Harga Minyak Dunia Turun 10% Tahun 2025 Akibat Perang dan Sanksi Venezuela

Harga Minyak Dunia Turun 10% Tahun 2025 Akibat Perang dan Sanksi Venezuela

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Harga Minyak Dunia Turun 10% Tahun 2025 Akibat Perang dan Sanksi Venezuela. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan sebesar 10% sepanjang tahun 2025. Penurunan ini disebabkan oleh tingginya pasokan yang melampaui permintaan, serta berbagai faktor seperti konflik geopolitik, produksi dari negara-negara eksportir minyak, dan penerapan sanksi oleh Amerika Serikat terhadap Rusia, Iran, dan Venezuela.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pada Rabu (31/12), harga minyak mencapai US$ 61,27 per barel, turun 6 sen dibandingkan sebelumnya. Kontrak minyak berjangka Brent mengalami penurunan hampir 18% selama tahun 2025, menjadi penurunan terbesar sejak 2018. Perbandingan harga minyak di awal tahun menunjukkan bahwa pada Kamis (2/1/2025), harga minyak Brent sebesar US$ 75,10 per barel turun menjadi US$ 61,27 di akhir tahun.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di angka US$ 57,90 per barel, turun 5 sen. Tahun ini, harga WTI mengalami penurunan sebesar 15%. Pada Kamis (2/1/2025), harga WTI masih bertengger di US$ 71,21 per barel.

Harga minyak mentah Indonesia juga mengalami penurunan menjadi US$ 62,83 per barel, dipengaruhi oleh penguatan dolar AS. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap pasar minyak global yang semakin ketat.

Beberapa peristiwa penting dalam sektor migas pada tahun 2025 antara lain:

  • AS Buru Kapal Minyak Venezuela: Tindakan pemerintah AS yang memburu kapal minyak Venezuela meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan.
  • Tekanan Geopolitik Makin Menguat: Berbagai konflik regional seperti antara Rusia dan Ukraina, serta Iran dan Israel, memengaruhi stabilitas pasokan minyak.
  • Deret Peristiwa Sektor Migas 2025: Beberapa isu muncul, seperti antrean pembelian LPG dan kelangkaan BBM di SPBU swasta.

Di awal tahun 2025, pasar minyak mengalami penguatan saat mantan Presiden AS Joe Biden mengakhiri masa jabatannya. Ia memberlakukan sanksi yang lebih ketat kepada Rusia, sehingga mengganggu pasokan minyak ke pembeli utama seperti Cina dan India.

Selama tahun ini, kondisi perang antara Rusia dan Ukraina semakin memanas. Drone Ukraina merusak infrastruktur energi Rusia dan mengganggu ekspor minyak Kazakhstan. Tak lama setelahnya, konflik antara Iran dan Israel meletus pada pertengahan tahun ini, yang mengancam lalu lintas kapal di Selat Hormuz—sebuah titik krusial bagi pasokan minyak. Konflik yang berlangsung selama 12 hari ini menyebabkan kenaikan harga minyak.

Ketegangan juga terjadi antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Yaman. Di akhir tahun, Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade ekspor minyak Venezuela, yang memperparah situasi pasar minyak global.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar