IHSG Berhenti di 8.646 Saat Tutup Bursa 2025, Tidak Sesuai Prediksi Purbaya

IHSG Berhenti di 8.646 Saat Tutup Bursa 2025, Tidak Sesuai Prediksi Purbaya

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai IHSG Berhenti di 8.646 Saat Tutup Bursa 2025, Tidak Sesuai Prediksi Purbaya menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


Pada penutupan perdagangan saham tahun 2025 hari ini, Selasa (30/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 0,03% menjadi 8.646. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 346 saham menguat, sementara 317 saham terkoreksi dan 146 saham tidak mengalami perubahan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham pada sore hari mencapai Rp 20,61 triliun dengan volume perdagangan sebesar 39,54 miliar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,60 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar IHSG hingga saat ini mencapai Rp 15.878 triliun.

Meskipun IHSG pada penutupan perdagangan tahun ini berada di level 8.646, prediksi yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa indeks tersebut akan mampu menembus rekor 9.000 pada akhir tahun 2025. Ia juga memperkirakan bahwa dalam 10 tahun ke depan, IHSG akan mencapai level 32.000.

Purbaya menjelaskan bahwa proyeksinya bukan hanya sekadar tebak-tebak, melainkan didasarkan pada tren historis selama 25 tahun terakhir. Menurutnya, indeks dapat tumbuh hingga empat sampai lima kali lipat dalam satu siklus bisnis. Ia yakin bahwa tren ini tidak akan berubah di masa depan.

"Jadi, saya bukan tebak-tebak manggis, bukan bertapa. Itu hitungan ekonomi yang ada persamaan matematikanya," ujarnya.

Menkeu menilai bahwa tren IHSG saat ini masih berada pada level 8.000 meski sebelumnya sempat diprediksi akan turun. Investor secara aktif menganalisis arah kebijakan yang diambil pemerintah, termasuk oleh dirinya sebagai Menteri Keuangan, sebagai dasar dalam menentukan portofolio saham mereka.

Sementara itu, Direktur BEI Iman Rachman menyebutkan bahwa all time high (ATH) IHSG tercapai pada 8 Desember dengan level 8.711. Kapitalisasi pasar telah mencapai Rp 16.000 triliun dan sudah tercatat sebanyak 24 kali ATH sepanjang 2025.

"Saya hitung tiap hari, tiap tutup (perdagangan) saya itungin setahun ini 24 kali all time high (ATH)," kata Iman dalam pernyataannya di Gedung BEI, Selasa (30/12).

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, enam sektor terpantau mengalami kenaikan. Sektor konsumer siklikal menjadi yang paling naik dengan kenaikan sebesar 3,03%. Di antara saham-saham yang menguat, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) naik 5,52% ke Rp 382 per saham.

Di sisi lain, bursa saham Asia bergerak bervariasi. Indeks Hang Seng naik 0,86%, sedangkan Straits Times tumbuh 0,60%. Namun, Shanghai Composite berada di zona merah dengan penurunan 0,00%, dan Nikkei turun 0,34%.

Berikut daftar saham top gainers:
PT Royaltama Mulia Kontrakindo Tbk (RMKO) naik 24,73% ke Rp 464
PT RMK Energy Tbk (RMKE) naik 18,50% ke Rp 5.925
* PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) naik 17,24% ke Rp 5.950

Sementara itu, daftar saham top losers adalah sebagai berikut:
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) turun 6,94% ke Rp 1.810
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 5,54% ke Rp 1.620
* PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 4,55% ke Rp 3.150

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai IHSG Berhenti di 8.646 Saat Tutup Bursa 2025, Tidak Sesuai Prediksi Purbaya ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar