
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Persaingan Antara Netflix dan Paramount Skydance dalam Akuisisi Warner Bros Discovery
Netflix dan Paramount Skydance sedang bersaing dalam upaya mengakuisisi Warner Bros Discovery. Dalam proses ini, banyak pertanyaan muncul terkait dampak akuisisi tersebut terhadap harga langganan layanan streaming, serta bagaimana nasib film-film Warner Bros di bioskop.
Netflix telah menyetujui penawaran sebesar US$ 72 miliar untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery, dengan tambahan utang sebesar US$ 10 miliar, sehingga total nilai kesepakatan mencapai US$ 82,7 miliar atau sekitar Rp 1.380 triliun (dengan kurs Rp 16.690 per US$). Penawaran ini diumumkan pada Jumat (5/12) waktu Amerika Serikat. Namun, Paramount Skydance langsung merespons dengan menawarkan jumlah yang lebih besar, yaitu US$ 108,4 miliar atau sekitar Rp 1.810 triliun, pada Senin (8/12) waktu AS. Perusahaan ini berharap bisa lolos dari pengawasan regulator.
Warner Bros Discovery menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan tawaran Paramount secara cermat. Pihak perusahaan juga mengungkapkan bahwa mereka tidak akan mengabaikan kewajiban kepada para pemegang saham.
Profil Warner Bros dan Kebijakan Akuisisi
Warner Bros adalah studio film ternama yang memiliki portofolio luas, termasuk HBO, salah satu layanan streaming terkemuka. Dalam akuisisi oleh Netflix, ada beberapa aset yang tidak akan masuk ke dalam kesepakatan, seperti CNN dan Discovery Channel. Aset-aset ini akan membentuk perusahaan baru bernama Discovery Global pada pertengahan 2026.
Beberapa karyawan CNN merasa lega karena tidak akan bergabung dengan CBS News, milik Paramount. CEO CNN Mark Thompson juga menyambut baik pengumuman akuisisi oleh Netflix, mengatakan bahwa hal ini akan memungkinkan CNN terus menjalankan strategi digital yang efektif.
Namun, tidak semua pihak merasa nyaman. Beberapa karyawan CBS News khawatir akan terjadi PHK jika terjadi penggabungan. Mereka percaya bahwa penggabungan akan meningkatkan efisiensi dan arus kas perusahaan.
Nasib Film-Film Warner Bros dan Bisnis Bioskop
Penggabungan antara Netflix dan Warner Bros masih menunggu persetujuan dari pemegang saham dan regulator. Jika disetujui, film-film populer seperti The Big Bang Theory, Game of Thrones, dan The Wizard of Oz akan bergabung dengan portofolio Netflix.
Selama proses tender, Netflix meyakinkan eksekutif Warner Bros bahwa mereka akan mematuhi komitmen perusahaan untuk merilis film di bioskop. Meskipun demikian, ada beberapa pengecualian, seperti pemutaran terbatas untuk acara KPop Demon Hunters dan episode terakhir Stranger Things.
CEO Netflix Ted Sarandos mengatakan bahwa misi perusahaan selalu untuk menghibur dunia, dan merger ini akan memberikan lebih banyak konten yang disukai penonton. Sementara itu, CEO Warner Bros Discovery David Zaslav berharap merger ini akan memastikan orang-orang di mana pun dapat menikmati kisah-kisah berkesan.
Ancaman terhadap Bisnis Bioskop
Cinema United, kelompok dagang yang mewakili pemilik lebih dari 50.000 layar film, mengkhawatirkan dampak negatif dari akuisisi ini. Mereka menyatakan bahwa model bisnis Netflix tidak mendukung penayangan di bioskop, yang berpotensi membuat bioskop tutup dan menghilangkan lapangan kerja.
Writers Guild of America juga memberikan peringatan serupa, meminta agar penggabungan ini diblokir. Serikat Produser Amerika menekankan bahwa studio-studio lama bukan hanya sekadar perpustakaan konten, tetapi juga tempat karakter dan budaya bangsa kita terwujud.
Pengaruh pada Harga Langganan
Jika disetujui oleh regulator, penggabungan Netflix dan Warner Bros akan membuat dua layanan streaming terbesar di dunia di bawah kepemilikan yang sama. Ini akan menggabungkan divisi televisi dan film Warner Bros, termasuk DC Studios, dengan perpustakaan besar Netflix dan lengan produksinya.
Analisis dari Forrester menunjukkan bahwa akuisisi ini dapat memicu pengawasan antimonopoli yang ketat. Dengan basis pelanggan Netflix yang sudah lebih dari 300 juta, penambahan HBO Max akan membuat jumlah pelanggan melonjak menjadi lebih dari 420 juta, menjadikannya raksasa di industri streaming.
Netflix menegaskan bahwa penambahan program HBO dan HBO Max akan memberikan konsumen lebih banyak konten berkualitas tinggi dan memperkaya paket konten yang tersedia.
Komentar
Kirim Komentar