Bulog libatkan Polri kejar target penyerapan jagung

Bulog libatkan Polri kejar target penyerapan jagung

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Bulog libatkan Polri kejar target penyerapan jagung. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kolaborasi Strategis Bulog dan Polri Demi Serapan Jagung Nasional 1 Juta Ton di 2026

Perum Bulog menargetkan penyerapan jagung nasional sebesar 1 juta ton pada tahun 2026. Untuk mencapai ambisi besar ini, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan akan menjalin kolaborasi erat dengan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan target serapan jagung dapat tercapai secara optimal dan efektif.

"Target kami adalah pencapaian penyerapan jagung juga 1 juta ton di tahun 2026," ujar Rizal, menekankan keseriusan Bulog dalam mengamankan pasokan jagung domestik.

Bulog menyadari bahwa upaya ini tidak dapat dilakukan sendirian. Keberhasilan program serapan jagung sangat bergantung pada dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, serta partisipasi aktif para petani di lapangan. Oleh karena itu, Bulog berkomitmen untuk membangun sinergi yang solid.

Strategi Bulog dalam Mencapai Target Serapan Jagung:

  • Perencanaan Matang Sejak Dini: Bulog akan memulai perencanaan program serapan jagung jauh sebelum masa panen tiba, memastikan kesiapan sumber daya dan logistik.
  • Intensifikasi Koordinasi Lapangan: Komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan para petani, kelompok tani, dan dinas terkait di daerah akan menjadi prioritas utama.
  • Akselerasi Proses Serapan: Proses pembelian hasil panen jagung akan dipercepat untuk meminimalkan kerugian petani akibat penyimpanan yang terlalu lama.

Peran Krusial Polri dalam Pengawasan dan Distribusi Jagung

Kolaborasi dengan Polri dianggap sebagai elemen kunci dalam strategi Bulog. Kehadiran aparat penegak hukum di lapangan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:

  • Pengawasan Menyeluruh: Polri akan membantu dalam pengawasan proses pengadaan jagung, mulai dari tingkat petani hingga sampai ke gudang Bulog, guna mencegah praktik-praktik yang merugikan petani atau negara.
  • Pendampingan Petani: Keberadaan Polri juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi para petani, serta membantu menyelesaikan potensi permasalahan yang mungkin timbul di tingkat petani.
  • Kelancaran Distribusi: Dalam hal distribusi jagung, sinergi dengan Polri akan memastikan kelancaran transportasi dari sentra produksi ke titik-titik penyerapan, sehingga rantai pasok dapat berjalan tanpa hambatan.

Sinergi ini diharapkan dapat mewujudkan penyerapan jagung yang lebih efektif dan efisien, serta memberikan manfaat maksimal bagi seluruh ekosistem pertanian jagung di Indonesia.

Proyeksi Produksi dan Konsumsi Jagung Nasional: Menuju Surplus Berkelanjutan

Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan tren positif dalam produksi jagung nasional. Berdasarkan angka dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai 16,11 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,44 persen dibandingkan dengan produksi pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 15,14 juta ton.

Dalam perhitungan Proyeksi Neraca Pangan Nasional, Bapanas memperkirakan akan terjadi surplus jagung sebesar 463,9 ribu ton pada tahun 2025. Surplus ini tercipta karena kebutuhan konsumsi jagung nasional pada tahun yang sama diperkirakan mencapai 15,65 juta ton.

Angka surplus pada tahun 2025 ini bahkan melampaui capaian pada tahun 2023. Saat itu, produksi jagung tercatat sebesar 14,77 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sekitar 14,47 juta ton, menghasilkan surplus sebesar 307,4 ribu ton.

Secara keseluruhan, dalam kurun waktu dua tahun (dari 2023 ke 2025), surplus produksi dan konsumsi jagung mengalami peningkatan signifikan sebesar 23,2 persen, dari 307,4 ribu ton menjadi 463,9 ribu ton. Pertumbuhan positif ini menjadi indikator pentingnya penguatan sistem pangan nasional.

Kontribusi Polri dalam Peningkatan Produksi Jagung

Dukungan Polri terhadap sektor pertanian jagung tidak hanya terbatas pada aspek pengawasan dan distribusi. Dalam konteks peningkatan produksi, kontribusi Polri juga sangat berarti. Diperkirakan, partisipasi Polri dalam upaya peningkatan produksi jagung nasional mencapai 3,5 juta ton, yang setara dengan 20 persen dari total produksi jagung nasional pada tahun 2025.

Hal ini sejalan dengan arahan yang diterima oleh Polri dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya Polri untuk berperan aktif dalam program penanaman jagung sebagai bagian dari upaya membangun sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berpihak pada para petani. Melalui program-program seperti ini, diharapkan ketahanan pangan nasional dapat semakin terwujud dan kesejahteraan petani dapat terus ditingkatkan.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar