Geliat Pantai Bangsal Sanur Menjanjikan, Ribuan Pengunjung Sehari

Berita mancanegara hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Geliat Pantai Bangsal Sanur Menjanjikan, Ribuan Pengunjung Sehari tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.
Geliat Pantai Bangsal Sanur Menjanjikan, Ribuan Pengunjung Sehari

Sanur Kini Jadi Sentra Wisata dan UMKM yang Dinamis

Setelah pelabuhan Sanur dipindahkan ke Pantai Matahari Terbit, kawasan Pantai Bangsal di Sanur kini semakin berkembang. Banyak perubahan terjadi di area ini, termasuk transformasi bekas loket penjualan tiket menjadi tempat-tempat baru seperti cafe dan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pengelolaan kawasan ini dilakukan oleh Desa Adat Sanur Denpasar. Menurut Bendesa Adat Sanur, Ida Bagus Sudiraharja, telah dibangun sebanyak 50 cafe dan UMKM di area tersebut. Menurutnya, pengunjung selalu ramai, terutama pada hari libur.

"Hari libur bisa mencapai lebih dari seribu orang per hari, seperti pasar. Pada hari biasa, semua tempat terisi," ujarnya.

Operasional di kawasan ini berlangsung dari pukul 06.00 hingga 22.00 Wita. Pagi hari banyak pengunjung yang datang untuk menyaksikan matahari terbit. Dengan jumlah pengunjung yang cukup besar, pihak desa adat melakukan antisipasi dengan membangun tempat parkir.

Tempat Parkir yang Canggih dan Ramah Pengunjung

Parkir yang dibangun memiliki 6 lantai dan menggunakan lift khusus untuk sepeda motor. Kapasitas parkir ini mencapai 500 hingga 600 unit sepeda motor. Parkir ini dibangun sebagai antisipasi terhadap kekurangan tempat parkir di area Pantai Bangsal yang kini menjadi sentra UMKM.

Desa Adat Sanur bekerja sama dengan vendor dari Jakarta dalam pembangunan parkir ini. Menurut Bendesa Adat, proyek ini menjadi pilot project untuk Bali. "Kami bekerja sama dengan pihak vendor, ini sudah ada juga di Manggarai Jakarta. Kami di Bali dijadikan pilot project," ujarnya.

Kerjasama ini berlangsung selama 10 tahun dan dibiayai sepenuhnya oleh vendor. Dalam pengelolaannya akan diterapkan sistem bagi hasil, yaitu 30 persen untuk desa adat dan 70 persen untuk vendor. "Karena vendor yang membiayai, biaya pembangunan kurang lebih 6 sampai 7 miliar," tambahnya.

Pengelolaan Parkir Mobil yang Efisien

Selain parkir sepeda motor, untuk parkir mobil, Desa Adat Sanur akan memanfaatkan eks Hotel Diwangkara Sanur. Pemilik hotel yang berasal dari Jakarta memberikan hak pengelolaan kepada Desa Adat Sanur hingga pembangunan dilakukan oleh pemilik.

Kawasan ini memiliki luas mencapai 61 are dan dapat menampung sekitar 300-an unit mobil. "Jika tidak ada parkir, kami akan kesulitan, karena kami membuka UMKM di Pantai Bangsal dan pengunjung terus meningkat," katanya.

Tantangan dan Peluang di Kawasan Sanur

Dengan perkembangan yang pesat, kawasan Sanur kini menjadi pusat aktivitas wisata dan ekonomi. Meskipun demikian, tantangan seperti kepadatan pengunjung dan kebutuhan infrastruktur tetap menjadi fokus utama.

Pihak desa adat terus berupaya agar kawasan ini tetap nyaman dan ramah bagi pengunjung. Dengan adanya parkir yang memadai dan pengelolaan yang baik, Sanur diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan kawasan pariwisata dan UMKM.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Simak terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar