tidak ada perubahan pada janji Allāh).

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Buah Ketakwaan: Jalan Menuju Kemuliaan Dunia dan Akhirat. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar