Gelar Ahmad Husein Usai Foto Dirangkul Bupati Sudewo Viral di Sengkuni

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Gelar Ahmad Husein Usai Foto Dirangkul Bupati Sudewo Viral di Sengkuni, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Gelar Ahmad Husein Usai Foto Dirangkul Bupati Sudewo Viral di Sengkuni

Perubahan Sikap Ahmad Husein dan Reaksi Masyarakat Pati

\n

Ahmad Husein, inisiator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), kini memiliki 'gelar' baru setelah fotonya bersama Bupati Sudewo viral di media sosial. Gelar tersebut diberikan oleh pihak yang merasa kecewa terhadap perubahan sikap Ahmad Husein yang sebelumnya menentang kebijakan Bupati Sudewo dalam menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB-P2) sebesar 250 persen.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

\n

Sebelumnya, Ahmad Husein dikenal sebagai tokoh yang aktif menyuarakan penolakan terhadap kebijakan tersebut. Ia bahkan menggalang solidaritas hingga melakukan demonstrasi besar-besaran untuk melawan kebijakan Bupati Sudewo. Namun kini, ia disebut telah berdamai dengan Bupati Sudewo, yang membuat banyak warga kecewa.

\n

Dari Pahlawan Menjadi Sengkuni

\n

Perubahan sikap Ahmad Husein yang awalnya dianggap sebagai pahlawan kini menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat. Pihak yang tidak puas memberikan gelar baru kepada Ahmad Husein sebagai "sengkuni", yaitu tokoh antagonis dalam cerita Mahabharata dan pewayangan Jawa yang dikenal licik, manipulatif, serta ahli dalam adu domba.

\n

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Ahmad Husein, ia menyatakan mundur dari AMPB dan membatalkan demo jilid dua yang direncanakan pada 25 Agustus 2025. Keputusan ini mengejutkan banyak orang karena sebelumnya Ahmad Husein menjadi salah satu tokoh utama dalam penolakan kenaikan PBB-P2.

\n

Kericuhan Awal dan Peningkatan Donasi

\n

Awalnya, Ahmad Husein membentuk posko di depan Kantor Bupati Pati untuk mengumpulkan donasi demo penolakan kenaikan PBB-P2 yang digelar pada 13 Agustus 2025. Seminggu sebelum demo, Satpol PP mengambil paksa kardus minuman hasil donasi warga. Ahmad Husein melakukan perlawanan dan beradu argumen dengan Plt Sekda Pati, Riyoso.

\n

Setelah kejadian tersebut, jumlah donasi semakin bertambah. Bahkan warga luar Pati ikut menyumbangkan makanan dan minuman. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan penolakan terhadap kenaikan PBB-P2 sangat kuat dan mendapat dukungan luas.

\n

DPRD Bentuk Pansus Hak Angket

\n

Meskipun Bupati Sudewo telah membatalkan kenaikan PBB-P2, demo tetap digelar dengan tuntutan melengserkan Sudewo. DPRD Pati menggelar sidang paripurna dan menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket. Hak angket adalah hak DPR atau DPRD untuk menyelidiki kebijakan pemerintah yang dianggap penting, strategis, dan berdampak luas, terutama jika diduga melanggar hukum.

\n

Biasanya, hak angket digunakan untuk membentuk pansus dan bisa berujung pada pemakzulan pejabat. Ahmad Husein telah menandatangani kesepakatan dengan Polres Pati untuk tidak menggelar unjuk rasa selama pansus hak angket masih bekerja.

\n

Kekesalan Warga dan Tudingan Terhadap Ahmad Husein

\n

Setelah demo yang dihadiri puluhan ribu warga Pati, Ahmad Husein menyatakan mundur dari gerakan sehingga dicap sebagai sengkuni. Di depan Kantor Bupati Pati, terdapat dua kaos bergambar wajah Ahmad Husein yang dipasang di jalan untuk diinjak-injak warga sebagai bentuk kekesalan. Tertulis sejumlah kata seperti "larahan (sampah)", "injak gratis", serta "sengkuni".

\n

Salah satu Koordinator Posko AMPB, Hanif, menjelaskan ada dua hal yang membuat warga kecewa terhadap Ahmad Husein, yaitu berdamai dengan Sudewo dan menuding AMPB ditunggangi kepentingan politik. Selain itu, keberadaan Ahmad Husein juga dicari karena belum ke posko AMPB setelah berdamai dengan Sudewo.

\n

AMPB Tetap Konsisten dalam Gerakan

\n

Dua koordinator AMPB, Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, menegaskan bahwa gerakan mereka bukan milik individu. Keputusan Ahmad Husein untuk berdamai merupakan hak pribadi. Hingga kini, AMPB konsisten mengawal Pansus Hak Angket dan menuntut Sudewo dilengserkan.

\n

Teguh Istiyanto, yang merupakan figur penting terbentuknya AMPB, menegaskan bahwa gerakan ini tidak ingin ditunggangi kepentingan politik. Ia menghormati keputusan Ahmad Husein yang memilih berdamai dengan Sudewo. "Jika mas Husein menyatakan keluar dari kelompok kami, sudah tidak satu gerbong perjuangan lagi, kami hormati," ujarnya.

\n

Ia juga membantah tudingan bahwa gerakan AMPB berbau politis. "Mau dikatakan kami ditunggangi, dibayari, ada kepentingan politik, biarlah saja. Semua bisa berasumsi."

\n

Masa Depan AMPB dan Tujuan Gerakan

\n

Terkait pembatalan demo 25 Agustus 2025, Teguh menjelaskan bahwa demo susulan itu merupakan ide Ahmad Husein tanpa ada koordinasi. Tujuan AMPB bukan untuk hura-hura atau bikin anarkisme dan bikin Pati tidak kondusif. Sebaliknya, mereka ingin menciptakan suasana yang kondusif.

\n

Beredar kabar bahwa Ahmad Husein akan mendaftarkan AMPB sebagai organisasi. Ia tak mempermasalahkan karena AMPB didirikan oleh Ahmad Husein dan gerakan mereka tak berpatokan pada nama. "Yang penting kami kolektif, mau nama diambil, tidak masalah, yang penting kami masyarakat Pati tetap bersatu dan berjuang bersama untuk kebaikan Pati dan Indonesia."

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar