Inflasi Impor: Definisi, Macam, dan Contoh

Inflasi Impor: Definisi, Macam, dan Contoh

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Inflasi Impor: Definisi, Macam, dan Contoh menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Apa Itu Inflasi Impor?

Inflasi impor adalah kenaikan harga umum dan berkelanjutan yang terjadi karena kenaikan biaya produk-produk impor. Istilah ini sering dikaitkan dengan inflasi dan impor, namun maknanya lebih dalam. Inflasi impor terjadi ketika harga barang-barang yang diimpor meningkat, sehingga memengaruhi harga seluruh barang dan jasa di dalam negeri.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Ketika harga impor meningkat, maka harga semua barang dan jasa juga meningkat. Dalam suatu negara, kenaikan harga ini berkaitan dengan harga bahan baku dan semua produk atau layanan impor yang digunakan oleh perusahaan. Inflasi impor juga disebut sebagai inflasi biaya. Inflasi impor dapat disebabkan oleh nilai tukar mata uang asing. Inflasi impor merupakan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi ini timbul karena kenaikan harga-harga di luar negeri atau di negara-negara mitra dagang utama.

Kenaikan harga barang-barang yang diimpor mengakibatkan secara langsung kenaikan indeks biaya hidup, secara tidak langsung menaikan indeks harga dan kemudian, harga jual dari berbagai barang yang menggunakan bahan mentah atau mesin-mesin yang harus diimpor. Maka secara tidak langsung juga mengakibatkan kenaikan pengeluaran pemerintah/swasta yang berusaha mengimbangi kenaikan harga impor tersebut.

Penularan inflasi dari luar negeri ke dalam negeri pada umumnya lebih mudah terjadi pada negara-negara yang mengadopsi perekonomian terbuka. Namun seberapa besarnya pengaruh inflasi luar negeri tersebut tergantung dari kebijaksanaan pemerintah yang diambil. Kebijakan moneter dan perpajakan tertentu dapat menetralisasi kecenderungan inflasi yang berasal dari luar negeri.

Penyebab Inflasi Impor

Inflasi impor dapat disebabkan oleh penurunan nilai mata uang suatu negara. Semakin banyak mata uang terdepresiasi di pasar valuta asing, maka semakin tinggi harga impor. Sehingga secara efektif, lebih banyak uang diperlukan untuk membeli barang dan jasa di luar negeri. Dengan inflasi impor, biaya produksi perusahaan menjadi lebih tinggi. Perusahaan-perusahaan ini paling sering mencerminkan kenaikan harga jual barang dan jasa yang dijual. Akibatnya, harga di dalam negeri naik. Inflasi impor juga menjadi penyebab dari inflasi.

Penyebab umum terjadinya inflasi impor adalah sebagai berikut:

  • Tingginya peredaran uang.
  • Meningkatnya permintaan, dengan meningkatnya belanja pemerintah dan meningkatnya permintaan barang untuk diekspor.
  • Meningkatnya biaya produksi, dengan harga bahan bakar naik dan upah buruh naik.

Jenis-Jenis Inflasi Impor

Terdapat beberapa jenis inflasi impor yang biasa terjadi, antara lain:

  • Creeping Inflation, yaitu inflasi yang ditandai dengan peningkatan laju inflasi yang rendah.
  • Galloping Inflation, yaitu inflasi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi ringan.
  • High Inflation merupakan jenis inflasi yang merupakan inflasi yang tergolong berat. Mencakup laju mulai dari 30-100 persen setahun.
  • Hyperinflation merupakan jenis inflasi yang sangat dirasakan. Hal ini disebabkan karena terjadi secara besar-besaran dan mencapai lebih dari 100% setahun. Biasanya jenis inflasi ini yang telah mengacaukan perekonomian suatu negara dan sangat sulit untuk dikendalikan meskipun dilakukan kebijakan moneter.

Contoh Inflasi Impor

Untuk contoh dari inflasi impor dapat kita ambil contoh perusahaan Prancis yang memproduksi pakaian katun. Perusahaan harus membeli kapas dari luar negeri untuk dapat memproduksi garmen tersebut. Hal ini disebabkan karena Prancis bukanlah produsen kapas. Oleh karena itu impor kapas membayar dengan Euro. Jika nilai euro jatuh terhadap mata uang negara pengekspor kapas, maka harus membayar lebih banyak euro untuk mendapatkan pasokan.

Perusahaan kemudian memutuskan untuk menaikkan harga jual pakaiannya di Prancis, untuk menjaga marginnya. Hal ini kemudian menjadi inflasi impor, karena harga jual pakaian yang dijual di Prancis meningkat karena kenaikan biaya produksi.

Selain itu, keterbatasan jumlah produksi pangan dalam negeri juga dapat memicu kenaikan harga-harga umum yang terdapat di sebuah negara. Misalnya, Timor Leste dalam beberapa tahun terakhir ini konsisten untuk mengimpor beras dari luar negeri. Maka hal ini mencerminkan terdapatnya keterbatasan produksi dalam negeri. Terjadinya gagal panen, dan bertambahnya jumlah penduduk, naiknya biaya input produksi (seperti harga tenaga kerja dan harga minyak dunia), dan faktor-faktor lainnya dapat menimbulkan shock atau tekanan yang dapat memperparah harga beras di Timor Leste.

Faktor tekanan eksternal, berupa kenaikan harga beras dunia diduga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap harga beras di Timor Leste yang selanjutnya berkontribusi terhadap tingkat inflasi Timor Leste. Hal ini membuktikan bahwa harga gandum di Tajakistan dan harga beras di Indonesia memiliki pengaruh signifikan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Berdasarkan hal tersebut maka patut diduga bahwa perubahan nilai tukar memiliki pengaruh positif terhadap inflasi Timor Leste.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Inflasi Impor: Definisi, Macam, dan Contoh ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar