
Pergerakan IHSG Tahun 2026: Proyeksi dan Perkembangan Pasar Saham
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pada akhir tahun 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang relatif stabil. Meskipun terjadi kenaikan tipis sebesar 2,68 poin atau 0,03% ke level 8.646,93, pergerakan pasar saham dianggap selektif mengingat aktivitas transaksi yang minim menjelang pergantian tahun. Kondisi ini mencerminkan bahwa investor cenderung lebih hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 346 saham berhasil menguat, sedangkan 317 saham melemah dan 146 saham stagnan. Enam indeks sektoral berhasil mencatatkan penguatan, sementara lima indeks lainnya berada di zona merah. Sektor barang konsumen siklikal menjadi yang teratas dengan kenaikan sebesar 3,03%, diikuti oleh sektor infrastruktur yang naik 2,04% dan sektor keuangan yang menguat 0,97%. Sementara itu, sektor kesehatan, barang baku, dan teknologi menjadi yang terlemah dengan penurunan masing-masing sebesar 1,53%, 1,17%, dan 0,98%.
Secara keseluruhan, IHSG sempat tertekan sepanjang semester pertama tahun 2025. Namun, pada paruh kedua tahun tersebut, indeks berhasil bangkit dan mencatatkan rekor all time high (ATH) sebanyak 24 kali. Hal ini menunjukkan pemulihan sentimen investor serta meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.
Setelah pergantian tahun, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akan dimulai pada Jumat (02/01/2026). Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang memproyeksikan IHSG masih akan bergerak dalam area terbatas atau konsolidatif pada sesi awal perdagangan. Ia menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh aktivitas trading yang masih tipis dan volume yang rendah di tengah liburan akhir tahun dan awal tahun.
Meski demikian, tren utama (primary trend) IHSG saat ini masih mengarah positif. Optimisme ini didorong oleh potensi berlanjutnya sikap dovish The Federal Reserve serta peluang stimulus domestik yang dapat menjadi katalis positif di awal tahun. Kondisi ini dinilai dapat mendukung masuknya arus modal asing ke Indonesia, mengingat valuasi pasar saham domestik relatif menarik dibandingkan dengan emerging markets lainnya.
Dari sisi eksternal, sentimen makro global tetap menjadi perhatian pelaku pasar. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global, termasuk potensi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, dinilai berpotensi memperkuat arus modal ke aset berisiko seperti pasar saham di negara berkembang seperti Indonesia. Situasi ini berpeluang menopang pergerakan IHSG dan membuka peluang berlanjutnya fase bullish pada awal 2026.
Dari dalam negeri, sentimen pasar dinilai relatif kondusif dengan perekonomian Indonesia yang diperkirakan tetap ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi, meski pertumbuhan ekonomi cenderung moderat. Prospek ini mendorong sikap risk-on investor terhadap aset domestik, khususnya pasar saham.
Namun, Alrich mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan volatilitas di awal tahun. Periode ini sering diwarnai oleh aksi profit taking, rebalancing portofolio, serta penyesuaian alokasi aset oleh investor institusi pascapenutupan buku tahunan. Selain itu, volume transaksi yang relatif tipis selama masa libur juga berpotensi membuat pergerakan pasar menjadi kurang stabil.
Berdasarkan kondisi makroekonomi dan tren fundamental hingga akhir 2025, Alrich merekomendasikan investor untuk mulai mencermati sejumlah sektor yang dinilai prospektif pada 2026. Sektor perbankan dan keuangan diperkirakan tetap atraktif seiring terjaganya stabilitas likuiditas, pertumbuhan kredit yang berlanjut, serta ekspektasi kebijakan moneter yang cenderung akomodatif.
Selain itu, sektor konsumsi dan barang konsumen juga dipandang menjanjikan karena ditopang oleh permintaan yang relatif resilien terhadap siklus ekonomi, baik dari konsumsi domestik maupun faktor musiman. Di sisi lain, sektor telekomunikasi dan layanan digital berpotensi melanjutkan kinerja positif, seiring pertumbuhan penggunaan data serta meningkatnya kebutuhan terhadap layanan dan utilitas digital yang berkelanjutan.
Untuk perdagangan perdana tahun 2026 pada Jumat (02/01/2026), Alrich memprediksi IHSG akan bergerak pada rentang support di level 8.600 dan resistance di level 8.700.
Komentar
Kirim Komentar