
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pelanggaran Gencatan Senjata di Jalur Gaza Terus Berlanjut
Pihak Israel tercatat sering melanggar kesepakatan gencatan senjata yang berlaku di Jalur Gaza. Menurut data yang dikumpulkan oleh Hamas, kelompok perlawanan Palestina, Israel telah melakukan pelanggaran sebanyak 813 kali sejak perjanjian gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025.
Ghazi Hamad, anggota biro politik Hamas, menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin memberikan laporan harian mengenai pelanggaran Israel kepada para mediator gencatan senjata. Laporan ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan mendorong pihak-pihak terkait agar menegakkan kesepakatan yang telah disepakati.
Selain itu, Kuasa Usaha Inggris untuk PBB, James Kariuki, menyampaikan bahwa beberapa negara Eropa seperti Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris mengecam tindakan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Ia menilai tindakan Israel merusak upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai penyelesaian damai di wilayah tersebut. Negara-negara tersebut juga menyerukan agar Israel mematuhi hukum internasional serta menjunjung hak asasi manusia.
Perjanjian Gencatan Senjata yang Ditetapkan
Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Kesepakatan ini diharapkan dapat membawa perdamaian yang lebih stabil di wilayah konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pada 13 Oktober, presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi mengenai gencatan senjata di Gaza. Deklarasi ini menjadi langkah penting dalam upaya mewujudkan solusi jangka panjang bagi krisis di wilayah tersebut.
Dukungan dari Dewan Keamanan PBB
Pada 17 November, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang mendukung rencana komprehensif Trump untuk menyelesaikan konflik di wilayah kantong Palestina. Resolusi ini mendapat dukungan dari 13 dari 15 anggota dewan, sementara Rusia dan China memilih untuk abstain.
Resolusi ini menekankan pentingnya dialog antara semua pihak terkait dan menyerukan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional. Selain itu, resolusi ini juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan akses bantuan kemanusiaan bagi penduduk di Jalur Gaza.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun adanya perjanjian gencatan senjata dan dukungan dari komunitas internasional, tantangan tetap ada. Pelanggaran yang terus-menerus oleh Israel menunjukkan bahwa kepercayaan antara kedua belah pihak masih sangat rapuh. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk menjaga perdamaian dan mencegah kembali terjadinya konflik.
Harapan besar ditempatkan pada peran mediator internasional dan partisipasi aktif dari negara-negara yang peduli dengan keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan bisa tercapai solusi yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina dan Israel.
Komentar
Kirim Komentar