
Timnas U-22 Vietnam akan menghadapi tantangan berat dalam laga final SEA Games 2025 melawan Timnas U-22 Thailand. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi para pemain muda Vietnam yang ingin merebut kembali medali emas yang sebelumnya mereka raih pada edisi sebelumnya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Timnas U-22 Vietnam berhasil menembus babak final setelah mengalahkan Timnas U-22 Filipina dengan skor 2-0 di semifinal. Sementara itu, Timnas U-22 Thailand sebagai tuan rumah SEA Games 2025 berhasil melewati Malaysia dengan kemenangan tipis 1-0. Laga antara kedua tim akan digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Kamis (18/12/2025) malam WIB.
Menjelang pertandingan besar ini, penyerang andalan Timnas Senior Vietnam, Nguyen Tien Linh, memberikan dukungan penuh kepada para pemain muda. Ia menekankan pentingnya tekad dan kerja keras untuk membuktikan kemampuan mereka di bawah tekanan yang sangat besar.
Tien Linh menyebut bahwa meraih medali emas di SEA Games lebih sulit dibandingkan memenangkan ASEAN Cup atau Piala AFF. Menurutnya, final SEA Games memiliki makna istimewa karena selalu dinantikan oleh penggemar sepak bola Vietnam.
"Final SEA Games dapat dikatakan sebagai pertandingan spesial bagi setiap pemain," ujar Tien Linh.
"Meskipun SEA Games merupakan kompetisi regional, turnamen ini lebih banyak dinantikan oleh penggemar Vietnam daripada turnamen lainnya."
"Oleh karena itu, para pemain dan seluruh tim selalu memasuki pertandingan dengan tekanan yang cukup besar dan tekad yang kuat untuk memenangkan medali emas di cabang olahraga sepak bola putra."
Selain itu, Tien Linh menilai bahwa sepak bola putra SEA Games hanya untuk kelompok usia U-22, sehingga menjadi titik awal penting sebelum naik ke level yang lebih tinggi di tim nasional. Ia juga menyebut bahwa SEA Games selalu menjadi tonggak penting dalam karier setiap pemain.
"Dalam beberapa periode, memenangkan medali emas SEA Games bahkan lebih sulit daripada memenangkan ASEAN Cup," tambahnya.
Tien Linh sendiri pernah meraih medali emas SEA Games 2021 saat Vietnam menjadi tuan rumah. Kali ini, ia berharap para juniornya bisa meraih prestasi lebih baik dengan memenangi medali emas di laga tandang, yaitu di Stadion Rajamangala, salah satu stadion paling angker di Asia Tenggara.
"Empat tahun lalu, Vietnam menjadi tuan rumah SEA Games. Sekarang, Thailand menjadi tuan rumah," kata Tien Linh.
"Jika saya dan rekan-rekan setim saya pernah memenangkan medali emas di kandang sendiri, maka saya berharap Anda mereka meraih kejayaan yang lebih besar daripada generasi saya, dengan memenangi medali emas di laga tandang, di Stadion Rajamangala."
Bagi Tien Linh, Thailand selalu menjadi rival terberat Vietnam terlepas dari era atau generasi pemainnya. Meski demikian, ia meminta para pemain Vietnam tetap fokus dan mengikuti instruksi pelatih.
"Thailand selalu menjadi rival sengit sepak bola Vietnam, terlepas dari era atau generasi pemainnya," ujar Tien Linh.
"Saya pikir akan ada sedikit kecemasan di benak para pemain sebelum pertandingan."
"Tetapi sepak bola Vietnam telah banyak berkembang sekarang dan pola pikir saat menghadapi rival lama seperti Thailand berbeda dari sebelumnya."
"Ini adalah pola pikir menghadapi lawan yang setara, jadi mereka akan bermain adil, berjuang untuk menang demi medali emas, demi bendera nasional, dan demi cinta dan dukungan jutaan penggemar sepak bola Vietnam."
Untuk mengatasi tekanan psikologis, Tien Linh menilai tidak ada yang lebih baik daripada fokus pada tujuan utama dan mematuhi 100 persen taktik yang telah ditetapkan oleh staf pelatih. Ia percaya bahwa tribun selama final akan dipenuhi dengan warna merah para penggemar Vietnam, yang akan membangkitkan semangat para pemain di lapangan.
Komentar
Kirim Komentar