
Ribuan Kicau Mania Berburu Kemenangan di Danlanal Cup II 2025
Ribuan penggemar burung berkicau dari tiga provinsi hadir di Mako Lanal Banjarmasin, Minggu (7/12/2025). Lomba burung berkicau Danlanal Cup II 2025 menjadi ajang yang paling ramai dalam pekan ini. Sebanyak 1.547 peserta datang sejak pagi hari, membawa sangkar-sangkar terbaik mereka.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tidak sedikit peserta yang membawa burung-burung langka dan bernilai tinggi. Ada yang menenteng murai batu dengan harga belasan juta rupiah, ada yang menggendong pleci mungil dalam boks khusus, hingga love bird berwarna-warni yang menjadi daya tarik tersendiri. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Armada RI dan HUT ke-29 Lanal Banjarmasin, tetapi lebih terasa sebagai momen berkumpulnya komunitas kicau yang semakin berkembang di Kalimantan.
“Ajang seperti ini bukan sekadar lomba, tapi ruang bertemunya para penghobi untuk saling belajar dan menguatkan komunitas,” ujar Palaksa Lanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan yang mewakili Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan.
Menurutnya, antusiasme peserta menjadi bukti bahwa hobi kicau bukan sekadar tren, tetapi sudah menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang hidup di masyarakat. Peserta juga tampak saling berdiskusi soal perawatan burung, pola makan, hingga teknik pemasteran. Tak sedikit transaksi kecil hingga berjuta-juta rupiah terjadi spontan selama acara berlangsung.
Lomba ini mempertandingkan 46 kelas dari 10 jenis burung, mulai dari Murai Batu Borneo, Cucak Ijo, Kenari, Kacer, hingga Sogon. Hadiah utama berupa sepeda motor berhasil dibawa pulang Aris, pemilik burung Be6al dari Tim 6789 SF Rantau, Tapin, setelah murai batu miliknya tampil stabil dari awal hingga akhir.
Bagi sebagian peserta, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Banyak yang datang hanya untuk menguji mental burung, memperluas jaringan, atau sekadar menikmati akhir pekan sesama pecinta kicau.
“Lomba seperti ini bikin komunitas makin solid. Kita bisa lihat gaya rawatan orang lain, bisa saling tukar pengalaman, dan tentu saja bisa memotivasi agar rawatan burung di rumah makin bagus,” kata Ifan, salah satu peserta.
Jenis Burung yang Dipertandingkan
Berikut adalah beberapa jenis burung yang dipertandingkan dalam Danlanal Cup II 2025:
- Murai Batu Borneo – Salah satu jenis burung yang paling diminati karena suaranya yang khas dan ketangguhannya dalam pertandingan.
- Cucak Ijo – Dikenal dengan suara yang ceria dan mudah dilatih.
- Kenari – Burung yang populer karena warna bulu yang indah dan suara yang merdu.
- Kacer – Dikenal sebagai burung yang sulit dikalahkan dalam pertandingan.
- Sogon – Burung yang memiliki suara unik dan sering menjadi favorit para kicau mania.
Pengalaman Peserta
Selain persaingan dalam lomba, banyak peserta yang menjadikan acara ini sebagai kesempatan untuk berinteraksi dan saling berbagi pengalaman. Banyak peserta yang saling memberikan saran tentang cara merawat burung, pola makan, serta teknik pemasteran.
Beberapa peserta bahkan mengatakan bahwa mereka datang hanya untuk melihat dan belajar dari para ahli. “Saya tidak terlalu peduli dengan kemenangan, tapi lebih ingin memperluas wawasan dan mendapatkan tips dari para senior,” ujar salah satu peserta.
Pemain Terbaik
Aris, pemilik burung Be6al, berhasil meraih hadiah utama berupa sepeda motor setelah murai batu miliknya tampil stabil sepanjang lomba. Meskipun tidak semua peserta bisa meraih kemenangan, acara ini tetap menjadi momen yang berharga bagi seluruh peserta.
Kesimpulan
Danlanal Cup II 2025 tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga menjadi wadah bagi komunitas kicau mania untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan memperkuat ikatan antar sesama penggemar burung berkicau. Acara ini menunjukkan bahwa hobi kicau bukan hanya sekadar aktivitas, tetapi juga menjadi bagian penting dari budaya dan ekonomi kreatif di Kalimantan.
Komentar
Kirim Komentar