Indonesia Jadi Peringkat Dua Kasus TB Dunia, Tantangan Pencapaian Eliminasi Diatasi Kesenjangan Sosi

Indonesia Jadi Peringkat Dua Kasus TB Dunia, Tantangan Pencapaian Eliminasi Diatasi Kesenjangan Sosi

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Indonesia Jadi Peringkat Dua Kasus TB Dunia, Tantangan Pencapaian Eliminasi Diatasi Kesenjangan Sosi, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Indonesia Jadi Peringkat Dua Kasus TB Dunia, Tantangan Pencapaian Eliminasi Diatasi Kesenjangan Sosial-Ekonomi

Masalah Penanganan Tuberkulosis di Indonesia

Penanganan kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Berdasarkan data terbaru, Indonesia tetap menjadi negara dengan jumlah kasus TB terbanyak kedua di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa upaya eliminasi TB masih menghadapi kendala yang cukup signifikan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kesulitan dalam penanganan TB adalah faktor sosial-ekonomi. Meskipun obat untuk TB tersedia secara gratis, biaya kunjungan ke layanan kesehatan tidak bisa dianggap remeh. Menurut Silvi Indriani dari Pusat Riset Penyakit Infeksi Universitas Padjadjaran, lebih dari 50% pasien TB kehilangan pendapatan akibat penyakit ini. Selain itu, satu orang sakit TB dapat memengaruhi seluruh keluarga.

Kondisi ini dibahas dalam seminar daring bertajuk “Perlindungan Sosial bagi Orang dengan Tuberkulosis”. Seminar yang diselenggarakan oleh Stop TB Partnership Indonesia (STPI) tersebut mengungkap bahwa beban terberat bagi pasien TB bukanlah biaya pengobatan, melainkan biaya tak langsung dan kehilangan pendapatan. Akibatnya, banyak pasien TB dan keluarganya terjebak dalam kemiskinan baru.

Keberhasilan pengobatan TB tidak hanya bergantung pada kepatuhan pasien minum obat, tetapi juga pada kemampuan mereka bertahan secara ekonomi selama masa terapi yang panjang. Dengan demikian, perlindungan sosial menjadi salah satu aspek penting dalam upaya eliminasi TB.

Tim Kerja TB dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Kementerian Kesehatan menjelaskan langkah strategis yang ditempuh pemerintah. Salah satunya adalah memperkuat aspek perlindungan sosial dalam upaya eliminasi TB melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 67/2021 tentang Penanggulangan TB. Revisi perpres ini akan mengatur peran kementerian lain lebih jelas. Jika pasien kehilangan pekerjaan, tugas tersebut menjadi tanggung jawab Kemenaker. Jika pasien informal kehilangan pendapatan, Kemensos harus memikirkan skema penanganannya. Target penyelesaian revisi ini adalah pada tahun 2026.

Upaya Pemerintah dan Kementerian Terkait

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi IX DPR Putih Sari mengklaim bahwa upaya pemerintah pusat sudah cukup maksimal. Bahkan, dia menyebut program eliminasi TB tetap menjadi fokus utama di tengah efisiensi anggaran negara saat ini. Selain itu, dia juga mendorong upaya pemeriksaan dan penemuan terduga TB oleh Kemenkes maupun Dinas Kesehatan di setiap daerah. Dengan demikian, orang dengan TB maupun anggota keluarga yang berinteraksi dengannya bisa segera menjalani pengobatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Purwakarta Eva Lystia menyebutkan bahwa skrining pasien TB sudah mencapai 90%. Jumlah temuan kasus TB di wilayah tersebut mencapai lebih dari 3.000 orang tahun ini, turun dibandingkan tahun lalu. Selain itu, Dinkes juga terus menggiatkan investigasi kontak dan melakukan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) bagi kontak erat yang negatif.

“Untuk TPT pencapaiannya kita di 30% sekian. Kenapa TPT susah diberikan? karena orang merasa sehat kepana saya harus minum obat padahal itu adalah pencegahan,” ujarnya.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Beberapa langkah penting telah dilakukan dalam penanganan TB di Indonesia:

  • Peningkatan Skrining: Dinas Kesehatan Purwakarta berhasil meningkatkan skrining pasien TB hingga mencapai 90%. Ini menunjukkan komitmen tinggi dalam menemukan kasus TB lebih awal.
  • Investigasi Kontak: Dinkes terus menggiatkan investigasi kontak untuk memastikan semua individu yang berpotensi terpapar TB mendapatkan layanan kesehatan yang tepat.
  • Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT): Meski pencapaian TPT masih di bawah 30%, upaya ini tetap menjadi prioritas untuk mencegah penyebaran TB lebih lanjut.

Dengan terus meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat sistem kesehatan, harapan besar dipegang bahwa Indonesia dapat mencapai target eliminasi TB dalam waktu dekat.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar