Kemenkes Didesak Tingkatkan Layanan Kesehatan Pasca-Bencana Sumatera

Kemenkes Didesak Tingkatkan Layanan Kesehatan Pasca-Bencana Sumatera

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Kemenkes Didesak Tingkatkan Layanan Kesehatan Pasca-Bencana Sumatera, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kritik terhadap Proses Pemulihan Fasilitas Kesehatan Pasca Bencana

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, pelayanan kesehatan adalah aspek utama yang harus segera diperbaiki setelah bencana alam seperti banjir dan longsor melanda wilayah tersebut.

Nihayatul mengungkapkan bahwa operasional rumah sakit seharusnya menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca bencana. Ia menilai bahwa 20 hari merupakan waktu yang terlalu lama untuk pemulihan fasilitas kesehatan. "Masyarakat sangat membutuhkan layanan pengobatan segera setelah bencana," ujarnya dalam pernyataannya.

Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya proses pemulihan fasilitas kesehatan di daerah terdampak. Berdasarkan catatan yang dimilikinya, beberapa rumah sakit baru dapat beroperasi kembali pada hari ke-20 setelah bencana.

Komisi IX, lanjut Nihayatul, akan terus memantau proses pemulihan sektor kesehatan di tiga provinsi tersebut. "Pemulihan kesehatan masyarakat pasca bencana tidak boleh terlambat. Ini berkaitan dengan keselamatan dan hak dasar warga negara," tambahnya.

41 Rumah Sakit Sudah Beroperasi Kembali

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa 41 rumah sakit yang terdampak bencana di Sumatera kini telah kembali beroperasi. Pernyataan ini disampaikan oleh Budi saat menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

"Sebanyak 41 rumah sakit yang sempat tidak beroperasi kini sudah 100 persen mulai beroperasi, meskipun secara bertahap," ujar Budi dalam sidang tersebut.

Budi menjelaskan bahwa instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang operasi menjadi prioritas pertama dalam pembukaan kembali layanan rumah sakit. Setelah itu, layanan penuh akan segera dijalankan.

Salah satu rumah sakit yang menjadi perhatian adalah Rumah Sakit Tanjungpura di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Meski terdampak banjir cukup parah, rumah sakit ini kini telah kembali memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Kemarin banjir, hari ini sudah beroperasi. Memang masih terbatas di IGD dan operasi, tapi akan terus kami tingkatkan sampai layanan penuh bisa berjalan," ujar Budi.

Selain rumah sakit, Budi juga menyebutkan bahwa sekitar 1.000 puskesmas terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Banyak dari puskesmas tersebut hanyut dan tidak tersisa.

"Dari hampir 1.000 puskesmas, sekitar 500-an terdampak. 414 sudah beroperasi, sementara sekitar 50-an masih belum beroperasi," kata Budi.

Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas dapat dioperasikan kembali dalam dua pekan ke depan. Dengan demikian, masyarakat terdampak bencana dapat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar