Injil Katolik Senin 10 November 2025 dan Mazmur Tanggapan

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Injil Katolik Senin 10 November 2025 dan Mazmur Tanggapan, berikut adalah data yang berhasil kami himpun dari lapangan.
Injil Katolik Senin 10 November 2025 dan Mazmur Tanggapan

Ringkasan Berita

Pengampunan Tanpa Batas: Ampunilah sesama, meski ia berbuat dosa berkali-kali dan bertobat setiap kali

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dalam perayaan hari ini, kita diingatkan untuk memiliki hati yang penuh belas kasih. Pengampunan adalah bagian penting dari kehidupan beriman. Bahkan jika seseorang terus-menerus berbuat salah dan bertobat kembali, kita harus tetap memberikan pengampunan. Ini mengajarkan kita bahwa pengampunan tidak memiliki batas dan harus dilakukan dengan tulus.

Iman Sekecil Biji Sesawi: Iman kecil yang sungguh-sungguh kepada Allah mampu menghasilkan perubahan besar dalam hidup

Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa bahkan iman sekecil biji sesawi pun dapat mengubah segalanya. Iman bukan tentang seberapa besar kita mempercayai Tuhan, tetapi tentang seberapa dalam kita mempercayakan hidup kita kepada-Nya. Dengan iman yang kuat, kita bisa melakukan hal-hal luar biasa.

Hindari Menyesatkan Sesama: Jadilah berkat bagi orang lain, jangan menjadi batu sandungan melalui perkataan atau tindakan

Kita diberi tanggung jawab untuk menjaga kebenaran dan kasih dalam hidup kita. Tidak hanya dalam tindakan, tetapi juga dalam perkataan. Kita harus waspada agar tidak menjadi batu sandungan bagi sesama. Di era digital saat ini, perkataan bisa sangat berdampak, baik positif maupun negatif.

Mari Simak Injil Katolik Hari Ini

Hari Senin, 10 November 2025, merupakan hari Peringatan Wajib Santo Leo I atau Leo Agung Paus serta Santo Andreas Avelino Pengaku Iman. Warna liturgi hari ini adalah putih. Berikut bacaan Liturgi Katolik hari ini:

Bacaan Pertama: Keb 1:1-7

Kebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia. Roh Tuhan memenuhi seluruh dunia. Kasihilah kebenaran, hai para penguasa dunia. Hendaklah pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, dan carilah Dia dengan tulus hati. Ia membiarkan diri-Nya ditemukan oleh orang yang tidak mencobai-Nya.

Ia menampakkan diri kepada semua yang tidak menaruh syak wasangka terhadap-Nya. Pikiran bengkang-bengkung menjauhkan dari Allah, dan orang bodoh yang menguji kekuasaan-Nya pasti dienyahkan. Sebab kebijaksanaan tidak masuk ke dalam hati keruh, dan tidak pula tinggal dalam tubuh yang dikuasai dosa. Roh pendidik yang suci menghindarkan tipu daya, dan pikiran pandir dijauhinya.

Sebab kebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia, tetapi si penghojat tidak dibiarkannya terluput dari hukuman karena ucapan bibirnya. Memang Allah menyaksikan hati sanubarinya, benar-benar mengawasi isi hatinya dan mendengarkan ucapan lidahnya. Sebab roh Tuhan memenuhi seluruh, dan Dia yang merangkum segala-galanya tahu apa saja yang disuarakan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-10

Ref: Tuntunlah aku di jalan yang kekal, ya Tuhan.

Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.

Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.

Bait Pengantar Injil: Flp 2:15-16

Hendaklah di dunia ini kalian bersinar seperti bintang-bintang sambil berpegang pada firman kehidupan.

Bacaan Injil: Luk 17:1-6

Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kembali kepadamu dan berkata, “Aku menyesal,” engkau harus mengampuni dia.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan! Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya. Lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, daripada ia menyesatkan salah seorang yang lemah ini.”

Jagalah dirimu! Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia. Dan jika ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jika ia berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata, “Aku menyesal,” engkau harus mengampuni dia.”

Lalu para rasul berkata kepada Tuhan, “Tambahkanlah iman kami!” Tetapi Tuhan menjawab, “Jika kalian memiliki iman sebesar biji sesawi saja, kalian dapat berkata kepada pohon ara ini, ‘Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut,’ maka pohon itu akan menurut perintahmu.”

Renungan Harian Katolik

"Iman Sebesar Biji Sesawi"

“Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Tercabutlah dan tertanamlah di laut, dan ia akan taat kepadamu.” (Lukas 17:6)

  1. Tantangan Iman di Tengah Dunia Modern

Di tengah dunia digital yang serba cepat dan penuh distraksi, banyak orang beriman merasa imannya goyah. Berita negatif, tekanan hidup, dan godaan untuk mengandalkan diri sendiri sering membuat kita lupa akan kekuatan doa dan iman yang sederhana. Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan para murid tentang dua hal penting: bahaya menyesatkan sesama dan kekuatan iman, sekecil apa pun itu.

Yesus berkata, “Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja...” — kalimat ini bukan hanya tentang ukuran iman, tetapi tentang kualitas iman yang hidup, bertumbuh, dan berakar pada kepercayaan penuh kepada Allah.

  1. Iman yang Bertumbuh dari Ketaatan

Biji sesawi adalah benih kecil yang tumbuh menjadi pohon besar. Begitulah iman kita: mungkin kecil di awal, tapi akan tumbuh bila dipupuk dengan ketaatan dan kasih. Iman bukan soal seberapa banyak kita tahu tentang Allah, melainkan seberapa dalam kita mempercayakan hidup kita kepada-Nya — bahkan saat tidak mengerti jalan-Nya.

Ketika Yesus berbicara tentang pohon ara yang tercabut dan tertanam di laut, Ia tidak sedang mengajarkan mukjizat spektakuler, melainkan kekuatan rohani dari iman yang sungguh-sungguh percaya pada kuasa Allah. Kadang iman sekecil itu sudah cukup untuk mengubah arah hidup kita yang semula keras kepala menjadi lembut dan taat pada kehendak Tuhan.

  1. Jangan Menjadi Batu Sandungan

Bagian awal Injil hari ini juga menyinggung tentang dosa dan tanggung jawab kita terhadap sesama. “Celakalah orang yang menjadi penyebab kejatuhan orang lain.” Dalam era media sosial, ini menjadi peringatan keras bagi kita untuk bijak menggunakan kata dan sikap. Satu komentar kasar bisa melukai hati seseorang yang sedang berjuang dalam imannya.

Iman sejati selalu berjalan seiring dengan kasih dan tanggung jawab. Semakin besar iman kita, semakin besar pula panggilan untuk menjadi berkat dan bukan batu sandungan bagi orang lain.

  1. Iman yang Mendorong Pengampunan

Dalam ayat-ayat sebelumnya (Luk 17:3–4), Yesus berbicara tentang pengampunan tanpa batas. Tidak heran para murid lalu berkata, “Tambahkanlah iman kami!” Karena mengampuni bukan hal mudah. Butuh iman untuk memercayakan keadilan dan pemulihan kepada Tuhan, bukan pada rasa dendam kita.

Pengampunan dan iman berjalan beriringan. Semakin kita mengandalkan Tuhan, semakin mudah kita melepaskan beban hati dan menemukan kedamaian sejati.

  1. Menghidupi Iman di Zaman Digital

Iman sebesar biji sesawi di zaman ini bisa berarti menjaga hati tetap percaya walau dunia tampak kacau. Bisa juga berarti tetap memilih kasih, walau dunia menawarkan kebencian. Iman kecil yang dijalankan dengan setia lebih berharga daripada iman besar yang hanya diucapkan tanpa tindakan.

Mari kita tanam “biji sesawi iman” dalam kehidupan digital kita: membagikan hal baik, menulis kata yang membangun, dan menjadi saksi kasih Kristus di dunia maya maupun nyata.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah aku memiliki iman yang hidup, meskipun kecil, agar aku tetap percaya kepada-Mu dalam segala hal. Jadikanlah aku alat kasih dan damai di mana pun aku berada. Amin.

Kesimpulan Renungan

Iman sejati bukan soal ukuran, melainkan soal kepercayaan. Sekecil biji sesawi pun, bila diserahkan kepada Tuhan, mampu menumbuhkan pohon kebaikan yang besar dan menghasilkan buah kasih.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Injil Katolik Senin 10 November 2025 dan Mazmur Tanggapan. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar