
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kehadiran Presiden Suriah di Amerika Serikat
Presiden Suriah, Ahmad Al Sharaa, akhirnya tiba di Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan resmi dengan Presiden Donald Trump. Ia tiba di AS setelah menghadiri KTT Iklim COP30 di Brasil pada 6 November. Jadwal pertemuannya dengan Trump di Gedung Putih dijadwalkan pada 10 November 2025.
Perjalanan dan Tujuan Kunjungan
Ahmad Al Sharaa melakukan perjalanan ke AS pada Sabtu, 8 November 2025. Pada kesempatan ini, ia akan bertemu dengan presiden AS untuk membahas berbagai isu penting terkait hubungan bilateral antara kedua negara. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam membangun kembali hubungan diplomatik yang sebelumnya terganggu karena konflik di Suriah.
Penghapusan dari Daftar Teroris
Kunjungan ini dilakukan sehari setelah Washington menghapus Ahmad Al Sharaa dari daftar hitam terorisme. Juru bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott, menyatakan bahwa pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan Al Sharaa telah memenuhi beberapa tuntutan AS, termasuk upaya menemukan warga Amerika yang hilang dan memusnahkan senjata kimia yang tersisa.
"Penghapusan ini sebagai pengakuan atas kemajuan yang ditunjukkan oleh kepemimpinan Suriah setelah lengsernya Bashar al-Assad dan lebih dari 50 tahun penindasan di bawah rezim Assad," kata Pigott.
Pembatalan Hadiah untuk Penangkapan Pemimpin Suriah
Dilansir dari Al Jazeera, pada Desember 2024, seorang diplomat senior AS telah mengumumkan bahwa pihaknya akan membatalkan hadiah US$ 10 juta atau setara Rp 166 miliar untuk penangkapan pemimpin baru Suriah, Ahmad Al Sharaa. Pengumuman ini dibuat oleh Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Timur Dekat, Barbara Leaf, setelah kunjungan ke ibu kota Suriah, Damaskus, untuk berdiskusi dengan pemerintahan baru Suriah.
AS telah menetapkan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) sebagai organisasi "teroris" pada tahun 2018. Al-Sharaa, juga dikenal sebagai Abu Mohammed al-Julani, adalah pemimpin kelompok tersebut dan pernah bersekutu dengan al-Qaeda. AS memutuskan untuk membatalkan hadiah bagi Al Sharaa setelah menerima pesan positif selama diskusi hari Jumat, termasuk janji untuk memastikan bahwa kelompok teroris tidak dapat menimbulkan ancaman.
Penghapusan Sanksi Teroris
Amerika Serikat telah menghapus Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa dari daftar sanksi teroris sebelum pertemuan antara pemimpin baru negara itu dan Presiden Donald Trump pada Senin besok. Departemen Keuangan AS menghapus Al Sharaa dari daftar Teroris Global pada Jumat, 7 November 2025. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menghapus Ahmad Al Sharaa dari daftar sanksi yang sebagian besar bersifat simbolis pada hari Kamis.
Penghapusan resmi Al Sharaa dari daftar adalah langkah terbaru yang dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan potensial terhadap upaya Suriah mencapai integrasi ekonomi dan politik setelah bertahun-tahun perang saudara. Pada Desember 2024, Presiden Bashar Al-Assad digulingkan.
Washington dan PBB juga menghapus Anas Hasan Khattab, mantan pejuang yang terkait dengan Al Qaeda tetapi sekarang menjabat sebagai menteri dalam negeri Suriah, dari daftar teroris.
"Dengan diadopsinya teks ini, Dewan Keamanan mengirimkan sinyal politik yang kuat yang mengakui bahwa Suriah berada di era baru sejak Assad dan rekan-rekannya digulingkan pada Desember 2024," ujar Mike Waltz, Duta Besar AS untuk PBB, dalam pernyataannya setelah pemungutan suara DK PBB pada hari Kamis.
Pertemuan Pertama dengan Trump
Trump bertemu Ahmad Al Sharaa untuk pertama kalinya pada Mei selama pertemuan puncak di Arab Saudi. Saat itu, Trump mengumumkan diakhirinya beberapa sanksi AS terhadap Suriah yang diberlakukan selama rezim Assad.
Kongres AS menyatakan pihaknya sedang berupaya mencabut sanksi tambahan terhadap Suriah yang masih berlaku. Komite Hubungan Luar Negeri Senat menyambut baik pencabutan sanksi PBB tersebut dan menyatakan sudah waktunya untuk “membawa perekonomian Suriah ke abad ke-21”.
Komentar
Kirim Komentar