Keunggulan Dua Warga Negara Asing yang Dipilih Jadi Direksi Garuda Indonesia
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkapkan alasan pemilihan dua warga negara asing (WNA) sebagai anggota direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Managing Director Danantara, Febriany Eddy menjelaskan bahwa Neil Raymond Mills dan Balagopal Kunduvara dipilih untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Keduanya memiliki latar belakang yang berbeda namun saling melengkapi dalam upaya memperkuat posisi Garuda Indonesia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kapasitas dan pengalaman Neil

Neil Raymond Mills, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Transformasi Garuda Indonesia, memiliki pengalaman luas dalam sektor penerbangan global. Sebagai mantan bos Scandinavian Airlines, ia dikenal memiliki kapasitas dalam proses transformasi bisnis aviasi. Febriany menjelaskan bahwa Neil telah bekerja di 11 maskapai penerbangan di seluruh dunia, dengan tiga di antaranya dia pimpin sepenuhnya dalam proses transformasi.
"Neil adalah Chief Transformation Officer yang sudah melanglangbuana di 11 airline secara global. Dia telah memimpin full transformasi pada tiga dari 11 maskapai tersebut," ujar Febriany. Ia menambahkan bahwa pengalaman Neil dalam menghadapi tantangan di berbagai jenis maskapai menjadi modal penting bagi Garuda Indonesia.
Balagopal diharapkan bawa pengalaman baik di Singapore Airlines

Selain itu, Febriany juga menjelaskan kemampuan Balagopal Kunduvara, yang sebelumnya bekerja di Singapore Airlines. Pengalaman panjangnya di salah satu maskapai ternama dunia diharapkan bisa memberikan dampak positif ke Garuda Indonesia. Menurut Febriany, Balagopal bukan hanya seorang CFO biasa, tetapi memiliki latar belakang teknis dari bidang engineering.
"Dia mulai dari engineering, lalu beralih ke aircraft leasing dan purchase, yang merupakan kontrak terbesar dalam bisnis penerbangan," jelas Febriany. Ia menambahkan bahwa pengalaman Balagopal selama 25 tahun dalam mengelola airline global menjadi salah satu alasan utama pemilihannya.
Dampak kehadiran WNA di BUMN seperti Garuda

Sebelumnya, Herry Gunawan, pengamat BUMN sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center, menyampaikan pandangannya tentang dampak kehadiran WNA di posisi direksi BUMN. Menurutnya, kehadiran WNA dapat meningkatkan reputasi perusahaan hingga tingkat global.
"Kehadiran WNA di pucuk pimpinan BUMN berpotensi besar meningkatkan reputasi perusahaan. Ekosistem industri tidak hanya melihat kinerja perusahaan, tetapi juga menganalisis orang-orang yang memimpinnya, terutama dari sisi reputasi," ujarnya.
Langkah Strategis untuk Meningkatkan Kinerja Garuda Indonesia
Pemilihan Neil dan Balagopal sebagai anggota direksi Garuda Indonesia merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Dengan pengalaman mereka di sektor penerbangan global, diharapkan Garuda Indonesia dapat lebih kompetitif dan mampu bersaing di pasar internasional. Selain itu, kedua eksekutif ini juga diharapkan mampu membawa inovasi dan peningkatan efisiensi dalam operasional perusahaan.
Dengan adanya kehadiran WNA di jajaran direksi, Garuda Indonesia semakin menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanan kepada para pelanggan. Hal ini juga menjadi indikasi bahwa perusahaan siap menghadapi tantangan di era modern dengan pendekatan yang lebih profesional dan global.
Komentar
Kirim Komentar