Kebakaran Hutan Indonesia Capai 19,6 Juta Hektare, Puncaknya 2014-2015

Kebakaran Hutan Indonesia Capai 19,6 Juta Hektare, Puncaknya 2014-2015

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Kebakaran Hutan Indonesia Capai 19,6 Juta Hektare, Puncaknya 2014-2015, berikut adalah data yang berhasil kami himpun dari lapangan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Data Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Data yang dirangkum oleh MapBiomas Indonesia Fire mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahunan di Indonesia selama periode 2000–2024 mencapai total 19,6 juta hektare. Angka ini merupakan akumulasi luas kebakaran yang dihitung per tahun, berbeda dengan akumulasi area unik karena satu wilayah dapat terhitung kembali jika terbakar pada tahun yang berbeda.

Koordinator Teknis MapBiomas Fire Indonesia, Sesilia Maharani Putri, menjelaskan bahwa pendekatan kebakaran tahunan digunakan untuk melihat dinamika pertambahan kebakaran dari tahun ke tahun.

“Kemudian ini kebakaran tahunan. Kebakaran tahunan ini kita menghitung kebakaran dari tiap tahunnya, dan kalau ditambah di total ternyata ada 19,6 juta hektare ternyata. Kebakaran itu secara pertambahan kebakaran dari 2000 sampai 2024,” ujar Sesilia dalam peluncuran MapBiomas Indonesia Fire, Selasa (16/12).

Ia menggambarkan besarnya angka tersebut setara dengan sekitar satu setengah kali luas Pulau Jawa. Data tahunan juga memperlihatkan adanya tahun-tahun dengan lonjakan kebakaran yang sangat signifikan.

Kebakaran Hutan di Taman Nasional dan Suaka Alam

Dalam data yang diperoleh, kebakaran hutan di Taman Nasional dan Suaka Alam mencatat angka yang cukup tinggi dalam 25 tahun terakhir. Berikut adalah daftar 10 provinsi yang mewakili 80% kebakaran hutan Indonesia dalam 25 tahun terakhir:

  • Sumatra
  • Kalimantan
  • Jawa
  • Sulawesi
  • Maluku
  • Papua
  • Nusa Tenggara
  • Bali
  • Aceh
  • Riau

Mayoritas kebakaran di Kalimantan dan Sumatra berkaitan dengan aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan untuk pertanian atau perkebunan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial dan ekonomi turut berkontribusi pada peningkatan risiko kebakaran.

Puncak Kebakaran pada Tahun-Tahun Tertentu

Sesilia menyebutkan bahwa puncak kebakaran tercatat pada tahun 2014, 2015, dan 2019. Tahun 2014 dan 2015 ini jelas karena ada El Niño yang parah. Meskipun fenomena El Niño pada 2019 tidak sekuat periode 2014–2015, luas kebakaran pada tahun tersebut tetap tercatat sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa faktor selain iklim juga berperan dalam meningkatkan risiko kebakaran.

Tren Positif pada 2024

Sementara itu, data 2024 menunjukkan tren yang lebih positif. Berdasarkan perbandingan antara rerata kebakaran tahunan dan kebakaran pada 2024, luas kebakaran di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah rata-rata tahunan masing-masing pulau.

“Alhamdulillah tahun 2024 itu kebakaran kita turun dan angka rata kebakaran di tiap region atau tiap pulau itu selalu lebih rendah, semuanya lebih rendah dibandingkan rata kebakaran di tiap-tiap pulau,” kata Sesilia.

Namun, pola kebakaran tidak seragam di semua wilayah. Sesilia mencontohkan Bali–Nusa Tenggara yang menunjukkan grafik kebakaran relatif mirip dari tahun ke tahun.

“Bali-Nusa Tenggara itu agak mirip grafiknya. Bisa jadi memang kebakaran itu tiap tahun terjadi secara konsisten. Ya, bisa jadi sudah alamiahnya terjadi begitu,” ujarnya.

Sebaliknya, wilayah seperti Kalimantan menunjukkan fluktuasi yang sangat tajam. Pada tahun-tahun tertentu kebakaran melonjak sangat tinggi, sementara pada tahun lainnya bisa turun drastis.

“Kalau dibandingkan Kalimantan, dia bisa jauh banget. Ini kan artinya ada satu faktor yang mempengaruhi. Kenapa di tahun-tahun tertentu dia bisa tinggi sekali, kenapa di tahun berikutnya bisa rendah banget,” katanya.

Data Berdasarkan Pulau

Data MapBiomas juga merinci kebakaran tahunan berdasarkan pulau. Dalam pemisahan tersebut, Kalimantan tercatat sebagai wilayah dengan kebakaran tahunan terbesar. Pada 2015 saja, luas kebakaran di Kalimantan mencapai sekitar 723 ribu hektare, menjadikannya kejadian kebakaran terbesar dalam 25 tahun terakhir.

Posisi kedua ditempati Papua, yang pada tahun yang sama mengalami kebakaran seluas sekitar 448 ribu hektare. Menurut Sesilia, besarnya kebakaran di Papua pada 2015 tergolong tidak biasa.

“Di Papua itu di 2015 ternyata terbakar sebesar 448 ribu hektare. Nah, ini juga enggak biasa-biasanya di Papua bisa sekali kebakaran tapi besar banget,” ujarnya.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Kebakaran Hutan Indonesia Capai 19,6 Juta Hektare, Puncaknya 2014-2015. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar