
Film Avatar: The Way of Water kembali menjadi perbincangan setelah muncul gugatan hukum terkait dugaan penjiplakan alur cerita. Gugatan ini diajukan oleh seorang penulis dan animator 3D bernama Eric Ryder, yang mengklaim bahwa plot film tersebut diambil dari proyek karyanya berjudul KRZ 2068. Isu ini menarik perhatian publik dan memicu diskusi tentang orisinalitas serta perlindungan hak cipta dalam industri perfilman.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Awal Mula Gugatan Eric Ryder
Perkara ini bermula ketika Eric Ryder mengajukan gugatan terhadap James Cameron dan perusahaan produksinya, Lightstorm Entertainment. Ia menuduh bahwa alur cerita Avatar: The Way of Water diambil dari proyek KRZ 2068 yang ia kembangkan. Gugatan ini didaftarkan di Pengadilan Tinggi Los Angeles, dengan klaim bahwa proyek KRZ 2068 telah lebih dahulu dikembangkan dan bahkan sempat menjadi bagian dari kerja sama resmi dengan Lightstorm Entertainment.
Klaim Kerja Sama dengan Lightstorm
Dalam gugatan tersebut, Ryder menjelaskan bahwa sebelumnya telah terjalin kerja sama antara dirinya dan Lightstorm untuk mengembangkan film berdasarkan ide ceritanya. Proyek itu digambarkan sebagai film fiksi ilmiah bertema lingkungan dengan format 3D. Menurutnya, ide cerita yang ia miliki berfokus pada penjajahan dan penjarahan korporasi terhadap lingkungan alam yang subur dan menakjubkan di sebuah bulan jauh. Tema ini disebut menjadi inti dari KRZ 2068.
Penghentian Proyek dan Tuduhan Penjiplakan
Isu plagiarisme semakin menguat setelah Ryder mengungkap bahwa proyek tersebut dihentikan sepihak. Ia mengklaim telah bekerja sama hampir dua tahun sebelum Lightstorm menghentikan proyek dengan alasan tidak ada minat pasar terhadap film fiksi ilmiah bertema lingkungan. Tak lama setelah penghentian itu, menurut Ryder, Lightstorm mulai menggarap film Avatar. Ia menuding bahwa Avatar, khususnya The Way of Water, secara luas dan substansial menggunakan materi yang tercantum dalam perjanjian antara dirinya dan Lightstorm.
Kesamaan Alur Cerita
Dalam dokumen gugatan, disebutkan adanya kesamaan alur cerita antara KRZ 2068 dan Avatar: The Way of Water. Cerita Ryder melibatkan seorang protagonis yang dikirim ke sebuah planet jauh oleh perusahaan pertambangan yang berbasis di Bumi. Ia menilai ekspresi cerita dan elemen kunci narasi memiliki kemiripan yang lumayan substansial. Plagiarisme juga menyoroti detail penting lain, yakni alur tentang pemanenan zat berbasis hewan yang dapat memperpanjang umur manusia. Menurut Ryder, elemen ini ada dalam KRZ 2068 namun tidak muncul dalam film Avatar yang pertama.
Perjanjian dan Tuntutan Hukum
Perjanjian antara Ryder dan Lightstorm disebut mengatur bahwa materi proyek tidak boleh digunakan tanpa pemberian bagian pendapatan komersial dan kredit sebagai penulis atau produser. Atas dasar itu, Ryder menuntut ganti rugi kontrak, ganti rugi perbuatan melawan hukum, ganti rugi hukuman, serta keuntungan yang diperoleh para tergugat.
Riwayat Gugatan Sebelumnya
Untuk diketahui, gugatan terhadap film Avatar bukan kali pertama dilakukan oleh Ryder. Pada 2011, ia pernah mengajukan gugatan terkait film Avatar pertama, namun ditolak oleh pengadilan California. Gugatan terbaru ini ditegaskan tidak berkaitan dengan perkara sebelumnya. Ryder menyatakan bahwa tindakan penjiplakan baru pertama kali terjadi pada Avatar: The Way of Water, sehingga menjadi dasar tuntutan hukum terkini.
Dengan pendapatan Avatar yang mencapai miliaran dolar secara global, nilai tuntutan ganti rugi dalam perkara ini berpotensi sangat besar dan berdampak luas bagi industri hiburan.
Komentar
Kirim Komentar