Hengjaya Mineralindo Manfaatkan Limbah Baglog Jadi Pestisida Nabati di Morowali

Hengjaya Mineralindo Manfaatkan Limbah Baglog Jadi Pestisida Nabati di Morowali

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Hengjaya Mineralindo Manfaatkan Limbah Baglog Jadi Pestisida Nabati di Morowali, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Hengjaya Mineralindo Manfaatkan Limbah Baglog Jadi Pestisida Nabati di Morowali

Inovasi Lingkungan dari PT Hengjaya Mineralindo

PT Hengjaya Mineralindo kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui inovasi yang mengubah limbah Baglog jamur menjadi asap cair yang berfungsi sebagai pestisida nabati di sektor pertanian. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga memberikan solusi ramah lingkungan bagi petani.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sebelum inovasi ini diterapkan, limbah Baglog jamur tiram hasil budidaya di masyarakat setempat biasanya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Hal ini menyia-nyiakan potensi bahan organik yang masih terkandung dalam limbah tersebut dan berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan akibat pembusukan serta penumpukan sampah plastik dari kantong Baglog.

Dengan menggunakan proses pirolisis, limbah tersebut kini dapat diubah menjadi asap cair yang mengandung senyawa bioaktif seperti asam asetat, fenol, dan karbonil—yang terbukti memiliki sifat antimikroba serta mampu menekan pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. Asap cair ini menjadi alternatif yang efektif untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

Inovasi ini dilaksanakan melalui Program Harmoni Makarti, sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan PT Hengjaya Mineralindo. Program ini melibatkan kelompok binaan perusahaan, termasuk Kelompok Wanita Tani Tadelufu, yang fokus pada budidaya jamur tiram. Dengan dukungan perusahaan, kelompok ini kini mampu mengolah limbah Baglog menjadi produk bernilai tambah berupa asap cair yang bermanfaat bagi pertanian berkelanjutan.

Superintendent Departemen CSR, La Ode Alfitrah, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung pertanian ramah lingkungan:

“Pemanfaatan limbah Baglog jamur menjadi asap cair adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani. Dengan adanya pestisida nabati ini, masyarakat dapat mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dan beralih ke metode yang lebih sehat dan berkelanjutan.”

Inovasi ini mendapat perhatian dari berbagai pihak karena dinilai sebagai terobosan baru dalam pengelolaan limbah budidaya jamur di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dengan adanya pengakuan tersebut, PT Hengjaya Mineralindo semakin termotivasi untuk memperluas penerapan teknologi ini di berbagai wilayah binaan.

“Kami bangga bahwa inovasi ini menjadi kebaruan di Kabupaten Morowali. Pengakuan dari pihak terkait semakin menguatkan semangat kami untuk terus menghadirkan solusi berbasis lingkungan yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem,” jelas La Ode Alfitrah melalui rilisnya.

Secara ilmiah, limbah Baglog jamur mengandung lignoselulosa, hemiselulosa, dan sisa nutrisi organik yang masih tinggi. Jika tidak dimanfaatkan, limbah ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Namun melalui proses pirolisis, Baglog dapat diubah menjadi asap cair yang memiliki kandungan senyawa bioaktif.

Penelitian menunjukkan bahwa asap cair dari biomassa mampu berfungsi sebagai pestisida nabati, pengawet alami, serta agen antimikroba yang efektif. Dengan demikian, pemanfaatan limbah Baglog jamur menjadi asap cair tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang inovasi di bidang pertanian berkelanjutan.

Inovasi ini juga menjadi bagian dari penerapan konsep sirkular ekonomi, di mana limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat. Dengan mengubah Baglog jamur menjadi asap cair, PT Hengjaya Mineralindo bersama masyarakat binaan berhasil menciptakan rantai nilai baru yang mendukung efisiensi sumber daya, mengurangi pencemaran, dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menghadirkan keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada operasional pertambangan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

PT Hengjaya Mineralindo (PT HM) adalah perusahaan dengan status Penanaman Modal Asing (PMA) yang bergerak dalam bidang pertambangan biji nikel dan berlokasi di Kecamatan Bungku Pesisir dan Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Aktivitas operasional PT HM meliputi kegiatan pertambangan guna untuk memenuhi kebutuhan sumber energi dalam negeri dan kepentingan ekspor.

Dalam operasionalnya, PT Hengjaya Mineralindo selalu berupaya mewujudkan peran bisnis dalam pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial serta mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan, melalui implementasi Core Values (Safety, Communication, Diversity, Accountability, Community, and Environment) dengan sungguh-sungguh dan konsisten.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar