KEMENEKRAF dan UNCTAD Rapat Bilateral: Ini Hasilnya

KEMENEKRAF dan UNCTAD Rapat Bilateral: Ini Hasilnya

Isu politik kembali mencuat. Mengenai KEMENEKRAF dan UNCTAD Rapat Bilateral: Ini Hasilnya, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Pertemuan Strategis Menteri Ekonomi Kreatif dengan Sekretaris Jenderal UNCTAD

Pertemuan bilateral antara Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsa, dan Sekretaris Jenderal United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), Rebeca Grynspan, berlangsung di kantor pusat UNCTAD di Jenewa, Swiss, pada Kamis (4/12). Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen kedua belah pihak dalam memperluas kerja sama strategis. Fokus utama dari kerja sama tersebut adalah pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Indonesia Dinilai Berhasil Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif


Sekjen UNCTAD, Rebeca Grynspan, menyampaikan apresiasi terhadap upaya Indonesia dalam pengembangan EKRAF. Ia menilai langkah yang dilakukan Indonesia dapat dijadikan contoh dalam pengembangan ekonomi kreatif di negara berkembang. Indonesia dinilai berhasil membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Indonesia menunjukkan bagaimana ekonomi kreatif dapat menjadi pilar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di negara berkembang. Pengalaman Indonesia sangat relevan untuk dijadikan referensi global," ujar Rebeca Grynspan.

Penguatan Arah Kebijakan Presiden Prabowo Terkait Pengembangan Ekraf


Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsa, menyampaikan bahwa pengakuan dari UNCTAD ini merupakan penguatan atas arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan EKRAF nasional. "Pengakuan dari UNCTAD ini menjadi bukti bahwa langkah penguatan ekosistem EKRAF yang sedang kita bangun berada pada jalur yang tepat. Indonesia siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya negara berkembang lainnya," ujar Teuku Riefky.

KemenEkraf dan UNCTAD sepakat untuk bekerja sama dalam penyusunan Creative Economy Outlook 2026 yang akan diluncurkan pada Oktober 2026. Publikasi ini akan memberikan penekanan pada kebijakan ekonomi kreatif yang tengah diimplementasikan Indonesia, dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, serta penguatan daya saing global. Kedua belah pihak juga sepakat untuk menggelar kegiatan bersama (co-organize international program) yang menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, yang akan digelar pada Oktober 2026.

"Kami menyambut baik inisiatif dan komitmen dari UNCTAD, khususnya terkait usulan kegiatan bersama yang dapat memperkuat jejaring global, membuka peluang kolaborasi bisnis, serta meningkatkan promosi produk kreatif kita di pasar internasional," imbuh Teuku Riefky.

Dukungan Teknis dan Kebijakan dari UNCTAD

Lebih lanjut, UNCTAD turut menyatakan dukungan teknis dan kebijakan kepada Indonesia, khususnya dalam:

  • Analisis dan rekomendasi penguatan Undang-Undang Ekonomi Kreatif (UU EKRAF)
  • Penguatan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif (RINDEKRAF)
  • Pengembangan skema pembiayaan berbasis Kekayaan Intelektual (KI)

Perkuat Fondasi Penting untuk Mempercepat Transformasi Ekonomi Nasional


Teuku Riefky Harsa menjelaskan bahwa kerja sama ini sangat strategis dan akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional berbasis kreativitas dan inovasi. “Kolaborasi dengan UNCTAD ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat EKRAF dunia, sekaligus memperluas kontribusi sektor EKRAF terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” ucap Teuku Riefky.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional, Sidharto R. Suryodiputro. Sedangkan Sekjen UNCTAD didampingi oleh Direktur DITC, Luz Maria de la Mora, dan PIC on Creative Economy, Marisa Henderson.

UNCTAD adalah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada isu pembangunan berkelanjutan, khususnya di negara berkembang. UNCTAD juga dikenal sebagai lembaga yang konsisten memberikan penelitian, analisis, data, serta rekomendasi kebijakan terkait perdagangan, investasi, dan pembangunan global.

Saham Netflix Turun Usai Umumkan Akuisisi Raksasa Warner Bros

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar