Daftar 20 Orang Terkaya Asia Tahun 2025 Versi Forbes

Daftar 20 Orang Terkaya Asia Tahun 2025 Versi Forbes

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Daftar 20 Orang Terkaya Asia Tahun 2025 Versi Forbes. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Mukesh Ambani Jadi Orang Terkaya di Asia Tahun 2025

Mukesh Ambani, seorang pengusaha asal India, berhasil menjadi orang terkaya di Asia pada tahun 2025 berdasarkan daftar Forbes Real Time Billionaires. Ia memiliki kekayaan sebesar 110,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp1,85 kuadriliun. Kekayaan ini berasal dari bisnisnya yang sangat luas, yaitu Reliance Industries.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Reliance Industries fokus pada berbagai sektor seperti petrokimia, minyak dan gas, telekomunikasi, ritel, media, serta jasa keuangan. Perusahaan ini mencatatkan pendapatan hingga 125 miliar dolar AS. Selain itu, perusahaan juga sedang memperluas bisnisnya ke energi hijau. Dalam dekade berikutnya, Reliance akan menginvestasikan sebesar 80 miliar dolar AS untuk pengembangan energi terbarukan dan pembangunan kompleks baru di sebelah kilang minyaknya.

Dominasi China dalam Daftar Orang Terkaya Asia

Dari 20 orang terkaya di Asia, sepuluh di antaranya berasal dari China. Di bawah Mukesh Ambani, ada Zhang Yiming, pemilik TikTok, dengan kekayaan sebesar 69,3 miliar dolar AS (Rp1,16 kuadriliun). Berikutnya adalah Zhong Shanshan yang bergerak di bidang obat-obatan dengan kekayaan sebesar 69,1 miliar dolar AS (Rp1,15 kuadriliun). Ma Huateng, yang memiliki bisnis game online, memiliki kekayaan sebesar 61,9 miliar dolar AS (Rp1,03 kuadriliun).

William Ding dan Colin Huang masing-masing memiliki kekayaan sebesar 44,9 miliar dolar AS (Rp751,05 triliun) dan 40,2 miliar dolar AS (Rp672,19 triliun). He Xiangjian & family memiliki kekayaan sebesar 32,3 miliar dolar AS (Rp540,08 triliun), Lei Jun dengan kekayaan 31,6 miliar dolar AS (Rp528,45 triliun), dan Zheng Shuliang & family dengan kekayaan 31,1 miliar dolar AS (Rp520,26 triliun). Jack Ma memiliki kekayaan sebesar 29,4 miliar dolar AS (Rp491,72 triliun), sementara Huang Shilin memiliki kekayaan 25,6 miliar dolar AS (Rp428,2 triliun).

Prajogo Pangestu: Satu-satunya Perwakilan Indonesia

Prajogo Pangestu menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang masuk dalam daftar 20 orang terkaya di Asia selama tahun 2025. Ia memiliki kekayaan sebesar 38,8 miliar dolar AS (Rp649 triliun). Prajogo adalah pengusaha di bidang energi dan petrokimia. Ia mulai membangun bisnisnya dari usaha kayu pada akhir 1970-an. Perusahaan miliknya, Barito Pacific Timber, go public pada 1993 dan kemudian mengubah namanya menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayu pada 2007.

Pada 2007, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kekayaan Prajogo semakin melambung setelah perusahaan pertambangan batu bara miliknya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), go public pada 2023. Ia juga mendaftarkan perusahaan energi terbarukannya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), di BEI.

Daftar 20 Orang Terkaya di Asia

Berikut ini daftar 20 orang terkaya di Asia versi Forbes Real Time Billionaires:

  1. Mukesh Ambani (India)
    Harta kekayaan: 110,7 miliar dolar AS (Rp1,85 kuadriliun)
    Sektor bisnis: energi, telekomunikasi, layanan keuangan, ritel, dan media

  2. Zhang Yiming (China)
    Harta kekayaan: 69,3 miliar dolar AS (Rp1,16 kuadriliun)
    Sektor bisnis: media sosial (TikTok)

  3. Zhong Shanshan (China)
    Harta kekayaan: 69,1 miliar dolar AS (Rp1,15 kuadriliun)
    Sektor bisnis: air minum dan obat-obatan

  4. Gautam Adani (India)
    Harta kekayaan: 65,7 miliar dolar AS (Rp1,09 kuadriliun)
    Sektor bisnis: infrastruktur dan komoditas

  5. Ma Huateng (China)
    Harta kekayaan: 61,9 miliar dolar AS (Rp1,03 kuadriliun)
    Sektor bisnis: game online

  6. Robin Zheng (Hong Kong)
    Harta kekayaan: 56 miliar dolar AS (Rp937,03 triliun)
    Sektor bisnis: baterai kendaraan listrik

  7. Masayoshi Son (Jepang)
    Harta kekayaan: 55,9 miliar dolar AS (Rp953,76 triliun)
    Sektor bisnis: telkomunikasi dan investasi

  8. Tadashi Yanai & keluarga (Jepang)
    Harta kekayaan: 52,2 miliar dolar AS (Rp873,82 triliun)
    Sektor bisnis: ritel fesyen

  9. William Ding (China)
    Harta kekayaan: 44,9 miliar dolar AS (Rp751,05 triliun)
    Sektor bisnis: game online

  10. Li Ka-shing (Hong Kong)
    Harta kekayaan: 41,5 miliar dolar AS (Rp694,71 triliun)
    Sektor bisnis: investasi infrastruktur, pelabuhan, ritel, energi, dan telekomunikasi

  11. Colin Huang (China)
    Harta kekayaan: 40,2 miliar dolar AS (Rp672,19 triliun)
    Sektor bisnis: E-commerce

  12. Prajogo Pangestu (Indonesia)
    Harta kekayaan: 38,8 miliar dolar AS (Rp649 triliun)
    Sektor bisnis: petrokimia dan energi

  13. Savitri Jindal & keluarga (India)
    Harta kekayaan: 37 miliar dolar AS (Rp619,18 triliun)
    Sektor bisnis: baja

  14. Shiv Nadar (India)
    Harta kekayaan: 35,3 miliar dolar AS (Rp590,73 triliun)
    Sektor bisnis: layanan perangkat lunak

  15. He Xiangjian & keluarga (China)
    Harta kekayaan: 32,3 miliar dolar AS (Rp540,08 triliun)
    Sektor bisnis: peralatan rumah tangga

  16. Lei Jun (China)
    Harta kekayaan: 31,6 miliar dolar AS (Rp528,45 triliun)
    Sektor bisnis: gawai cerdas dan otomobil

  17. Zheng Shuliang & keluarga (China)
    Harta kekayaan: 31,1 miliar dolar AS (Rp520,26 triliun)
    Sektor bisnis: produk-produk alumunium

  18. Jack Ma (China)
    Harta kekayaan: 29,4 miliar dolar AS (Rp491,72 triliun)
    Sektor bisnis: E-commerce

  19. Pham Nhat Vuong (Vietnam)
    Harta kekayaan: 28,8 miliar dolar AS (Rp481,85)
    Sektor bisnis: mobil listrik, real estat, ritel, dan layanan kesehatan

  20. Huang Shilin (China)
    Harta kekayaan: 25,6 miliar dolar AS (Rp428,2 triliun)
    Sektor bisnis: baterai kendaraan listrik

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar