
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Strategi Restrukturisasi dan Target Pertumbuhan PT Indofarma Tbk (INAF)
PT Indofarma Tbk (INAF) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menetapkan rencana untuk terus menjalankan upaya restrukturisasi kinerja pada tahun 2026. Hal ini sesuai dengan amanat dari Perjanjian Homologasi yang telah ditandatangani sebelumnya. Restrukturisasi ini dilakukan dengan dukungan berbagai lembaga dan perusahaan terkait, seperti Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), serta PT Bio Farma (Persero) sebagai Holding BUMN Farmasi.
Direktur Utama INAF, Sahat Sihombing, dalam acara Public Expose di Indonesia Health Learning Institute (IHLI) Bio Farma Group, Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 112 persen year on year (yoy) dibandingkan prognosis tahun 2025. Target ini akan dicapai melalui peningkatan indikator kinerja keuangan dengan penyeimbangan kembali portofolio bisnis, penguatan kontribusi produk farmasi, pengembangan produk yang kompetitif, kemitraan strategis, serta optimalisasi ekspor.
Upaya tersebut didukung oleh penerapan lean manufacturing melalui penataan proses dan struktur organisasi, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi biaya pabrikasi, serta pelaksanaan efisiensi operasional secara menyeluruh. Seluruh inisiatif restrukturisasi tersebut dilaksanakan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance, termasuk penguatan pengendalian internal, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Hingga kuartal III-2025, Direktur Operasional INAF, Andi Prazos, memastikan perseroan melaksanakan pengelolaan proses bisnis sesuai dengan portofolio produk yang dijalankan, pengaturan aktivitas produksi dan distribusi, serta pengendalian biaya operasional melalui penyesuaian struktur biaya. Sejalan dengan upaya tersebut, kinerja perseroan menunjukkan perbaikan, yang tercermin dari rasio beban usaha terhadap penjualan yang menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya serta rasio rugi usaha yang menurun.
Dalam RUPSLB, para pemegang saham menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Selain itu, juga menyetujui Pendelegasian Kewenangan Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B Terbanyak.
Fokus pada Efisiensi dan Inovasi
Salah satu aspek utama dari strategi restrukturisasi INAF adalah fokus pada efisiensi operasional dan inovasi. Dengan menerapkan lean manufacturing, perusahaan berupaya mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi pemborosan dalam proses produksi. Teknologi juga menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efisiensi biaya pabrikasi, sehingga dapat mendukung pertumbuhan pendapatan secara signifikan.
Selain itu, pengembangan produk yang kompetitif menjadi prioritas utama. INAF berkomitmen untuk terus menghadirkan produk-produk farmasi yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk mitra bisnis dan lembaga pemerintah, juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisi pasar.
Meningkatkan Kepatuhan dan Pengawasan Internal
Dalam menjalankan strategi restrukturisasi, INAF juga memastikan bahwa seluruh kegiatan bisnis dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance. Penguatan pengendalian internal dan manajemen risiko menjadi bagian penting dari langkah-langkah yang diambil. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan tetap beroperasi secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Selain itu, kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku menjadi prioritas utama. Dengan demikian, INAF tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penerapan standar tata kelola perusahaan yang baik.
Kesimpulan
Strategi restrukturisasi yang dijalankan oleh INAF menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan memperkuat posisi di pasar. Dengan dukungan dari berbagai pihak, serta fokus pada efisiensi, inovasi, dan pengawasan internal, INAF berharap dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan yang ambisius pada tahun 2026. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membawa perusahaan menuju masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar