Harga Cabai Rawit Domba di Bandung Tembus Rp100 Ribu Jelang Nataru

Harga Cabai Rawit Domba di Bandung Tembus Rp100 Ribu Jelang Nataru

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Harga Cabai Rawit Domba di Bandung Tembus Rp100 Ribu Jelang Nataru. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.
Harga Cabai Rawit Domba di Bandung Tembus Rp100 Ribu Jelang Nataru

Kenaikan Harga Cabai Rawit Domba di Kota Bandung

Di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung, kenaikan harga cabai, terutama cabai rawit domba, menjadi perhatian masyarakat. Harga komoditas tersebut dilaporkan telah mencapai angka Rp100.000 per kilogram. Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa secara keseluruhan kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok masih dalam keadaan aman dan terkendali.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melakukan pemantauan langsung ke Pasar Kosambi pada Selasa (16/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan bahwa mayoritas kebutuhan pokok masyarakat masih berada pada harga yang stabil.

"Sejauh ini saya melihat harga beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam masih baik. Suplai minyak goreng juga sangat bagus," ujar Farhan.

Meskipun begitu, ia tidak menampik adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Hampir semua harga memang naik sedikit, tapi masih dalam jangkauan yang bisa diperkirakan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin menjelaskan, lonjakan harga cabai rawit domba hingga mencapai Rp100.000 per kilogram dipicu oleh faktor cuaca. Kondisi cuaca yang kurang mendukung menyebabkan pasokan dari daerah penghasil cabai mengalami penurunan.

Ronny menegaskan, kenaikan harga tersebut tidak terjadi secara merata pada seluruh komoditas pangan. Ia memastikan harga bahan pokok lainnya masih berada dalam batas wajar dan dapat dijangkau masyarakat.

"Komoditas lain masih dalam batas wajar. Telur ayam di kisaran Rp30.000-Rp32.000 per kilogram, daging ayam sekitar Rp40.000-Rp42.000 per kilogram, dan beras masih normal," kata Ronny.

Lebih lanjut, Ronny memastikan ketersediaan pasokan pangan di Kota Bandung masih relatif aman. Stok di tingkat distributor dinilai cukup sehingga distribusi ke pasar tetap berjalan lancar.

"Selama stok aman dan distribusi lancar, insyaallah tidak akan terlalu mempengaruhi harga. Yang paling berpotensi fluktuatif memang cabai," tuturnya.

Penyebab Kenaikan Harga Cabai

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga cabai rawit domba antara lain:

  • Perubahan iklim: Cuaca yang tidak menentu menyebabkan produksi cabai menurun, terutama dari daerah penghasil seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.
  • Permintaan meningkat: Meningkatnya permintaan menjelang liburan Nataru membuat harga cabai naik.
  • Keterbatasan pasokan: Kurangnya pasokan cabai dari luar daerah membuat harga di pasar lokal meningkat.

Langkah Pemerintah Kota Bandung

Pemerintah Kota Bandung telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi kenaikan harga cabai:

  • Pemantauan rutin: Dilakukan oleh Wali Kota dan Dinas Perdagangan untuk memastikan stabilitas harga.
  • Penyediaan stok: Memastikan pasokan pangan tetap tersedia di tingkat distributor dan pasar.
  • Koordinasi dengan daerah penghasil: Untuk memastikan pasokan cabai dapat kembali stabil.

Peran Masyarakat

Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan harga bahan pokok. Dengan adanya informasi yang akurat, masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan harian.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kenaikan harga cabai tidak akan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat Kota Bandung.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar