Penyelundupan Cap Tikus Gagal Dibongkar di Pulau Taliabu
Personel Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara kembali berhasil menggagalkan penyelundukan minuman beralkohol jenis cap tikus. Kali ini, barang haram tersebut disita dari atas KM Sabuk Nusantara 84 ketika kapal sandar di Pelabuhan Bobong dari Banggai, Sulawesi Tengah.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Selama patroli di atas kapal, petugas menemukan dus yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan ratusan botol cap tikus yang dikemas dalam modus barang titipan. KBO Sabhara Polres Pulau Taliabu, Ipda Imran Saleh menjelaskan bahwa barang yang disita terdiri dari kemasan air mineral ukuran 1/4 sebanyak 33 botol, kemasan air mineral standar sebanyak 105 botol, dan jerigen ukuran 5 liter.

"Semuanya sudah kami amankan ke kantor," ujarnya saat dihubungi. Menurutnya, cap tikus tersebut diduga berasal dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Karena sering disita oleh aparat, pengirim cap tikus ini memilih modus seperti barang titipan untuk menghindari pemeriksaan lebih lanjut.
"Barang haram itu ditemukan tertera nomor titipan namun tanpa nama pemilik," tambah Ipda Imran Saleh. Ia berharap kepada masyarakat agar melapor jika menemukan barang titipan di atas kapal yang mencurigakan. "Cap tikus maupun miras lainnya berpotensi dapat memicu suatu pertikaian sebagaimana beberapa kasus yang terjadi sebelumnya."
Ia juga menyatakan komitmen pihaknya untuk meminimalisir peredaran miras di Pulau Taliabu, dengan tujuan menjaga Kamtibmas di wilayah hukum mereka.
Apa Itu Cap Tikus?
Cap tikus adalah minuman beralkohol tradisional dari Minahasa, Sulawesi Utara, yang dibuat dari fermentasi dan distilasi air nira pohon aren atau enau. Minuman ini memiliki kandungan alkohol yang cukup tinggi, berkisar antara 40 persen hingga 75%.
Proses Pembuatan: - Dimulai dengan fermentasi air nira pohon aren (enau). - Kemudian didistilasi (disuling) untuk menghasilkan minuman beralkohol dengan kadar tinggi.
Asal Usul Nama: Nama "Cap Tikus" berasal dari botol-botol biru dengan gambar ekor tikus yang digunakan oleh pedagang Cina untuk menjual minuman ini di Benteng Amsterdam, Manado, pada abad ke-18. Sebelum itu, minuman ini dikenal sebagai Sopi.
Makna dan Penggunaan: Cap tikus memiliki nilai budaya dan tradisi yang kuat di Minahasa, sering kali dikonsumsi dalam acara adat. Selain itu, minuman ini juga dikenal sebagai minuman favorit karena harganya yang terjangkau dan efek memabukkannya.
Penggunaan Lain: Ada pula upaya untuk mengangkat Cap Tikus menjadi produk yang lebih legal dan dikenal luas, bahkan menjadikannya bahan dasar untuk cocktail atau produk wiski.
Komentar
Kirim Komentar