Gelombang Mi Instan Korea: Ekspor Lampaui Angka Fantastis Rp25 Triliun di 2025
Fenomena budaya Korea Selatan, yang dikenal dengan sebutan "Hallyu" atau gelombang Korea, terus merambah berbagai lini kehidupan global, tak terkecuali kuliner. Mi instan Korea, atau yang akrab disapa ramyeon, kini telah menjelma menjadi produk ekspor unggulan yang mencatatkan rekor luar biasa. Data terbaru menunjukkan bahwa nilai ekspor ramyeon Korea Selatan pada tahun 2025 menembus angka fantastis sebesar 1,52 miliar dolar AS, yang setara dengan Rp25,5 triliun. Pencapaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti nyata dari pertumbuhan konsisten selama sebelas tahun berturut-turut sejak 2015.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Lonjakan nilai ekspor ramyeon pada tahun 2025 ini mencapai 21,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 1,24 miliar dolar AS (Rp20,8 triliun). Ini menandai pertama kalinya dalam sejarah nilai ekspor ramyeon melampaui batas 1,5 miliar dolar AS. Pertumbuhan rata-rata tahunan yang mengesankan sebesar 23 persen sejak tahun 2021 menjadi saksi bisu bagaimana produk ini kian dicintai di pasar internasional. Jika dibandingkan dengan tahun 2022, nilai ekspor ramyeon telah berlipat ganda dari 765 juta dolar AS (Rp12,8 triliun). Bahkan, jika mundur ke tahun 2015, angka ekspor saat itu hanya sebesar 219 juta dolar AS (Rp3,6 triliun), yang berarti terjadi peningkatan hingga tujuh kali lipat.
Pendorong Utama: Permintaan Global yang Tak Terbendung
Daya tarik global ramyeon bukan tanpa alasan. Peningkatan pesat ini didorong oleh lonjakan permintaan dari berbagai negara di seluruh dunia. Fenomena budaya Korea, mulai dari K-pop yang mendunia hingga drama Korea yang selalu dinanti, secara tidak langsung turut mempopulerkan cita rasa unik dan praktis dari mi instan ini. Produsen-produsen besar seperti Nongshim dan Samyang Foods pun merespons antusiasme pasar dengan gencar melakukan ekspansi kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional yang terus meningkat.
China dan Amerika Serikat: Pasar Raksasa yang Mendominasi
Di antara berbagai negara tujuan ekspor, China dan Amerika Serikat menempati posisi teratas sebagai pasar utama ramyeon Korea Selatan. Kedua negara ini secara kolektif menyumbang lebih dari 40 persen dari total nilai ekspor ramyeon pada tahun 2025.
- China: Menjadi kontributor terbesar dengan nilai impor mencapai 385 juta dolar AS (Rp6,4 triliun), yang berarti 25,3 persen dari total ekspor ramyeon. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 47,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Amerika Serikat: Menyusul di posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar 255 juta dolar AS (Rp4,2 triliun), atau 16,7 persen dari total ekspor. Meskipun menghadapi hambatan berupa tarif impor sebesar 15 persen, ekspor ke AS tetap mencatat kenaikan sebesar 18,1 persen.
Pertumbuhan permintaan yang kuat di kedua negara ini sangat erat kaitannya dengan meningkatnya popularitas budaya Korea. Popularitas K-pop dan drama Korea telah membuka pintu bagi apresiasi yang lebih luas terhadap kuliner Korea, termasuk ramyeon. Bahkan, ekspor ke Amerika Serikat sempat menunjukkan rata-rata pertumbuhan tahunan yang impresif sebesar 68 persen pada periode 2022 hingga 2024, sebelum sedikit melambat di tahun 2025 akibat kebijakan tarif.
Ekspansi Strategis: Pabrik Baru untuk Memenuhi Kebutuhan Dunia
Menyikapi permintaan global yang terus meroket, para produsen ramyeon Korea Selatan tidak tinggal diam. Mereka secara aktif melakukan ekspansi kapasitas produksi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk memastikan pasokan yang memadai.
- Nongshim: Perusahaan raksasa ini terus berinovasi dengan meluncurkan produk kolaborasi, seperti dengan film Netflix "K-Pop Demon Hunters", yang ditujukan khusus untuk pasar Amerika Serikat. Selain itu, Nongshim juga sedang membangun pabrik ekspor baru di Busan yang diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2026.
- Samyang Foods: Perusahaan ini telah menyelesaikan pembangunan pabrik keduanya di Miryang pada tahun 2025. Tidak hanya itu, Samyang Foods juga sedang dalam proses pembangunan pabrik pertamanya di China, sebuah langkah strategis untuk memperkuat posisinya di pasar Asia yang dinamis.

Seorang pejabat industri mengungkapkan bahwa angka penjualan ramyeon di luar negeri kemungkinan besar jauh melampaui angka ekspor resmi yang tercatat. Hal ini dikarenakan produsen-produsen besar seperti Nongshim dan Samyang Foods telah mengoperasikan pabrik-pabrik mereka di negara-negara seperti Amerika Serikat dan China. Keberadaan pabrik-pabrik ini tidak hanya memudahkan distribusi, tetapi juga memungkinkan adaptasi produk sesuai dengan selera pasar lokal.

Tren ekspansi global ini semakin memperkuat posisi ramyeon sebagai salah satu produk makanan ekspor andalan Korea Selatan. Dengan terus berinovasi dalam rasa, kemasan, dan strategi pemasaran, mi instan Korea ini diprediksi akan terus mendominasi pasar global di masa mendatang, menjadi duta kuliner Korea yang tak terbantahkan.
Komentar
Kirim Komentar