Kanker Serviks: Luka Perempuan Indonesia, HerLens dan AI: Mengubah Keraguan Jadi Kejelasan

Kanker Serviks: Luka Perempuan Indonesia, HerLens dan AI: Mengubah Keraguan Jadi Kejelasan

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Kanker Serviks: Luka Perempuan Indonesia, HerLens dan AI: Mengubah Keraguan Jadi Kejelasan, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Kanker Serviks: Luka Perempuan Indonesia, HerLens dan AI: Mengubah Keraguan Jadi Kejelasan

Harapan Baru dalam Perang Melawan Kanker Serviks

Di tengah masih tingginya angka kematian akibat kanker serviks, sebuah inisiatif baru memberikan harapan bagi perempuan Indonesia. BrightHer Talkshow, forum refleksi dan dialog strategis, menjadi penanda akhir dari rangkaian program HerLens sepanjang 2025. Acara ini tidak hanya sekadar diskusi, tetapi juga menjadi bukti bahwa teknologi, empati, dan kolaborasi bisa berjalan bersama untuk menyelamatkan nyawa perempuan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Forum ini mengumpulkan para ahli kesehatan, pemerintah, sektor swasta, lembaga internasional, hingga masyarakat luas dalam satu tujuan bersama: mempercepat eliminasi kanker serviks melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Empat pembicara lintas sektor hadir dalam acara ini, yaitu:

  • Dr. dr. Gatot Purwoto, Sp.OG, Subsp. Onk MPH (RSCM FKUI)
  • dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (Kemenkes RI)
  • Syahda Maulida P (Angin Advisory)
  • Nidya Anifa, Co-Founder HerLens

Kanker Serviks: Luka Sunyi Perempuan Indonesia

Dalam diskusi yang diadakan, terungkap fakta pahit bahwa kanker serviks masih menjadi penyebab kematian kedua tertinggi pada perempuan Indonesia. Ironisnya, penyakit ini justru salah satu kanker yang paling dapat dicegah.

“Hampir semua kanker penyebabnya tidak jelas, kecuali kanker serviks. Sebanyak 90 persen disebabkan oleh virus HPV. Jadi jangan ragu untuk skrining, ajak perempuan di sekitar kita—ibu, sahabat, saudara—untuk peduli pada kesehatannya,” tegas Siti Nadia Tarmizi.

Namun data menunjukkan tantangan besar: cakupan skrining nasional baru sekitar 7 persen pada 2023, jauh dari target WHO sebesar 70 persen pada 2030. Di banyak daerah, pemeriksaan IVA masih bergantung pada pengamatan visual manual yang rawan subjektivitas dan keterbatasan sumber daya.

HerLens dan AI: Mengubah Keraguan Menjadi Kepastian

Di titik inilah HerLens mengambil peran. Melalui teknologi AI berbasis interpretasi IVA, HerLens membantu tenaga kesehatan membaca hasil pemeriksaan secara lebih akurat, konsisten, dan cepat, bahkan di wilayah dengan fasilitas terbatas.

Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas keputusan klinis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, baik bagi tenaga kesehatan maupun perempuan yang menjalani skrining.

“Data dari lapangan menunjukkan perempuan merasa lebih yakin ketika hasil skrining akurat dan prosesnya mudah,” ujar Nidya Anifa, Co-Founder HerLens.

Jejak Nyata HerLens Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, HerLens aktif melakukan beberapa inisiatif penting:

  • Pelatihan tenaga kesehatan
  • Roadshow skrining kanker serviks
  • Implementasi teknologi di berbagai daerah seperti Jakarta dan Bengkulu
  • Penguatan kolaborasi lintas sektor

Dampaknya terasa nyata. Partisipasi perempuan meningkat, skrining menjadi lebih inklusif, dan layanan preventif menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit tersentuh.

Tahun ini juga menjadi tonggak global bagi HerLens. Startup health-tech ini berhasil meraih pre-seed investment dari 22 Health Venture, venture fund regional Asia Pasifik, melalui NUS School of Medicine Digital Health Accelerator. Pengakuan ini menegaskan bahwa solusi HerLens tidak hanya relevan di Indonesia, tetapi juga layak di-scale secara global.

Ketika Ibu Sakit, Keluarga Ikut Terluka

Pesan paling menyentuh datang dari Dr. Gatot Purwoto. “Perempuan adalah setengah dari jiwa kita. Ketika seorang ibu atau istri sakit, seluruh keluarga ikut terdampak. Karena itu, eliminasi kanker serviks bukan pilihan, tapi kewajiban bersama,” katanya.

Menuju Indonesia Bebas Kanker Serviks

Melalui BrightHer Talkshow, HerLens menegaskan komitmennya untuk terus mendorong skrining kanker serviks berbasis AI sebagai bagian dari strategi nasional eliminasi kanker serviks.

Dengan kolaborasi lintas sektor, dukungan kebijakan, dan teknologi yang berpihak pada kemanusiaan, HerLens percaya masa depan tanpa kanker serviks bukan sekadar mimpi melainkan tujuan yang dapat dicapai, satu skrining, satu perempuan, dan satu harapan pada satu waktu.


Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar