Komandan IRGC: Serangan Iran akan Ubah Timur Tengah Jadi Neraka

Komandan IRGC: Serangan Iran akan Ubah Timur Tengah Jadi Neraka

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Komandan IRGC: Serangan Iran akan Ubah Timur Tengah Jadi Neraka, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pernyataan Keras Iran terhadap Ancaman Militer

Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mayor Jenderal Mohammad Papour, pada hari Selasa (21/10/2025) mengeluarkan pernyataan tegas yang menunjukkan bahwa Iran akan merespons setiap serangan terhadap wilayahnya dengan kekuatan yang lebih besar dari perang 12 hari yang terjadi pada bulan Juni lalu. Pernyataan ini disampaikan saat ia bertemu dengan Penasihat Senior Nasional Irak, Qasim al-Araji, di ibu kota Teheran.

Papour menyatakan bahwa respons Iran akan sangat dahsyat dan mampu mengubah kawasan menjadi neraka bagi musuh-musuhnya. "Jika ada agresi dilancarkan terhadap Iran, respons kami akan lebih kuat dari perang 12 hari dan kami akan mengubah kawasan menjadi neraka bagi musuh," ujarnya.

Kerja sama antara Iran dan Irak menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. Menurut Papour, kolaborasi kedua negara sangat penting untuk mencegah intervensi asing dan memastikan keamanan perbatasan. Sementara itu, Al-Araji menegaskan komitmen Irak terhadap kerja sama keamanan dengan Iran dan menyatakan bahwa negaranya tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai basis untuk aksi agresi terhadap Teheran.

Peringatan dari Pejabat Militer Iran

Pernyataan keras ini bukanlah yang pertama kali dari pejabat militer Iran. Para pejabat tinggi militer Iran sebelumnya telah berulang kali memberi peringatan bahwa mereka sedang mengawasi ancaman dari musuh-musuh di kawasan dan siap merespons dengan tindakan keras jika terprovokasi.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, pada hari Senin (20/10/2025) menyatakan bahwa Teheran tidak mencari perang, tetapi akan mengambil respons yang berbeda jika diserang. Hal ini menunjukkan bahwa Iran bersiap menghadapi segala bentuk ancaman, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sementara itu, anggota parlemen Iran, Esmaeil Siavoshi, juga memberi peringatan serupa. Ia menyatakan bahwa Iran akan menghancurkan pangkalan-pangkalan militer musuh di kawasan jika diserang. "Jika musuh tidak menyerang sekarang, itu karena mereka tidak bisa," kata Siavoshi. "Mereka tahu jika mereka menyerang, kami akan menghancurkan semua pangkalan mereka di Teluk Persia."

Tindakan yang Diambil oleh Iran

Peringatan-peringatan ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya bersiap secara militer, tetapi juga melakukan langkah-langkah diplomatis untuk menjaga keamanan negaranya. Kerja sama dengan Irak menjadi salah satu strategi utama dalam mencegah ancaman dari pihak luar.

Selain itu, Iran juga aktif dalam memperkuat posisi diplomatisnya di kawasan. Dengan adanya ancaman yang terus-menerus datang dari berbagai arah, Iran tampaknya lebih waspada dan siap mengambil tindakan tegas jika diperlukan.

Kesimpulan

Dari berbagai pernyataan dan tindakan yang diambil oleh pejabat Iran, terlihat bahwa negara ini memiliki sikap tegas terhadap ancaman militer. Dengan mengandalkan kekuatan militer dan kerja sama dengan negara-negara tetangga, Iran berusaha menjaga kedaulatannya dan mencegah intervensi asing yang bisa mengancam stabilitas kawasan.

Tidak hanya itu, Iran juga menunjukkan bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam konflik yang tidak perlu, tetapi siap bertindak jika diperlukan. Dengan pernyataan-pernyataan seperti ini, Iran ingin menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan yang tidak bisa diabaikan di kawasan Timur Tengah.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar