
Kenaikan Kasus DBD di Kuansing
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kuantan Singingi mengalami peningkatan tajam, dengan satu warga Desa Logas meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Sejauh ini, tercatat sebanyak 242 kasus DBD hingga awal Desember 2025, yang menjadi angka tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penyebab Kematian Warga Desa Logas
Korban yang meninggal adalah seorang warga Desa Logas, Kecamatan Singingi, berusia 52 tahun. Pasien sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Kuantan setelah mengalami demam tinggi selama tiga hari. Namun, nyawa pasien tidak berhasil diselamatkan.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kuansing, Helma Muliani, kondisi pasien diperparah oleh penyakit penyerta seperti pneumonia, jumlah leukosit yang tinggi, serta kehilangan banyak cairan tubuh. "Komorbid inilah yang memperparah kondisi pasien hingga akhirnya meninggal," jelas Helma.
Sebagai tindak lanjut, pihak Puskesmas Muara Lembu langsung melakukan beberapa langkah, termasuk Penyelidikan Epidemiologi (PE), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan fogging di lokasi tempat tinggal pasien. Selain itu, pemerintah desa juga menggelar gotong royong membersihkan lingkungan pada hari pasien dinyatakan meninggal dunia.
Lonjakan Kasus DBD di Wilayah Puskesmas
Hingga pekan pertama Desember 2025, tercatat sebanyak 242 kasus DBD di Kabupaten Kuantan Singingi, jauh meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Contohnya, pada tahun 2023 tercatat 150 kasus, kemudian menurun menjadi 115 kasus pada tahun 2024. Namun, jumlah tersebut kembali melonjak tajam pada tahun 2025.
Wilayah kerja Puskesmas Muara Lembu termasuk daerah dengan jumlah kasus DBD yang tinggi. Pada pekan pertama Desember 2025, ditemukan 34 kasus DBD. "Jumlah kasusnya sama dengan wilayah Puskesmas Gunung Toar, 34 kasus. Sementara kasus DBD tertinggi pada pekan pertama Desember 2025 ini adalah Puskesmas Lubuk Jambi dengan 49 kasus," ujar Helma.
Meski mengalami peningkatan tajam secara kumulatif, Dinas Kesehatan Kuansing belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). "Memang setiap minggunya ada kasus DBD dan secara kumulatif memang ada kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi tidak ada kenaikan kasus setiap minggunya," tambah Helma.
Imbauan Dinkes untuk Masyarakat
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap DBD, terutama di musim penghujan. Helma menyampaikan bahwa pihaknya meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim hujan yang menjadi masa rawan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi lebih dari dua hari. "Kami juga mengimbau agar masyarakat mewaspadai lonjakan kasus DBD ini dengan rutin melakukan 3M Plus, Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat penampungan air serta barang bekas, ditambah Plus langkah tambahan seperti pakai lotion anti nyamuk, pelihara ikan pemakan jentik, pasang kawat kasa, pakai kelambu saat tidur dan hindari menggantung pakaian," jelas Helma.
Gejala Utama DBD
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Virus tersebut masuk ke dalam tubuh manusia saat nyamuk menggigit.
Warga diminta menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan utama.
Gejala utama DBD adalah demam tinggi mendadak hingga mencapai suhu 39 derajat Celsius yang berlangsung selama 2–7 hari, kemudian turun secara cepat. Gejala lain yang sering menyertai antara lain nyeri kepala, menggigil, lemas, nyeri di belakang mata, otot dan tulang, ruam kemerahan pada kulit, kesulitan menelan makanan dan minuman, mual, muntah, gusi berdarah, mimisan, muncul bintik merah pada kulit, muntah darah, serta buang air besar berwarna hitam.
Pada fase kritis, suhu tubuh penderita dapat menurun dan tubuh terasa dingin, meskipun terlihat seperti telah membaik. Namun, pada fase ini perlu kewaspadaan tinggi karena berisiko terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa.
Komentar
Kirim Komentar