
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Seorang Kolektor yang Menjadi Pengrajin Wayang Kulit
Surabaya, aiotrade – Danar Dwi Putra (35), seorang warga Jalan Plampitan, Genteng, Surabaya, adalah seorang kolektor wayang kulit Jawa Timuran. Awalnya, dia hanya ingin membeli wayang sebagai koleksi pribadi. Namun, minatnya berkembang hingga akhirnya dia memutuskan untuk belajar membuat wayang sendiri.
Danar mengatakan bahwa awalnya ia hanya tertarik pada cara memperoleh wayang kulit. Namun, melalui pertemuan dengan seseorang asal Malang, ia mulai tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri.
"Seharusnya saya belajar ke ahlinya, tapi jaraknya jauh. Yang saya kenal itu di Kediri, juga terhalang pekerjaan. Akhirnya ya belajar melalui YouTube," ujarnya saat berbicara di rumahnya, Jumat (7/11/2025).
Alat dan Bahan yang Digunakan
Setelah memutuskan untuk belajar, Danar langsung membeli peralatan yang dibutuhkan untuk membuat wayang kulit. Peralatan tersebut meliputi tatah, pemberat wayang, pelicin, dan padukan yang terbuat dari pohon sawo kecik.
"Tatah digunakan untuk membuat bentuk wayang. Pemberatnya berasal dari pengasah tatah, sedangkan pelicin membantu tatah lebih mudah ditarik. Untuk padukan, saya menggunakan pohon sawo kecik karena empuk tetapi tetap keras," jelas Danar.
Proses Membuat Wayang Kulit
Sebagai ilustrator, Danar memulai proses pembuatan wayang dengan menggambar bentuk-bentuk wayang di kertas. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembuatan pola di kulit kerbau.
"Saya awalnya belajar memotong kulitnya dulu. Lalu, ngapangi yaitu memotong garis terluar. Setelah itu, saya membuat tatah sederhana seperti plong-plongan dan garis-garis. Baru kemudian, saya menangani bagian yang lebih sulit seperti seritan dan patran," tambahnya.
Waktu dan Proyek yang Sedang Dikerjakan
Meskipun proses pembuatan wayang kulit seharusnya tidak membutuhkan waktu yang lama, Danar menghabiskan beberapa minggu karena masih harus bekerja.
"Saya pernah membuat tokoh Semar dan Garuda. Saat ini sedang mengerjakan proyek membuat Pandawa Lima, tapi belum ada waktu. Saya juga membuat wayang buatan sendiri bernama 'Kidang Kuning'," ujar Danar.
"Karakter 'Kidang Kuning' ini adalah superhero buatan saya sendiri. Meskipun berbentuk wayang, gayanya mirip manga. Tahun 2024 lalu, wayang ini sempat dipinjam untuk pameran di ISI (Institut Seni Indonesia)," tambahnya.
Tujuan Melestarikan Kesenian
Danar mengaku bahwa tujuannya belajar membuat wayang kulit adalah untuk melestarikan kesenian tersebut. Selain itu, ia juga berencana menjual hasil karyanya dalam bentuk souvenir.
"Dari yang hobi jadi pelestarian, tapi ternyata banyak yang suka. Akhirnya saya berniat membuat model kecil-kecil, hiasan, tapi tetap dari kulit kerbau seperti yang digunakan dalam pentas," tutup Danar.
Komentar
Kirim Komentar