
Kidung Katresnan: Kolaborasi Seni dan Budaya di Tengah Keramaian Wonosobo
Kidung Katresnan, sebuah acara kolaborasi antar komunitas yang menampilkan berbagai pentas seni dan budaya lokal, digelar di Atrium Pasar Induk Wonosobo pada 09 November 2025. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 dan sukses menarik perhatian masyarakat sekitar.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Acara ini menghadirkan karya-karya seni yang apik dari para seniman dan komunitas setempat. Kehadiran mereka membuat suasana di jantung keramaian perdagangan itu semakin meriah. Banyak warga yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan yang dipenuhi energi positif dan kebersamaan.
Pencetus acara Kidung Katresnan adalah Mulyani, seorang seniman yang aktif dalam kegiatan seni melalui Sanggar Tari Ngesti Laras Wonosobo. Kiprahnya dalam dunia tari tidak perlu diragukan lagi. Ia juga merupakan seorang guru yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan seni di daerah ini.
Mulyani mengungkapkan bahwa ide acara ini lahir dari kolaborasi dengan beberapa tokoh seni seperti Alvin Lee dari Omah Cilik dan Rejo Ariyanto, seniman patung yang viral. Selain itu, ia juga menggandeng berbagai komunitas, antara lain Duta Genre Wonosobo, Sanggar Bagaskara, Duta Wisata Wonosobo, teater banyu, IIDC, SMA 1 Wonosobo, dan SMP N 2 Selomerto.
Salah satu hal menarik yang ditampilkan dalam acara ini adalah fashion show yang melibatkan para mbok gendong sebagai model. Mereka sangat antusias dan semangat baik saat gladi bersih maupun saat tampil. Hal ini menunjukkan bahwa seni dan budaya bisa menjadi sarana ekspresi bagi semua kalangan.
Selain itu, acara ini juga memperkenalkan partisipasi teman-teman disabilitas yang tergabung dalam D'Stara. Mulyani menyebut bahwa acara serupa akan diadakan secara rutin, mungkin dua bulan sekali. Tujuannya adalah selain meramaikan pasar, juga sebagai ruang ekspresi bagi para seniman dan komunitas.
Acara ditutup dengan aktivitas melukis bersama yang melibatkan para seniman dan komunitas. Yang paling membanggakan adalah partisipasi banyak generasi muda dalam acara ini. Menurut Mulyani, Kidung Katresnan adalah nyanyian cinta untuk sesama tanpa pandang bulu, dan benar-benar bisa dirasakan bahwa cinta memang tanpa batas.
Dalam acara ini, Genre Wonosobo akan berkolaborasi dengan para seniman dan komunitas Wonosobo. Beberapa penampilan yang disajikan antara lain:
- Fashionshow Mbok Gendong bersama IIDC dan Alvin Lee
- Tari dan teater
- Melukis Bersama Pematung Biawak
- Bermain alat musik bundengan bersama
Harapan dari penyelenggara adalah dapat menyebarluaskan energi positif dan menginspirasi masyarakat untuk menyampaikan semangat serta kebahagiaan dan kasih sayang. Diharapkan anak muda terus mewarisi semangat para pahlawan dan berkarya sesuai minat dan bakatnya.
Jenis kesenian yang ditampilkan dalam acara ini mencakup berbagai bentuk, mulai dari fashion show batik dan ecoprint yang melibatkan ibu-ibu penjual jamu, lalu ada tarian, flashmob, pantomim, dan lain-lain.
Komentar
Kirim Komentar