Iran Dituduh Rencanakan Pembunuhan Dubes Israel di Meksiko

Iran Dituduh Rencanakan Pembunuhan Dubes Israel di Meksiko

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai Iran Dituduh Rencanakan Pembunuhan Dubes Israel di Meksiko, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Iran Dituduh Mencoba Membunuh Dubes Israel untuk Meksiko

Pihak Amerika Serikat (AS) dan sekutu dekatnya, Israel, menuduh Iran mencoba membunuh Duta Besar Israel untuk Meksiko, Einat Kranz-Neiger. Tuduhan ini muncul setelah adanya dugaan rencana pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok tertentu di bawah naungan pemerintah Iran.

Namun, Pemerintah Iran langsung membantah tudingan tersebut dengan menyebut klaim itu sebagai kebohongan besar. Dalam pernyataan resmi mereka, Iran menegaskan bahwa tidak ada bukti konkret yang mendukung tuduhan tersebut.

Menurut pernyataan resmi dari Pemerintah Israel, upaya pembunuhan terhadap Neiger berhasil dihentikan oleh Pemerintah Meksiko. Namun, pada hari Minggu (9/11), Meksiko mengaku tidak memiliki informasi apa pun mengenai dugaan pembunuhan tersebut.

“Kami terbuka untuk kerja sama yang saling menghormati dan terkoordinasi, selalu dalam kerangka kedaulatan nasional, dengan semua badan keamanan yang memintanya,” ujar Departemen Pertahanan Meksiko seperti dikutip dari AFP.

Sementara itu, Neiger mengungkapkan rasa herannya mengapa Pemerintah Meksiko menolak laporan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Israel dan didukung oleh AS. Menurutnya, otoritas keamanan dan intelijen Meksiko adalah yang bertindak untuk menetralisir ancaman tersebut.

Penjelasan dari Pejabat AS

Dalam sebuah pernyataan terpisah, seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa otak di balik rencana pembunuhan tersebut adalah Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran. Rencana ini disebut telah dimulai pada 2024 dan akhirnya digagalkan pada tahun 2025 ini.

Tuduhan dari Israel dan AS dinilai sebagai "dusta besar" oleh Kedutaan Besar Iran di Meksiko. Dalam pernyataannya melalui platform X, Kedubes Iran menyebut bahwa tujuan dari tuduhan ini adalah untuk merusak hubungan persahabatan dan historis antara Meksiko dan Iran. Mereka secara tegas menolak klaim tersebut.

Hubungan Diplomatik yang Teguh

Meksiko sendiri secara historis memegang prinsip non-intervensi dalam urusan internasional. Negara ini juga cenderung berhati-hati dalam memberikan komentar mengenai perang di Gaza. Namun, Meksiko tetap menyatakan kecaman terhadap kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel di Gaza.

Meski begitu, Meksiko tetap mempertahankan hubungan diplomatik dengan Israel yang telah terjalin selama puluhan tahun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan, kedua negara masih menjaga hubungan yang stabil.

Kesimpulan

Tuduhan terhadap Iran atas rencana pembunuhan terhadap Dubes Israel di Meksiko masih menjadi perdebatan yang hangat. Sementara pihak AS dan Israel bersikeras bahwa ada ancaman nyata, Iran dan Meksiko menolak klaim tersebut. Persoalan ini menunjukkan kompleksitas hubungan diplomatik antara negara-negara yang terlibat, serta pentingnya kerja sama yang saling menghormati dalam menghadapi isu-isu keamanan global.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar