
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Target Pertumbuhan Industri Manufaktur Tahun 2026
Kementerian Perindustrian menetapkan sejumlah target untuk pertumbuhan industri manufaktur di tahun 2026. Salah satu target utama adalah meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas atau manufaktur. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan industri telah mencapai sekitar 5,17 persen, dan diharapkan dapat meningkat menjadi 5,51 persen pada tahun depan.
Target ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam konferensi pers yang digelar di kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa proyeksi pertumbuhan industri pada 2026 dibuat berdasarkan capaian pada tahun ini. Selain itu, terdapat delapan sasaran pembangunan industri yang dirancang oleh Kementerian Perindustrian.
Rasio Industri Manufaktur Terhadap PDB
Selain target pertumbuhan PDB, Kementerian Perindustrian juga menargetkan rasio industri manufaktur terhadap PDB meningkat menjadi 18,56 persen pada 2026. Angka ini lebih tinggi dari rasio pada tahun ini yang mencapai 17,27 persen. Dengan peningkatan ini, industri manufaktur akan memiliki peran yang lebih signifikan dalam perekonomian nasional.
Kontribusi Ekspor dan Tenaga Kerja
Kementerian Perindustrian juga menargetkan ekspor produk industri manufaktur dapat berkontribusi sebesar 74,85 persen terhadap total ekspor. Selain itu, pihaknya memproyeksikan persentase tenaga kerja industri manufaktur mencapai 14,68 persen dari total pekerja. Dalam hal pendapatan, Kementerian Perindustrian menargetkan setiap pekerja industri pengolahan mendapatkan penghasilan minimal Rp 126,20 juta per tahun.
Investasi dan Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca
Untuk mendorong pertumbuhan industri, Kementerian Perindustrian juga menetapkan target investasi sektor manufaktur pada 2026 sebesar Rp 852,90 triliun. Selain itu, pihaknya menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sektor industri prioritas sebesar 6,79 juta ton.
Proyeksi Pertumbuhan Per Sektor
Untuk mencapai target pertumbuhan PDB sebesar 5,51 persen pada 2026, Kementerian Perindustrian membuat proyeksi pertumbuhan setiap sektor industri. Berikut rinciannya:
- Industri logam dasar: 14 persen
- Industri pengolahan lainnya: 6,45 persen
- Industri kimia, farmasi, dan obat: 6,26 persen
- Industri makanan dan minuman: 6,06 persen
- Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki: 5,19 persen
- Industri barang dari logam komputer dan lain-lain: 4,81 persen
- Industri mesin dan perlengkapan YTDL: 4,78 persen
- Industri barang galian bukan logam: 4,20 persen
- Industri furnitur: 3,71 persen
- Industri tekstil dan pakaian jadi: 3,54 persen
- Industri alat angkut: 2,93 persen
- Industri kertas dan barang dari kertas: 2,71 persen
- Industri karet, barang dari karet, dan plastik: 1,85 persen
- Industri pengolahan tembakau: 1,67 persen
- Industri kayu dan barang dari kayu: 1,58 persen
Kontribusi Per Sektor Terhadap PDB
Selain pertumbuhan, Kementerian Perindustrian juga menetapkan target kontribusi per sektor terhadap PDB 2026. Berikut rincian kontribusinya:
- Industri makanan dan minuman: 7,64 persen
- Industri kimia, farmasi, dan obat: 1,95 persen
- Industri barang dari logam, komputer: 1,73 persen
- Industri alat angkut: 1,41 persen
- Industri logam dasar: 1,30 persen
- Industri tekstil dan pakaian jadi: 1,03 persen
- Industri pengolahan tembakau: 0,71 persen
- Industri kertas dan barang dari kertas: 0,66 persen
- Industri barang galian bukan logam: 0,47 persen
- Industri karet, barang dari karet: 0,40 persen
- Industri kayu, barang dari kayu: 0,39 persen
- Industri mesin dan perlengkapan YTDL: 0,28 persen
- Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki: 0,26 persen
- Industri furnitur: 0,20 persen
- Industri pengolahan lainnya: 0,13 persen
Subsektor Industri Agro
Subsektor industri agro diproyeksikan menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik pada tahun 2026. Pertumbuhannya diperkirakan mencapai 5,23 persen, dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 9,60 persen. Subsektor ini juga ditargetkan dapat menyerap sebanyak 10,98 juta tenaga kerja.
Target ekspor subsektor industri agro pada tahun depan diproyeksikan mencapai US$ 68,62 miliar. Nilai investasinya diharapkan bisa mencapai sekitar US$ 251,6 triliun. Selain itu, rata-rata utilisasi industri agro diharapkan mencapai 74,62 persen pada tahun depan.
Komentar
Kirim Komentar